Cuaca Ekstrem dan Banjir Perparah Jalan Rusak di Lamongan, Pemkab Alokasikan Rp100 Miliar untuk 50 Titik di 2026

Infolamongan.com – Memasuki awal tahun 2026, kondisi infrastruktur jalan di Kabupaten Lamongan menghadapi tantangan berat. Cuaca ekstrem disertai banjir yang melanda sejumlah wilayah dalam beberapa bulan terakhir membuat kondisi jalan yang sebelumnya sudah rusak semakin parah. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan pun bergerak cepat dengan mengalokasikan anggaran sekitar Rp100 miliar untuk perbaikan infrastruktur jalan di 50 titik pada tahun 2026 ini .

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Lamongan, Andhy Kurniawan, menyampaikan bahwa fokus utama tahun ini adalah memperbaiki kondisi jalan yang mengalami kerusakan sedang hingga berat. Program ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kenyamanan serta keselamatan pengguna jalan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat .

“Program ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah, dalam meningkatkan kenyamanan serta keselamatan pengguna jalan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” kata Andhy, Jumat (20/2/2026) .

Data Terkini: 40% Jalan Kabupaten Masih Dalam Kategori Rusak

Berdasarkan data hingga Oktober 2025, tingkat kemantapan jalan kabupaten di Lamongan tercatat mencapai 59,97 persen atau sekitar 400,138 kilometer. Artinya, masih terdapat sekitar 40,03 persen jalan yang berada dalam kondisi rusak atau tidak mantap . Angka ini menunjukkan bahwa meskipun program Jalan Mulus dan Alus (Jamula) terus digencarkan, masih banyak ruas jalan yang membutuhkan perhatian serius.

Pada tahun 2025, Pemkab Lamongan melalui program Jamula mengerjakan 38 ruas jalan dengan anggaran sekitar Rp83,5 miliar. Progres pembangunan hingga akhir Oktober 2025 diperkirakan sudah mencapai 64 persen atau 432,297 kilometer dari total jalan sepanjang 667 kilometer . Dari 38 ruas yang dibangun, 20 ruas di antaranya telah selesai dikerjakan, sementara 18 ruas lainnya dibangun pada periode Oktober hingga Desember 2025 .

Meskipun program Jamula berjalan, beberapa pihak menyoroti lambatnya perbaikan di beberapa daerah, sehingga jalan rusak masih menjadi pemandangan umum di sejumlah wilayah Kabupaten Lamongan.

Anggaran Rp100 Miliar untuk 50 Titik di 2026

Memasuki tahun 2026, Pemkab Lamongan meningkatkan alokasi anggaran untuk infrastruktur jalan. Sebanyak Rp100 miliar disiapkan untuk menangani 50 titik ruas jalan yang tersebar di berbagai wilayah. Andhy Kurniawan menjelaskan bahwa selain perbaikan struktur jalan menggunakan beton, pekerjaan juga mencakup pengaspalan ulang, pelebaran di titik tertentu, serta pembenahan drainase untuk mengantisipasi genangan saat musim hujan .

“Seluruh proyek ditargetkan berjalan bertahap sepanjang 2026, dengan prioritas pada ruas yang memiliki tingkat kerusakan tertinggi dan volume lalu lintas padat,” ujarnya .

Menariknya, perbaikan tidak hanya difokuskan di wilayah kecamatan, tetapi juga mencakup ruas jalan dalam kota. Beberapa ruas dalam kota yang menjadi prioritas pembangunan tahun anggaran 2026 antara lain Jalan Pahlawan, Jalan Sumargo, Jalan Veteran, Jalan Laras Liris, Jalan Sunan Giri, dan beberapa ruas jalan dalam gang lainnya .

Cuaca Ekstrem dan Banjir Memperparah Kerusakan

Tantangan besar dalam pemeliharaan infrastruktur jalan di Lamongan pada awal 2026 adalah kondisi cuaca ekstrem. Hujan deras disertai angin kencang yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir tidak hanya menyebabkan pohon tumbang, tetapi juga mempercepat kerusakan struktur jalan.

Pada Kamis (12/2/2026) malam, sebuah mobil yang melintas di jalan poros nasional Lamongan-Babat, tepatnya di Dusun Semlawang, Desa Surabayan, Kecamatan Sukodadi, tertimpa batang pohon yang roboh dan melintang di badan jalan. Kejadian ini menyebabkan arus lalu lintas sempat tersendat dan kendaraan mengalami kerusakan pada bagian atap .

Sebelumnya pada Senin (12/1/2026), pohon tumbang juga melumpuhkan Jalan Raya Lamongan–Mantup di Kecamatan Tikung. Sebuah pohon berukuran besar tumbang dan bahkan merobohkan tiang penerangan jalan umum (PJU), sehingga arus lalu lintas lumpuh total. Peristiwa serupa terjadi di Kecamatan Ngimbang, di jalur utama Babat–Jombang .

Kasihumas Polres Lamongan, Ipda M. Hamzaid, mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi. Ia mengingatkan warga untuk tidak berteduh di bawah pohon besar, baliho, maupun bangunan rawan roboh, serta segera melaporkan kepada petugas jika menemukan pohon yang berpotensi tumbang .

Banjir dan Isolasi Wilayah di Kalitengah

Dampak paling parah dari cuaca ekstrem terjadi di Kecamatan Kalitengah. Banjir akibat luapan Sungai Bengawan Jero, anak Sungai Bengawan Solo, menyebabkan warga di Dusun Waru dan Dusun Pandantoyo, Desa Bojoasri, hidup dalam kepungan banjir selama dua bulan. Akses jalan utama lumpuh total, memaksa warga bergotong-royong membangun jembatan darurat dari bambu sepanjang 70 meter secara swadaya pada Selasa (27/1/2026) .

Jembatan dengan lebar satu meter ini menjadi tumpuan harapan baru bagi masyarakat setempat. Selama delapan minggu terakhir, tidak ada kendaraan yang bisa melintas. Warga harus bergantung pada perahu atau nekat menerobos genangan air yang cukup dalam hanya untuk keluar masuk desa .

Moh Hasib, selaku penggerak aksi pembangunan jembatan, menjelaskan bahwa tujuan utama proyek swadaya ini adalah memangkas ketergantungan warga pada perahu. “Dengan dibangunnya jembatan darurat tersebut, warga terdampak banjir dan anak-anak sekolah bisa memanfaatkan jembatan untuk aktivitas sehari-hari tanpa harus menerobos banjir seperti sebelumnya,” ujar Moh Hasib .

Zainal Abidin, salah seorang warga, mengaku sangat terbantu dengan adanya jembatan darurat tersebut. “Selama ini kami kesulitan kalau mau keluar desa. Sekarang setidaknya ada jalan yang lebih aman untuk dilewati tanpa harus basah-basahan terus,” katanya .

Program Jamula dan Jalan Lingkar Utara Jadi Prioritas

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menegaskan bahwa program Jamula tetap menjadi prioritas utama dalam pembangunan infrastruktur. Program ini merupakan bagian dari 15 program prioritas yang diusung oleh pasangan Yuhronur Efendi dan Wakil Bupati Dirham Akbar Aksara dalam visi kepemimpinan mereka .

“Ada tiga pilar utama dalam visi kepemimpinan saya dan Mas Dirham adalah pertumbuhan ekonomi, pembangunan yang merata, dan masyarakat yang harmonis. Visi ini sejalan dengan harapan bahwa Lamongan dapat menjadi daerah yang maju dan berkelanjutan, dengan masyarakat yang hidup rukun dan sejahtera,” kata Bupati Yuhronur .

Selain program Jamula, proyek strategis lainnya adalah pengerjaan Jalan Lingkar Utara (JLU) sepanjang 7,15 kilometer yang diharapkan dapat mengurai kemacetan. Jalan Lingkar Utara sepanjang 7,5 kilometer telah diaktifkan pada 17 Agustus 2025 untuk meningkatkan kelancaran arus lalu lintas .

Sinergi dengan Pemerintah Pusat

Tidak hanya pemerintah kabupaten, Kementerian Pekerjaan Umum juga turun tangan menangani kerusakan di jalur nasional. Perbaikan dilakukan di sejumlah ruas Jalur Pantura Lamongan-Babat, mengingat kerusakan cukup parah di jalur nasional tersebut. Perbaikan sudah dilakukan sepanjang hampir 2,6 kilometer mulai dari ruas Widang Tuban hingga batas kota Lamongan-Gresik .

Sriyono, Konsultan Pengawas Proyek Jalan Kementerian PU, menjelaskan bahwa perbaikan dilakukan menjelang bulan Ramadan karena banyak kendaraan yang melintas di kawasan tersebut. “Untuk itu pihak Kementerian PU melakukan perbaikan jalan sehingga hal ini akan bisa mengantisipasi kemacetan dan kerawanan akan terjadinya kecelakaan,” ungkapnya .

Tantangan Anggaran dan Rencana Pinjaman Daerah

Dalam upaya menuntaskan program Jamula, Pemkab Lamongan menghadapi tantangan berupa pemangkasan transfer kas daerah dari pemerintah pusat yang mencapai Rp117 miliar di tahun 2026. Agar tidak terkendala, pemerintah daerah berencana melakukan pinjaman baru ke Bank Jatim. Pinjaman itu dilakukan mengingat pinjaman sebelumnya sudah tuntas .

Andhy Kurniawan berharap peningkatan kualitas jalan dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah, mendukung pertumbuhan ekonomi, pendidikan, layanan publik, dan meningkatkan daya tarik investasi. Ia juga mengimbau masyarakat untuk turut menjaga infrastruktur yang telah dibangun.

“Mari kita jaga bersama infrastruktur yang telah dibangun, termasuk tidak menggunakan jalan melebihi kapasitas muatan kendaraan, agar usia jalan bisa lebih panjang,” kata Andhy .

APBD 2026 Disetujui

Rancangan Peraturan Daerah tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (Raperda APBD) tahun anggaran 2026 telah disetujui menjadi Perda dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Lamongan pada Kamis (27/11/2025). Dalam rancangan tersebut, pendapatan daerah diproyeksikan sebesar Rp3,074 triliun dan belanja daerah diproyeksikan sebesar Rp3,149 triliun .

Dengan disetujuinya APBD 2026, program-program pembangunan infrastruktur termasuk perbaikan jalan di 50 titik diharapkan dapat berjalan lancar dan tepat sasaran.

Imbauan untuk Pengguna Jalan

Menghadapi kondisi cuaca yang masih ekstrem, pihak kepolisian dan pemerintah daerah mengimbau para pengguna jalan untuk selalu berhati-hati, terutama saat melintas di jalur-jalur yang rawan pohon tumbuh dan rawan genangan air. Masyarakat juga diminta segera melapor melalui layanan darurat 110 apabila menemukan situasi berbahaya agar dapat segera ditangani petugas .

Dengan alokasi anggaran Rp100 miliar di tahun 2026 dan berbagai program perbaikan yang telah direncanakan, diharapkan tingkat kerusakan jalan di Lamongan dapat berkurang secara signifikan dibandingkan data akhir tahun 2025. Masyarakat pun berharap perbaikan infrastruktur ini dapat segera dirasakan manfaatnya, terutama bagi mereka yang selama ini terdampak langsung oleh buruknya kondisi jalan dan banjir yang melumpuhkan akses transportasi.

Sumber : Antaranews.com, KabarJagat.id, BeritaJatim.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *