Infolamongan.com – Pesona kuliner jalanan Thailand yang mendunia kini dapat dinikmati tanpa perlu terbang ke Bangkok. Sunthai Street Food Festival resmi hadir memanjakan lidah masyarakat Lamongan dan sekitarnya. Berlangsung selama sepuluh hari, mulai dari 23 Januari hingga 1 Februari 2026, festival ini bertempat di area Outdoor Parkir Mobil, LA PLAZA Lamongan, menghadirkan ragam hidangan autentik Negeri Gajah Putih, dengan bintang utamanya: mangga khas Thailand beserta segala kreasi ikoniknya.
Festival ini bukan sekadar bazar makanan biasa, melainkan sebuah upaya menghadirkan pengalaman menyeluruh (immersive experience) tentang budaya makan jalanan Thailand yang vibrant, penuh warna, dan kaya rasa. Slogannya, “Sekali nyicip, auto pengen nambah lagi!” menjadi janji yang menggoda bagi para pecinta kuliner untuk menjelajahi setiap stan.
Pintu Gerbang Rasa Thailand di Lamongan
Lokasi festival yang strategis di jantung kota, tepatnya di area parkir terbuka LA PLAZA, memungkinkan akses yang mudah dan kapasitas yang luas untuk menampung antusiasme pengunjung. Suasana malam hari dihias dengan lampu-lampu khas festival, tenda-tenda warna-warni milik vendor, dan aroma sedap yang semerbak menciptakan atmosfer seperti berada di pasar malam (night market) Thailand.
Sunthai Street Food Festival menjawab kerinduan masyarakat pada cita rasa internasional sekaligus menjadi alternatif hiburan kuliner yang segar. Dalam konteks yang lebih luas, event seperti ini juga turut menggerakkan ekonomi lokal dengan menyewa lahan dan menarik pengunjung yang nantinya juga berpotensi berbelanja di retail LA PLAZA.
Mangga Thailand: Raja Buah yang Disajikan dengan Segala Keistimewaan
Salah satu daya tarik utama festival ini adalah kehadiran mangga khas Thailand, yang terkenal dengan dagingnya yang tebal, serat halus, serta rasa manis pekat dan aromanya yang harum. Jenis mangga seperti ‘Nam Dok Mai’ atau ‘Keaw Savoey’ menjadi primadona. Di festival ini, mangga tidak hanya disajikan sebagai buah potong biasa.
Pengunjung dapat menikmatinya dalam berbagai bentuk sajian autentik Thailand:
-
Khao Niew Mamuang (Mango Sticky Rice): Hidangan legendaris yang terdiri dari nasi ketan pulen yang dimasak dengan santan, disajikan dengan irisan mangga ranum, dan disiram saus santan kental. Perpaduan gurih, manis, dan tekstur yang lembut menjadi favorit semua orang.
-
Mangga Thailand dengan Bumbu Rujak: Versi Thailand sering menggunakan bumbu yang agak berbeda, mungkin dengan gula palm, cabai, dan garam yang memberi sensasi manis, asin, pedas (prik kaeng).
-
Minuman Segar Berbasis Mangga: Seperti mango smoothie, mango slushie, atau Thai mango soda, yang sempurna untuk melepas dahaga setelah menyantap hidangan pedas.
Anjungan Rasa: Jelajahi Aneka Street Food Hits Thailand
Selain mangga, festival ini adalah surga bagi penjelajah rasa. Pengunjung diajak berkeliling dari satu stan ke stan lain untuk menemukan street food Thailand yang lagi hits, dikategorikan dalam tiga jalur rasa utama:
1. Jalur Pedas Nampol (Spicy Avenue):
-
Som Tum (Papaya Salad Thailand): Salad pepaya muda yang segar dengan rasa pedas, asam, manis, dan gurih yang ledak-ledak. Diolah langsung dengan cobek, menampilkan atraksi memasak.
-
Tom Yum Goong: Sup asam pedas dengan udang yang kuahnya sangat nendang, berbumbu lengkap seperti serai, daun jeruk, dan tentunya cabai.
-
Pad Kra Pao: Nasi dengan tumisan daging ayam atau babi cincang bersama daun kemangi Thai (kra pao) dan cabai rawit, biasanya disajikan dengan telur ceplok. Pedasnya menggebrak.
-
Larb Moo/Mu: Salad daging cincang (babi atau ayam) khas timur laut Thailand, asam, pedas, dan kaya rempah.
2. Jalur Manis Legit (Sweet Paradise):
-
Roti Gulai/Murtabak Thailand: Roti pipih yang digoreng dan diisi dengan berbagai pilihan, dari pisang, susu kental manis, hingga telur dan daging. Sering disajikan dengan kuah kari.
-
Khanom Buang (Thai Crispy Pancakes): Kue tipis renyah diisi krim manis dan berbagai topping seperti serutan kuning telur asin atau kepala udang manis.
-
Bua Loy (Balls in Coconut Milk): Bola-bola tepung beras ketan yang kenyal, direndam dalam santan manis yang gurih, disajikan hangat.
-
Thai Iced Tea (Cha Yen): Minuman wajib dengan rasa teh yang khas, susu, dan gula, disajikan dingin dengan lapisan susu evaporate di atasnya.
3. Jalur Segar Nyegerin (Fresh & Refreshing Lane):
-
Grilled Seafood (Pla Pao, Hoy Tod): Ikan atau kerang bakar utuh dengan bumbu khas Thailand yang harum, atau kerang telur dadar yang gurih.
-
Moo Ping & Gai Yang: Sate babi atau ayam bakar dengan bumbu manis-gurih, disajikan dengan saus kacang khas dan ketan.
-
Spring Roll Thailand (Po Pia Tod): Lumpia renyah dengan isian sayuran dan glass noodles.
-
Berbagai Minuman Segar: Seperti air kelapa muda Thailand, minuman soda rasa lychee atau longan, serta berbagai infused water dengan potongan buah.
Strategi Promosi dan Dampak bagi Wisata Kuliner Lokal
Kehadiran Sunthai Street Food Festival di Lamongan merupakan bagian dari tren pop-up culinary experience yang semakin digemari. Promosi yang gencar melalui media sosial dengan tagar seperti #SunthaiLamongan atau #StreetFoodThailandLamongan berhasil menciptakan buzz dan antusiasme sebelum acara dibuka.
Event semacam ini memiliki dampak positif ganda. Selain memberikan hiburan dan pilihan kuliner baru bagi masyarakat, festival ini juga:
-
Meningkatkan Wawasan Kuliner: Memperkenalkan cita rasa dan hidangan asing secara langsung, memperkaya selera masyarakat.
-
Menjadi Benchmark Kualitas: Menjadi ajang pembelajaran bagi pelaku usaha kuliner lokal tentang standar penyajian, presentasi, dan manajemen operasional sebuah festival makanan.
-
Menggerakkan Perekonomian Sektor Informal: Memberikan lapangan kerja sementara bagi tenaga kerja di bidang kuliner dan logistik selama 10 hari penyelenggaraan.
Sunthai Street Food Festival telah sukses menciptakan destinasi kuliner baru yang ramai dikunjungi. Suasana riuh rendah pembeli, denting wajan, dan ekspresi puas pengunjung yang sedang menyantap Mango Sticky Rice atau mencoba sensasi pedas Som Tum, menjadi bukti bahwa Lamongan sangat terbuka dan haus akan pengalaman kuliner global. Festival ini bukan sekadar ajang jual-beli makanan, melainkan sebuah perayaan rasa yang menyatukan komunitas pencinta kuliner dalam satu lokasi yang penuh warna dan cita rasa.









