TNI dan Petani Lamongan Bahas Pengendalian Hama Ramah Lingkungan dalam Sekolah Lapang di Prijekngablak

Infolamongan.com – Dalam upaya mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan kualitas hasil pertanian, Babinsa Koramil 0812/15 Karanggeneng, Kopka Saeful, menghadiri kegiatan Sosialisasi Sekolah Lapang Penerapan Pengelolaan Hama Terpadu (PPHT). Kegiatan ini berlangsung di Halaman Makam Dusun Ngablak, Desa Prijekngablak, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan, Rabu (08/04/2025). Kehadiran Babinsa di tengah para petani menjadi bentuk nyata pendampingan TNI terhadap sektor pertanian yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat pedesaan.

Kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk mengedukasi petani mengenai cara penanganan hama yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, guna meminimalisir penggunaan bahan kimia berlebih yang dapat merusak ekosistem sawah. Selama ini, banyak petani yang masih mengandalkan pestisida kimia secara intensif tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap kesuburan tanah dan keseimbangan ekosistem. Melalui Sekolah Lapang PPHT, para petani diajarkan untuk beralih ke metode pengendalian hama yang lebih alami dan terpadu.

Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah jajaran pimpinan dan tenaga ahli pertanian, antara lain Bapak Mastur selaku Kepala Koordinator POPT (Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan) Kabupaten Lamongan, Bapak Tarmuji selaku Kepala Desa Prijekngablak, Kopka Saeful selaku Babinsa Desa Prijekngablak, Ibu Yulis selaku Kepala UPT Pertanian Karanggeneng, Bapak Nanang selaku Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Karanggeneng, serta para Ketua Kelompok Tani (Poktan) Rame Gawe 1 hingga 5. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan masyarakat Desa Prijekngablak sebanyak kurang lebih 30 orang yang antusias mengikuti jalannya sosialisasi dari awal hingga akhir.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Prijekngablak, Tarmuji, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas terselenggaranya kegiatan ini di wilayahnya. Menurutnya, kehadiran para ahli pertanian dan pendampingan dari Babinsa memberikan angin segar bagi para petani yang selama ini sering menghadapi kendala serangan hama yang tidak terkendali. Ia berharap para petani dapat menyerap ilmu yang diberikan dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan produktivitas panen di wilayah Desa Prijekngablak pada musim tanam berikutnya.

“Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah memfasilitasi kegiatan ini. Petani di sini selama ini masih banyak yang menggunakan cara-cara lama dalam mengatasi hama. Dengan adanya Sekolah Lapang PPHT ini, kami berharap para petani bisa mendapatkan ilmu baru yang lebih efektif dan ramah lingkungan,” ujar Tarmuji di hadapan para peserta.

Sementara itu, Bapak Mastur selaku Kepala Koordinator POPT Lamongan memberikan materi inti terkait teknis Sekolah Lapang PPHT. Ia menekankan pentingnya pengamatan rutin di lahan pertanian agar petani mampu mendeteksi keberadaan hama secara dini dan menentukan langkah pengendalian yang tepat tanpa harus merusak keseimbangan alam. Mastur juga memaparkan berbagai jenis hama yang sering menyerang tanaman padi di wilayah Lamongan, seperti wereng coklat, penggerek batang, dan tikus sawah, beserta metode pengendaliannya yang ramah lingkungan.

Dalam paparannya, Mastur menjelaskan bahwa pengendalian hama terpadu mengedepankan pendekatan ekologis dengan memanfaatkan musuh alami hama, seperti predator dan parasitoid. Petani diajarkan untuk tidak serta-merta menyemprot pestisida ketika melihat gejala serangan hama, tetapi terlebih dahulu melakukan pengamatan dan menghitung ambang ekonomi. Jika populasi hama masih di bawah ambang batas yang merugikan secara ekonomi, maka tindakan pengendalian kimia tidak perlu dilakukan.

Ibu Yulis selaku Kepala UPT Pertanian Karanggeneng menambahkan bahwa pemerintah daerah melalui dinas terkait akan terus mendampingi petani pasca sosialisasi ini. Bentuk pendampingan meliputi monitoring rutin ke lahan-lahan pertanian, penyediaan sarana dan prasarana pertanian yang ramah lingkungan, serta fasilitasi bagi petani yang ingin mengembangkan pertanian organik. Ia juga mengajak para petani untuk membentuk demo plot (demplot) percontohan di wilayah masing-masing sebagai wadah pembelajaran langsung di lapangan.

Sementara itu, Kopka Saeful selaku Babinsa Koramil 0812/15 Karanggeneng menyampaikan bahwa kehadiran Babinsa dalam kegiatan ini adalah bentuk komitmen TNI dalam menyukseskan program swasembada pangan nasional. Menurutnya, ketahanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab Kementerian Pertanian atau pemerintah daerah semata, tetapi merupakan tanggung jawab bersama, termasuk TNI melalui program pendampingan wilayah.

“Babinsa akan selalu hadir di tengah-tengah petani untuk memberikan motivasi dan pengawalan. Dengan adanya sosialisasi PPHT ini, kita berharap petani di Karanggeneng semakin cerdas dalam mengelola lahan sehingga kesejahteraan mereka meningkat. TNI tidak akan pernah lelah mendampingi para petani karena ini adalah bagian dari pengabdian kami kepada rakyat,” ujar Kopka Saeful dengan tegas di lokasi kegiatan.

Kopka Saeful juga menambahkan bahwa ke depannya ia bersama para penyuluh pertanian akan secara rutin turun ke sawah-sawah yang menjadi binaannya untuk memastikan para petani benar-benar menerapkan prinsip-prinsip PPHT yang telah disosialisasikan. Ia juga akan mengkoordinasikan dengan aparat desa dan kelompok tani untuk membentuk jadwal pengamatan hama secara berkala yang melibatkan seluruh petani di wilayah tersebut.

Bapak Nanang selaku PPL Karanggeneng dalam kesempatan tersebut memberikan tips praktis yang dapat langsung diterapkan oleh petani. Beberapa tips yang disampaikan antara lain penggunaan perangkap lampu untuk menangkap hama wereng, penanaman tanaman refugia di pinggir sawah untuk menarik musuh alami hama, serta pengaturan waktu tanam serentak dalam satu wilayah untuk memutus siklus hidup hama.

Para ketua kelompok tani yang hadir menyambut positif kegiatan ini. Mereka mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru yang sebelumnya tidak mereka ketahui. Beberapa di antaranya berjanji akan segera mengimplementasikan ilmu yang didapat di lahan pertanian masing-masing dan mengajak anggota kelompok lainnya untuk melakukan hal yang sama.

Kegiatan sosialisasi yang berlangsung selama kurang lebih tiga jam ini ditutup dengan sesi tanya jawab yang interaktif antara para petani dan narasumber. Para petani tidak ragu untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan teknis yang selama ini menjadi kendala di lapangan, dan para narasumber menjawab dengan lugas dan disertai contoh-contoh konkret. Acara kemudian ditutup dengan foto bersama sebagai kenang-kenangan dan komitmen bersama untuk mewujudkan pertanian yang produktif dan ramah lingkungan di Kecamatan Karanggeneng.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan para petani di Desa Prijekngablak dan sekitarnya mampu meningkatkan hasil panennya sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Ke depan, program Sekolah Lapang PPHT akan terus digalakkan di berbagai desa lain di wilayah Kabupaten Lamongan guna mendukung program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan oleh pemerintah pusat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *