Polres Lamongan dan Diskoperindag Sidak LPG 3 Kg dan BBM Bersubsidi di Bulan Ramadhan, Stok Dipastikan Aman

Infolamongan.com – Memasuki bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lamongan bersama Dinas Koperasi dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Lamongan menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pangkalan LPG 3 Kg dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin (23/2/2026) ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi LPG bersubsidi serta BBM bersubsidi selama bulan puasa, sekaligus mengantisipasi potensi penyalahgunaan yang dapat merugikan masyarakat.

Kasat Reskrim Polres Lamongan, AKP Rizki Akbar Kurniafi, memimpin langsung kegiatan pengecekan tersebut bersama jajarannya, didampingi oleh Kepala Diskoperindag Lamongan, Anang Taufik. Sidak dilakukan di dua lokasi strategis, yakni Pangkalan LPG 3 Kg PT. Laju Jaya yang berlokasi di Jalan Pahlawan No. 108 Lamongan, serta SPBU 5462224 di Jalan Basuki Rahmat No. 174 Lamongan.

“Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen kami, Polres Lamongan bersama Diskoperindag, untuk memastikan kebutuhan pokok masyarakat, khususnya LPG 3 Kg dan BBM bersubsidi, tersedia dengan cukup dan harga tetap stabil selama bulan Ramadan. Kami juga ingin memastikan tidak ada indikasi penimbunan atau kecurangan yang merugikan warga,” ujar AKP Rizki di sela-sela kegiatan.

Pengecekan di Pangkalan LPG 3 Kg: Stok Aman dan Tepat Sasaran

Tim gabungan memulai sidak di Pangkalan LPG 3 Kg PT. Laju Jaya yang merupakan salah satu pangkalan besar di wilayah Kota Lamongan. Di lokasi ini, petugas melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap stok tabung gas melon bersubsidi, kelengkapan administrasi distribusi, serta memastikan tidak adanya indikasi penyimpangan seperti pengoplosan atau penjualan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Kepala Diskoperindag Lamongan, Anang Taufik, menjelaskan bahwa pihaknya secara khusus melakukan pengecekan terhadap berat isi tabung LPG 3 Kg. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya praktik curang berupa pengurangan isi gas yang merugikan konsumen.

“Kami lakukan pengecekan berat tabung untuk memastikan tidak ada yang kurang dari standar 3 Kg. Alhamdulillah, dari hasil pemeriksaan di pangkalan ini, semua tabung dalam kondisi sesuai standar dan tidak ditemukan indikasi kecurangan,” jelas Anang Taufik.

Hasil pengecekan menunjukkan bahwa stok LPG 3 Kg di pangkalan tersebut masih tersedia dalam jumlah yang mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Lamongan selama bulan Ramadan. Distribusi dari agen ke pangkalan juga berjalan lancar dan tepat sasaran. Tidak ditemukan adanya indikasi penimbunan atau penyalahgunaan LPG bersubsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu dan usaha mikro.

“Kami mengapresiasi pihak pangkalan yang sudah menjalankan distribusi dengan baik. Ini membuktikan bahwa sistem pengawasan yang ada berjalan efektif. Kami akan terus monitor secara berkala,” tambah AKP Rizki.

Pemeriksaan di SPBU: Takaran Sesuai, Stok BBM Terjamin

Usai memeriksa pangkalan LPG, tim bergeser ke SPBU 5462224 yang terletak di Jalan Basuki Rahmat, salah satu SPBU dengan volume penjualan tinggi di pusat Kota Lamongan. Di lokasi ini, petugas dari Diskoperindag melakukan serangkaian pengujian untuk memastikan kualitas dan kuantitas BBM bersubsidi, khususnya jenis Pertalite.

Pengawas pompa BBM melakukan pengecekan terhadap tandon atau tangki penyimpanan BBM jenis Pertalite menggunakan stik ukur. Pengecekan ini bertujuan untuk memastikan tidak ada campuran bahan lain yang dapat menurunkan kualitas BBM atau merugikan konsumen. Hasilnya, BBM jenis Pertalite di SPBU tersebut dinyatakan aman dan tidak tercampur dengan zat atau bahan bakar lain.

Selain pengecekan kualitas, tim Diskoperindag juga melakukan pengujian takaran BBM menggunakan bejana ukur yang telah terkalibrasi. Pengujian dilakukan dengan melakukan pembelian BBM dalam jumlah tertentu menggunakan dispenser, kemudian menuangkannya ke bejana ukur untuk memastikan volume yang keluar sesuai dengan indikator di mesin dispenser.

“Dari hasil pengujian menggunakan bejana ukur, takaran BBM di SPBU ini dinyatakan sesuai dengan ketentuan dan standar yang berlaku. Tidak ada indikasi kecurangan pengurangan takaran yang merugikan konsumen,” ujar Anang Taufik.

Terkait stok, pihak pengelola SPBU memastikan bahwa ketersediaan BBM, baik Pertalite, Pertamax, maupun solar, dalam kondisi aman dan mencukupi untuk kebutuhan masyarakat selama bulan Ramadan. Pasokan dari Pertamina berjalan lancar dan tidak ada kendala distribusi.

Hasil Sidak: Stok Aman, Harga Stabil

Dari hasil kegiatan monitoring dan pengecekan di dua lokasi tersebut, tim gabungan menyimpulkan bahwa hingga saat ini ketersediaan LPG 3 Kg dan BBM bersubsidi di wilayah Kabupaten Lamongan terpantau masih tercukupi dengan harga yang relatif stabil sesuai HET yang ditetapkan pemerintah.

Kasat Reskrim Polres Lamongan, AKP Rizki Akbar, menyatakan bahwa hasil ini merupakan kabar baik bagi masyarakat, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan energi selama bulan puasa. Pihaknya berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan secara berkala guna mencegah terjadinya penyimpangan, penimbunan, maupun kecurangan yang dapat merugikan masyarakat.

“Alhamdulillah, hasil sidak hari ini menunjukkan kondisi yang kondusif. Stok aman, distribusi lancar, dan tidak ditemukan pelanggaran. Namun kami tidak akan lengah. Pengawasan akan terus kami perketat, terutama menjelang hari raya Idul Fitri di mana biasanya kebutuhan meningkat,” tegas AKP Rizki.

Imbauan Kasihumas: Jangan Panic Buying

Secara terpisah, Kasi Humas Polres Lamongan, IPDA M. Hamzaid, mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Lamongan agar tidak melakukan panic buying atau pembelian berlebihan di luar kebutuhan selama bulan suci Ramadan. Ia memastikan bahwa stok LPG dan BBM dalam kondisi aman dan distribusi berjalan lancar.

“Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan LPG maupun BBM. Stok aman dan distribusi berjalan lancar. Kami akan terus melakukan pengawasan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi,” ujar IPDA Hamzaid.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk membeli LPG 3 Kg di pangkalan-pangkalan resmi dengan harga sesuai HET, serta tidak membeli dari pengecer yang menjual di atas harga pemerintah. Jika menemukan indikasi penimbunan, penjualan di atas HET, atau kecurangan lainnya, masyarakat diminta segera melapor ke pihak berwajib.

“Silakan manfaatkan layanan Call Center 110 Polri jika menemukan kecurangan atau indikasi pelanggaran terkait LPG dan BBM bersubsidi. Kami akan tindak lanjuti setiap laporan yang masuk,” tambahnya.

Antisipasi Lonjakan Permintaan Jelang Lebaran

Sidak yang dilakukan Polres Lamongan dan Diskoperindag ini merupakan bagian dari rangkaian operasi pasar dan pengawasan menjelang hari raya Idul Fitri. Biasanya, memasuki minggu-minggu terakhir Ramadan, permintaan LPG dan BBM mengalami lonjakan signifikan seiring dengan meningkatnya aktivitas masyarakat, termasuk arus mudik.

Kepala Diskoperindag Lamongan, Anang Taufik, menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Pertamina dan agen-agen LPG untuk memastikan pasokan tambahan jika diperlukan. Stok cadangan juga disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan.

“Kami sudah komunikasi dengan Pertamina dan para agen. Insya Allah pasokan aman. Kami juga akan terus turun ke lapangan untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan tidak ada oknum yang memanfaatkan situasi untuk mencari keuntungan pribadi,” jelas Anang.

Sinergi Polres dan Diskoperindag untuk Pengawasan Berkelanjutan

Kegiatan sidak ini menunjukkan sinergi yang kuat antara aparat penegak hukum dan instansi teknis daerah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga barang kebutuhan pokok masyarakat. Polres Lamongan dan Diskoperindag berkomitmen untuk terus melakukan monitoring secara berkala di seluruh kecamatan di Kabupaten Lamongan.

AKP Rizki Akbar menambahkan bahwa pihaknya juga akan melibatkan Bhabinkamtibmas di desa-desa untuk turut memantau distribusi LPG dan BBM di tingkat bawah. Jika ditemukan indikasi penimbunan atau penjualan tidak wajar, Bhabinkamtibmas dapat segera melaporkan ke Polres untuk ditindaklanjuti.

“Kami ingin memastikan bahwa seluruh masyarakat Lamongan, dari kota hingga pelosok desa, dapat menikmati LPG dan BBM dengan harga wajar dan pasokan yang cukup. Tidak boleh ada warga yang kesulitan mendapatkan kebutuhan energi hanya karena ulah oknum tidak bertanggung jawab,” tegasnya.

Respons Positif dari Pengusaha dan Masyarakat

Langkah Polres Lamongan dan Diskoperindag melakukan sidak mendapat respons positif dari para pengusaha pangkalan LPG dan pengelola SPBU. Mereka mengaku tidak keberatan dengan pemeriksaan dan justru mendukung upaya pengawasan yang dilakukan pemerintah.

“Kami siap diawasi dan diperiksa kapan saja. Justru dengan adanya pengawasan seperti ini, kami bisa membuktikan bahwa kami menjalankan usaha secara jujur dan sesuai aturan. Ini juga baik untuk menjaga kepercayaan konsumen,” ujar perwakilan PT. Laju Jaya.

Warga Lamongan yang ditemui di sekitar lokasi sidak juga mengapresiasi langkah kepolisian dan Diskoperindag. Mereka berharap pengawasan seperti ini terus dilakukan, terutama menjelang Lebaran, agar tidak ada kelangkaan LPG seperti yang pernah terjadi di tahun-tahun sebelumnya.

“Bagus kalau polisi dan dinas turun langsung cek. Jadi kami sebagai konsumen merasa tenang. Jangan sampai nanti mendekati Lebaran malah susah cari gas atau harganya naik. Semoga terus diawasi,” ujar Siti, seorang ibu rumah tangga warga Lamongan.

Komitmen Polres Lamongan Jaga Stabilitas Harga dan Pasokan

Kapolres Lamongan, melalui Kasat Reskrim, menegaskan bahwa pengawasan terhadap distribusi LPG 3 Kg dan BBM bersubsidi akan terus dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya selama bulan Ramadan, tetapi juga di luar bulan puasa. Pihaknya berkomitmen untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan guna melindungi kepentingan masyarakat luas.

“Kami tidak ingin ada spekulan yang memanfaatkan momen Ramadan untuk menimbun barang atau menjual di atas harga eceran tertinggi. Ini adalah tindak pidana dan akan kami tindak tegas. Masyarakat juga diharapkan berperan aktif melaporkan jika menemukan indikasi pelanggaran,” pungkas AKP Rizki.

Dengan sinergi yang kuat antara Polres Lamongan, Diskoperindag, dan masyarakat, diharapkan bulan suci Ramadan tahun ini dapat berjalan dengan lancar, aman, dan penuh berkah bagi seluruh warga Kabupaten Lamongan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *