Infolamongan.id – Danramil 0812/23 Solokuro, Kapten Arm Hari, bersama Muspika Solokuro dan BPBD Kabupaten Lamongan, memberikan bantuan sembako kepada warga Dusun Petiyen, Desa Takerharjo, Kecamatan Solokuro, yang terkena bencana angin puting beliung. Bantuan yang diserahkan pada Selasa (30/09/2025) ini merupakan wujud nyata kepedulian dan solidaritas pemerintah serta TNI-Polri terhadap masyarakat yang sedang mengalami musibah.
Bencana angin puting beliung yang melanda Dusun Petiyen pada Senin (29/09/2025) sore telah menyebabkan kerusakan signifikan pada setidaknya 35 rumah warga. Bantuan sembako yang terdiri dari beras, mie instan, minyak goreng, gula, teh, dan kebutuhan pokok lainnya diharapkan dapat meringankan beban warga sekaligus membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari selama masa pemulihan pasca-bencana.
Koordinasi Cepat Penanganan Bencana
Kapten Arm Hari selaku Danramil 0812/23 Solokuro menjelaskan bahwa koordinasi antara TNI, Muspika Kecamatan Solokuro, dan BPBD telah dilakukan sejak dini untuk memastikan penanganan korban bencana berjalan cepat dan tepat sasaran. “Kami langsung melakukan assesment kerusakan dan mengidentifikasi warga yang paling membutuhkan bantuan,” ujar Kapten Arm Hari saat menyerahkan bantuan secara simbolis.
Proses pendistribusian bantuan dilakukan dengan sistem door to door untuk memastikan semua warga yang terdampak menerima bantuan sesuai dengan kebutuhannya. “Kami mendatangi langsung rumah-rumah warga yang mengalami kerusakan untuk menyerahkan bantuan. Ini sekaligus memastikan tidak ada warga yang terlewat,” tambah Danramil.
Dampak Kerusakan yang Ditimbulkan
Bencana angin puting beliung yang berlangsung sekitar 30 menit tersebut menyebabkan kerusakan bervariasi, mulai dari atap rumah yang terbang, dinding rumah roboh, hingga pepohonan tumbang yang menimpa beberapa rumah. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun sejumlah warga mengalami luka-luka ringan dan trauma.
“Rumah saya rusak parah, atapnya terbang dan dindingnya roboh. Alhamdulillah keluarga saya selamat, tapi kami masih trauma dengan kejadian kemarin,” tutur Siti Aminah, salah satu warga korban bencana dengan mata berkaca-kaca.
Peran Aktif BPBD dalam Rekapitulasi Kerusakan
BPBD Kabupaten Lamongan telah melakukan pendataan menyeluruh terhadap kerusakan yang ditimbulkan. Menurut data sementara, selain 35 rumah rusak, bencana ini juga menyebabkan 15 kandang ternak rusak, 8 kios pasar rusak ringan, dan puluhan pohon tumbang yang sempat memutus akses jalan.
Kepala Seksi Penanggulangan Bencana BPBD Lamongan, Ahmad Fauzi, S.Sos., menyatakan bahwa timnya terus memantau perkembangan kondisi pasca-bencana. “Kami telah mendistribusikan tenda darurat untuk warga yang rumahnya rusak parah dan tidak bisa dihuni sementara waktu,” jelasnya.
Dukungan Psikologis bagi Korban
Tidak hanya bantuan materiil, Tim Gabungan juga memberikan pendampingan psikologis kepada warga yang mengalami trauma pasca-bencana. “Kami bekerjasama dengan Puskesmas Solokuro untuk memberikan trauma healing, terutama kepada anak-anak dan lansia yang masih ketakutan,” ujar Kapten Arm Hari.
Beberapa relawan dari organisasi kepemudaan setempat juga turut ambil bagian dalam pendampingan ini. “Kami mengajak anak-anak bermain dan bernyanyi untuk mengurangi trauma mereka,” ujar Rudi, salah seorang relawan pemuda Desa Takerharjo.
Antisipasi Bencana Berikutnya
Menyikapi kejadian ini, Muspika Solokuro akan meningkatkan sistem peringatan dini bencana alam di wilayahnya. “Kami akan memperkuat koordinasi dengan BMKG dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat melalui simulasi penanganan bencana,” ujar Camat Solokuro, Drs. H. Mustain, M.Si.
Masyarakat juga dihimbau untuk lebih waspada terhadap potensi cuaca ekstrem selama musim peralihan. “Kami meminta warga untuk memangkas pohon yang terlalu rindang dan mengamankan benda-benda di sekitar rumah yang berpotensi terbawa angin,” pesan Camat.
Solidaritas Masyarakat Sekitar
Aksi solidaritas juga datang dari masyarakat sekitar yang tidak terdampak bencana. Mereka secara sukarela membantu membersihkan puing-puing bangunan dan mengumpulkan bantuan untuk korban. “Kami warga Dusun Petiyen yang selamat merasa terbantu dengan kedatangan bantuan dan dukungan dari berbagai pihak,” ujar Marjuki, Ketua RT setempat.
Bantuan juga mengalir dari berbagai organisasi masyarakat dan perusahaan di sekitar Kecamatan Solokuro. “Kami membuka posko pengumpulan bantuan di kantor kecamatan untuk memudahkan masyarakat yang ingin berdonasi,” tambah Camat Solokuro.
Komitmen TNI-Polri dalam Penanganan Bencana
Kegiatan penyerahan bantuan ini menunjukkan komitmen TNI-Polri yang tidak hanya fokus pada tugas pokok keamanan, tetapi juga tanggap dalam penanganan bencana. “Sebagai bagian dari masyarakat, kita harus saling membantu dan mendukung satu sama lain, terutama dalam situasi darurat seperti ini,” tegas Kapten Arm Hari.
Ke depan, Koramil 0812/23 Solokuro berkomitmen untuk terus mendampingi warga hingga proses pemulihan pasca-bencana selesai. “Kami akan memantau perkembangan dan membantu proses rehabilitasi rumah warga yang rusak,” janji Danramil.
Evaluasi Sistem Penanganan Bencana
Bupati Lamongan melalui Asisten Pemerintahan, Drs. H. Mulyono, M.Si., menyampaikan apresiasi atas cepatnya respon tim gabungan dalam menangani bencana ini. “Kami akan mengevaluasi sistem penanganan bencana di Lamongan untuk meningkatkan efektivitas penanggulangan bencana di masa depan,” ujarnya.
Dengan sinergi yang baik antara TNI, Polri, BPBD, dan masyarakat, diharapkan dampak bencana dapat diminimalkan dan warga dapat segera pulih kembali. Bantuan yang diberikan tidak hanya bersifat materiil, tetapi juga menjadi penyemangat moral bagi warga untuk bangkit dari musibah.









