Destinasi Wisata Pantura Lamongan Borong Kunjungan Wisatawan di Libur Nataru 2025

Infolamongan.com – Geliat pariwisata Kabupaten Lamongan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 menunjukkan tren yang jelas: kawasan pantura (pantai utara) menjadi magnet utama bagi ribuan wisatawan. Data resmi dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Lamongan mengungkap dominasi yang signifikan dari destinasi-destinasi yang terletak di wilayah pesisir utara Lamongan dalam menyerap kunjungan wisatawan selama puncak musim liburan.

Kepala Disparbud Lamongan, Siti Rubikah, dalam keterangan resminya di kantor dinas setempat pada Selasa (30/12/2025), menyatakan bahwa akumulasi kunjungan dari tanggal 13 hingga 25 Desember 2025 mencapai angka 89.950 wisatawan. Yang mencengangkan, sebanyak 87.257 kunjungan atau sekitar 97% di antaranya tercatat di berbagai objek wisata yang berada di wilayah pantura.

“Dari akumulasi data kunjungan kami, destinasi wisata di wilayah pantura mendominasi pada momen libur Nataru 2025. Memang wilayah pantura memiliki ragam wisata yang ditawarkan, mulai wisata alam, religi, edukasi, hingga fantasi,” tutur Siti Rubikah, mengonfirmasi tren tersebut.

Rekap Kunjungan: Wisata Religi dan Alam Paling Dijubeli

Data yang dirilis Disparbud memberikan gambaran rinci tentang preferensi wisatawan. Destinasi wisata religi menjadi primadona dengan angka yang sangat tinggi. Kompleks Makam Sunan Drajat, salah satu Wali Songo di Kecamatan Paciran, menjadi tujuan utama dengan 33.646 kunjungan. Sementara itu, Makam Maulana Ishaq di Kemantren, Paciran, juga tak kalah ramai, menarik 36.844 wisatawan. Kombinasi dari ziarah, napak tilas sejarah penyebaran Islam, dan atmosfer spiritual khas pesisiran menjadi daya tarik kuat, terutama di hari-hari libur keagamaan Natal yang banyak dimanfaatkan untuk wisata religi.

Di sektor wisata alam dan fantasi, destinasi pantura juga unggul. Goa Maharani Zoo, yang memadukan keindahan stalaktit-stalaktit dengan taman satwa di Kecamatan Lamongan, berhasil menarik 9.457 pengunjung. Pantai Klayar dengan pasir putih dan pemandangan lautnya menjadi pilihan wisatawan yang ingin menikmati alam, dengan 6.851 kunjungan. Sementara itu, wisata desa dengan konsep konservasi mangrove dan pemandangan sunset di Pantai Kutang, Brondong, dikunjungi oleh 459 wisatawan.

Faktor Pendongkrak: Aksesibilitas yang Semakin Terjangkau

Menurut Kepala Disparbud Lamongan, tingginya animo masyarakat ke kawasan pantura tidak lepas dari perbaikan infrastruktur transportasi yang signifikan dalam dua tahun terakhir. “Banyaknya wisatawan yang berkunjung ke destinasi wisata pantura juga didukung oleh mudahnya akses transportasi,” ujar Rubikah.

Ia merujuk pada dua peluncuran layanan Bus Trans Jatim yang sangat strategis. Pertama, pada Agustus 2024, diluncurkan Bus Trans Jatim Joko Tingkir Koridor IV yang menghubungkan Paciran (gerbang wisata pantura Lamongan) dengan Bunder Gresik. Layanan ini memudahkan wisatawan dari wilayah Gresik dan sekitarnya untuk mengakses Lamongan tanpa kendala. Kedua, yang lebih baru, pada Oktober 2025, diluncurkan Bus Trans Jatim Koridor VII yang secara langsung menghubungkan Terminal Lamongan (di pusat kota) dengan Terminal Paciran di jantung kawasan wisata pantura.

“Kehadiran bus-bus trans ini sangat membantu. Wisatawan dari Surabaya atau Gresik bisa naik bus koridor lain yang terintegrasi, kemudian transit atau langsung menuju Paciran dengan tarif yang terjangkau dan nyaman. Ini mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi dan kemacetan,” jelas Rubikah. Infrastruktur transportasi umum yang andal ini diyakini menjadi salah satu kunci peningkatan kunjungan yang merata dan berkelanjutan.

Potensi Wisata Non-Pantura: Hidden Gems yang Menanti Sentuhan

Meski pantura mendominasi, Siti Rubikah menegaskan bahwa hal tersebut tidak mencerminkan kelemahan destinasi di wilayah lain di Lamongan. Ia menyebutkan sejumlah hidden gems atau potensi wisata tersembunyi di wilayah selatan dan tengah Lamongan yang memiliki karakter dan ikon tersendiri.

“Wilayah lain juga memiliki ikon tersendiri. Seperti di wilayah Ngimbang terdapat wisata sejarah makam Nyi Andong Sari. Di Kecamatan Sugio ada Wisata Edukasi Gondang Outbond (Wego) yang cocok untuk keluarga. Kecamatan Mantup memiliki Istana Gunung Mas 27, destinasi wisata keluarga dengan arsitektur unik bergaya Jawa-Cina yang sangat fotogenik,” paparnya.

Namun, Rubikah mengakui bahwa tantangan utama untuk destinasi non-pantura adalah aksesibilitas dan promosi yang masih perlu ditingkatkan. “Destinasi di selatan seringkali terkendala akses jalan yang belum sebaik pantura, serta promosi yang masih perlu lebih masif. Ke depan, Disparbud akan fokus pada pengembangan klaster wisata di selatan, pembenahan akses, dan membuat paket wisata terintegrasi yang menghubungkan destinasi pantura dan non-pantura,” imbuhnya.

Analisis dan Proyeksi Ke Depan

Dominasi wisata pantura pada Nataru 2025 ini memberikan beberapa sinyal penting. Pertama, kekuatan wisata religi masih sangat besar dan menjadi tulang punggung pariwisata Lamongan. Kedua, konektivitas transportasi publik terbukti menjadi game changer dalam mendistribusikan wisatawan. Ketiga, terdapat potensi besar yang belum tergarap optimal di wilayah non-pantura.

Pemerintah Kabupaten Lamongan, melalui Disparbud, diharapkan dapat mengambil langkah strategis. Di antaranya adalah: (1) Mempertahankan dan meningkatkan kualitas pelayanan di destinasi pantura yang sudah mapan, (2) Mempercepat pembangunan dan perbaikan infrastruktur pendukung di destinasi potensial non-pantura, (3) Melakukan promosi yang lebih agresif dan terfokus untuk mengenalkan wisata selatan, misalnya melalui media digital dan kerja sama dengan biro perjalanan, serta (4) Mengembangkan paket wisata yang berdurasi lebih panjang (2-3 hari) agar wisatawan tidak hanya singgah di pantura tetapi juga menjelajahi kekayaan lain Lamongan.

Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan pada musim liburan berikutnya, tidak hanya pantura yang ramai, tetapi juga terjadi pemerataan kunjungan yang dapat menggerakkan perekonomian masyarakat secara lebih luas di seluruh penjuru Kabupaten Lamongan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *