Infolamongan.id – Komitmen Komando Distrik Militer (Kodim) 0812/Lamongan dalam membina prajurit dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang tidak hanya unggul secara teknis militer tetapi juga berintegritas tinggi dan sejahtera secara finansial kembali ditegaskan. Melalui forum Jam Komandan yang dipimpin langsung oleh Dandim 0812/Lamongan, Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo, disampaikan pengarahan tegas mengenai larangan terlibat dalam pinjaman online (pinjol). Kebijakan ini bukan sekadar imbauan, melainkan sebuah instruksi yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kewaspadaan, dan kedisiplinan seluruh personel terhadap bahaya laten yang dapat merusak stabilitas keuangan dan kinerja, Rabu (29/10/2025).
Dalam suasana yang penuh khidmat dan penuh perhatian, Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo memaparkan dengan gamblang berbagai risiko dan dampak negatif yang mengintai di balik kemudahan mengajukan pinjaman online. Jam Komandan, yang biasanya menjadi wahana untuk menyampaikan kebijakan operasional dan pembinaan, kali ini difokuskan untuk melindungi prajurit dan keluarganya dari jerat finansial yang berkedok solusi instan.
Pinjol: Solusi Instan yang Berujung Petaka Finansial
Dandim memulai paparannya dengan menjelaskan mekanisme dan karakteristik pinjol yang seringkali menjebak. Ia menekankan bahwa meskipun terlihat mudah dan cepat, pinjol kerap membawa beban yang sangat berat di kemudian hari. “Pinjol dapat menyebabkan masalah keuangan yang serius jika tidak dikelola dengan baik,” tegas Dandim di hadapan seluruh prajurit dan PNS.
Masalah serius yang dimaksud bukan hanya terbatas pada bunga yang tinggi, tetapi juga pada pola debt cycle (siklus utang) yang sulit diputus. Seseorang yang terjebak pinjol sering kali terpaksa meminjam dari platform lain hanya untuk menutup utang yang sebelumnya, creating a vicious cycle that can lead to financial ruin. Dandim dengan lugas mengimbau seluruh jajarannya untuk tidak terlibat dalam pinjol dan lebih bijak dalam mengelola keuangan pribadi dan keluarga. Ia menyarankan untuk memprioritaskan pengeluaran berdasarkan kebutuhan, menabung, dan jika benar-benar membutuhkan pinjaman, untuk memilih lembaga keuangan yang resmi dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Aturan Tegas dan Sanksi Nyata bagi Pelanggar
Sebagai institusi yang berbasis pada hierarki dan disiplin, TNI memiliki aturan yang jelas dan tegas terkait dengan perilaku finansial prajuritnya. Letkol Deni dengan tegas mengingatkan bahwa pelanggaran terhadap larangan terlibat pinjol ini bukanlah hal yang dianggap sepele. “Pelanggaran terhadap aturan tersebut dapat berakibat pada sanksi administratif maupun hukum,” tegasnya.
Sanksi administratif dapat berupa teguran lisan, teguran tertulis, hingga penundaan kenaikan pangkat. Dalam tingkatan yang lebih serius, pelanggaran ini dapat diproses secara hukum militer karena dinilai telah melanggar disiplin dan etika profesi yang dapat merusak nama baik institusi. Penekanan ini menunjukkan bahwa Kodim 0812/Lamongan serius dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari praktik-praktik keuangan yang tidak sehat dan berpotensi menimbulkan konflik.
Disiplin Finansial: Pondasi Kesejahteraan dan Kinerja Prajurit
Lebih dari sekadar larangan, Dandim Deni menekankan pentingnya membangun kesadaran dan disiplin yang tinggi dari dalam diri setiap individu. “Dengan kesadaran dan disiplin yang tinggi, prajurit dan PNS Kodim 0812/Lamongan dapat menghindari bahaya pinjol dan mencapai kestabilan keuangan,” ujarnya.
Disiplin finansial diajarkan sebagai bagian integral dari disiplin sebagai prajurit. Seorang prajurit yang mampu mengelola keuangannya dengan baik akan memiliki pikiran yang tenang dan fokus, jauh dari stres dan tekanan akibat masalah utang. Kondisi keuangan yang stabil ini secara langsung akan berdampak positif pada kinerjanya dalam menjalankan tugas-tugas negara. Ia akan lebih berkonsentrasi, memiliki moral yang tinggi, dan mampu memberikan yang terbaik bagi institusi tanpa dibebani oleh persoalan pribadi.
Harapan Dandim: Prajurit yang Sejahtera dan Berkinerja Tinggi
Dalam penutup arahannya, Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo menyampaikan harapan besarnya. “Selaku Komandan, saya berharap penekanan ini dapat meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan Prajurit dan PNS Kodim 0812/Lamongan terhadap bahaya pinjol dan membantu mereka mengelola keuangan dengan lebih bijak,” tuturnya.
Harapan ini tidak berhenti pada aspek finansial semata. Dandim juga berharap bahwa kegiatan ini dapat meningkatkan kedisiplinan dan kesadaran prajurit secara keseluruhan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Sebuah pemahaman bahwa kedisiplinan adalah nilai universal yang diterapkan dalam segala aspek, mulai dari lapangan tempur hingga ke meja keuangan keluarga.
Dengan pengarahan yang proaktif dan preventif ini, Kodim 0812/Lamongan tidak hanya membentuk prajurit yang tangguh di medan latihan, tetapi juga pribadi-pribadi yang tangguh dalam menghadapi tantangan kehidupan modern, termasuk godaan finansial. Dampak positif yang diharapkan adalah terwujudnya peningkatan kinerja dan kesejahteraan prajurit dan PNS, yang pada akhirnya akan memperkuat ketahanan dan profesionalisme satuan secara keseluruhan. Langkah ini merupakan investasi jangka panjang dalam membangun Sumber Daya Manusia TNI yang unggul, berintegritas, dan siap menghadapi segala bentuk tantangan, baik yang bersifat fisik maupun non-fisik.









