Kabupaten Lamongan Segera Terima Bantuan Sarana Irigasi dari Kementan

Infolamongan.com – Pemerintah Kabupaten Lamongan akan segera menerima bantuan irigasi perpompaan dan perpipaan dari Kementerian Pertanian dalam pekan ini. Bantuan tersebut menjadi langkah konkret dalam memperkuat ketahanan air untuk kebutuhan pertanian, khususnya menghadapi musim kemarau yang diprediksi akan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan. Langkah ini juga menjadi bukti perhatian serius pemerintah pusat terhadap sektor pertanian di Lamongan yang dikenal sebagai salah satu lumbung pangan nasional.

Kepastian tersebut disampaikan pada kunjungan kerja Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Kementerian Pertanian Hermanto di Desa Balongwangi dan Desa Wonokromo, Kecamatan Tikung, Jumat (10/4/2026). Dalam kunjungan tersebut, Dirjen Hermanto didampingi oleh sejumlah pejabat eselon II dan III Kementerian Pertanian serta rombongan teknis yang akan melakukan asesmen lapangan untuk menentukan titik-titik pemasangan pompa irigasi yang paling strategis.

Mendampingi kunjungan tersebut, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyampaikan apresiasi yang mendalam atas perhatian pemerintah pusat dalam mendukung sektor pertanian di Lamongan. Bupati yang akrab disapa Pak Yes menuturkan bahwa berbagai langkah antisipasi telah dilakukan sejak dini, termasuk koordinasi lintas perangkat daerah untuk memastikan kesiapan menghadapi musim kemarau. Pemenuhan kebutuhan air untuk pertanian juga memiliki dampak penting untuk mempertahankan predikat lumbung pangan nasional yang telah melekat pada Kabupaten Lamongan selama bertahun-tahun.

“Memasuki musim kemarau, seluruh OPD di Lamongan telah berkoordinasi untuk melakukan persiapan, terutama dalam memetakan sumber-sumber air yang masih tersedia. Kami tidak ingin petani di Lamongan mengalami kerugian akibat kekeringan yang setiap tahun menjadi momok. Tujuannya adalah mengupayakan agar pada musim tanam kedua (MT II) tidak ada yang mengalami gagal panen. Kami sudah memetakan wilayah-wilayah rawan kekeringan dan akan memprioritaskan bantuan irigasi di sana,” tutur Pak Yes.

Orang nomor satu di Kota Soto itu menambahkan bahwa optimalisasi sumber air akan maksimal dengan adanya bangunan irigasi perpompaan dan perpipaan. Bantuan yang akan segera dikirim pada pekan ini akan langsung dipasang di titik-titik yang telah ditentukan. Proses pemasangan akan dilakukan secara simultan oleh tim teknis dari Dinas Pertanian Kabupaten Lamongan bersama dengan personel dari Kementerian Pertanian, sehingga diharapkan dalam waktu singkat air sudah dapat mengalir ke sawah-sawah yang membutuhkan.

“Lamongan menjadi prioritas penerima bantuan karena merupakan salah satu lumbung pangan di Jawa Timur. Ini penting untuk menjaga produktivitas pertanian tetap stabil. Jangan sampai karena musim kemarau, produksi padi kita turun drastis. Dengan adanya bantuan pompanisasi ini, kami optimis produktivitas pertanian di Lamongan tetap terjaga meskipun curah hujan menurun,” tambah Bupati.

Sementara itu, Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Kementerian Pertanian Hermanto menegaskan bahwa pemerintah pusat berkomitmen untuk memastikan tanaman padi di lapangan tidak mengalami kekeringan saat musim kemarau. Menurutnya, pengairan yang memadai merupakan faktor paling krusial dalam keberhasilan panen. Tanpa air yang cukup, berbagai upaya lain seperti pemupukan dan pengendalian hama akan menjadi sia-sia karena tanaman akan mati atau tidak berbuah secara optimal.

“Kita pastikan air yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para petani. Saat ini, kondisi waduk di Lamongan masih cukup dengan ketinggian air sekitar tiga meter. Ini adalah kabar baik. Tinggal bagaimana kita mengalirkan air tersebut ke lahan pertanian yang jauh dari sumber air. Di sinilah peran pompa irigasi dan jaringan perpipaan menjadi sangat penting. Kami tidak ingin air melimpah di waduk tetapi petani di hilir justru kekeringan,” jelas Hermanto.

Ia juga memastikan bahwa pemasangan irigasi perpompaan akan dilakukan paling lambat minggu depan agar distribusi air ke sawah dapat segera berjalan. Target pemasangan yang ambisius ini dimungkinkan karena Kementerian Pertanian telah menyiapkan tim teknis yang berpengalaman dan peralatan yang memadai. Selain itu, dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam hal penyediaan data dan akses lokasi juga sangat membantu percepatan proses ini.

“Bantuan ini diupayakan agar kondisi tanaman yang saat ini sudah berusia lebih dari satu bulan (dengan perkiraan panen pada bulan Juni mendatang) tidak akan terjadi gagal panen. Kami paham betul bahwa bagi petani, kehilangan satu kali musim panen adalah pukulan ekonomi yang sangat berat. Oleh karena itu, kami bekerja dengan target waktu yang ketat agar pompa-pompa ini sudah berfungsi sebelum tanaman memasuki fase kritis yang paling membutuhkan air,” ujarnya.

Dalam upaya antisipasi kekeringan musim kemarau, Pemerintah Kabupaten Lamongan juga akan melakukan normalisasi waduk dan sungai. Pengerukan sedimentasi di waduk dan sungai-sungai utama akan dilakukan untuk meningkatkan kapasitas tampung dan kelancaran aliran air. Normalisasi ini akan dikerjakan secara bertahap dengan melibatkan alat berat dan juga kerja bakti masyarakat. Pemanfaatan potensi sumber air yang ada akan terus dioptimalkan guna menjaga ketersediaan air bagi pertanian sepanjang tahun.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lamongan yang turut hadir dalam kunjungan tersebut menjelaskan bahwa bantuan irigasi perpompaan ini akan sangat membantu petani di wilayah yang selama ini sulit mendapatkan air. Menurutnya, ada sejumlah desa di Kecamatan Tikung dan sekitarnya yang setiap musim kemarau selalu mengalami kekeringan parah. Dengan adanya pompa yang mampu menyedot air dari sungai atau waduk terdekat, lahan-lahan tersebut kini bisa ditanami padi pada musim kemarau.

“Kami telah mendata setidaknya 200 hektare lahan yang selama ini hanya bisa ditanami sekali setahun karena keterbatasan air. Dengan bantuan pompa irigasi ini, lahan-lahan tersebut berpotensi untuk ditanami dua kali setahun. Ini akan meningkatkan pendapatan petani secara signifikan,” jelas Kepala Dinas Pertanian.

Para petani yang hadir dalam kunjungan Dirjen Hermanto menyambut gembira kabar bantuan ini. Beberapa perwakilan kelompok tani menyampaikan rasa terima kasih mereka kepada pemerintah pusat dan Pemkab Lamongan yang terus memperjuangkan kebutuhan petani. Mereka berjanji akan menjaga dan merawat dengan baik sarana irigasi yang akan dipasang agar dapat bertahan lama dan memberikan manfaat berkelanjutan.

Dengan akan segera terealisasinya bantuan sarana irigasi ini, diharapkan produktivitas pertanian di Lamongan tetap terjaga dan target swasembada pangan nasional dapat terus dipertahankan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *