Infolamongan.com – Suasana Komando Distrik Militer (Kodim) 0812/Lamongan pada Sabtu (31/01/2026) pagi tampak berbeda. Biasanya diisi oleh aktivitas kedinasan yang tegas dan terstruktur, kali ini area Makodim riuh oleh celoteh ceria dan tawa riang puluhan siswa-siswi PAUD Aisyiyah Bustanul Athfal III. Mereka hadir dalam kunjungan edukatif yang merupakan bagian dari program “Chatting Class”, sebuah inisiatif untuk mengenalkan lingkungan dan nilai-nilai kemiliteran kepada generasi muda sejak usia dini. Kedatangan bocah-bocah mungil ini disambut dengan hangat oleh Pasi Ops Kodim 0812/Lamongan, Kapten Inf Yusniadi, beserta segenap anggota Staf Ops.
Kunjungan ini bukan sekadar tur wisata, melainkan investasi jangka panjang dalam membangun fondasi nasionalisme, kedisiplinan, dan persepsi positif terhadap institusi Tentara Nasional Indonesia (TNI) di benak calon penerus bangsa. Dengan pendekatan yang ramah dan interaktif, Kodim 0812 Lamongan menunjukkan bahwa di balik seragam hijau dan misi pertahanan, ada sosok-sosok yang siap menjadi sahabat dan inspirasi bagi anak-anak.
Menyambut Generasi Penerus dengan Hangat
Rombongan kecil dari PAUD Aisyiyah Bustanul Athfal III yang didampingi para guru pembimbing tiba dengan penuh antusias. Mereka langsung disambut oleh Kapten Inf Yusniadi dan tim di lapangan Makodim. Sambutan yang hangat dan senyuman dari para prajurit langsung mencairkan suasana, menghapus jarak antara dunia militer yang sering dianggap kaku dengan dunia anak-anak yang penuh keceriaan.
Kapten Inf Yusniadi dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kunjungan ini. Ia menekankan bahwa kegiatan semacam ini adalah sarana yang sangat efektif untuk mendekatkan TNI dengan masyarakat, dimulai dari kelompok usia termuda. “Kami sangat mengapresiasi kunjungan ini. Ini adalah momentum penting untuk menanamkan rasa cinta tanah air dan disiplin sejak usia dini. Kami ingin anak-anak melihat bahwa TNI adalah sahabat masyarakat yang bertugas menjaga kedaulatan negara,” ujar Kapten Yusniadi.
Pernyataan ini mengandung visi yang jelas: membangun relasi emosional positif antara TNI dan masyarakat sejak dini, sekaligus menanamkan benih patriotisme dengan cara yang menyenangkan dan tidak menakutkan.
Materi Edukatif: Pengenalan Tugas TNI dan Simbol Negara dengan Bahasa Sederhana
Setelah sambutan, kegiatan inti dimulai. Dipandu oleh Serda Hendra dari Staf Operasional, anak-anak diajak untuk mengenal dunia TNI. Materi disampaikan dengan metode “Chatting Class”, yang mengedepankan dialog interaktif dua arah, bukan ceramah satu arah. Bahasa yang digunakan pun disesuaikan, sederhana, ringan, dan mudah dicerna oleh anak usia dini.
Pertama, Serda Hendra memperkenalkan tugas pokok TNI, terutama peran satuan teritorial seperti Kodim. Dengan analogi yang mudah, dijelaskan bahwa tugas TNI adalah “menjaga rumah besar bernama Indonesia” agar aman dan tentram, melindungi semua orang di dalamnya dari gangguan. Penjelasan ini dikaitkan dengan nilai-nilai keberanian, tanggung jawab, dan gotong royong.
Kedua, diberikan edukasi mengenai simbol-simbol negara. Bendera Merah Putih, Lambang Garuda Pancasila, dan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya diperkenalkan kembali dengan penekanan pada makna dan rasa hormat yang harus ditanamkan. Momen ini menjadi penguatan terhadap pelajaran yang mungkin sudah mereka dapatkan di sekolah, namun dengan konteks dan pengalaman yang berbeda.
Tur Keliling Makodim: Melihat Fasilitas dan Perlengkapan dari Dekat
Bagian paling menarik bagi anak-anak adalah saat mereka diajak berkeliling area Makodim. Mereka diperlihatkan fasilitas kerja sederhana prajurit dan beberapa perlengkapan dasar yang digunakan dalam tugas sehari-hari, tentunya yang aman untuk diperlihatkan. Bisa jadi mereka diperkenalkan pada model atau replika peralatan komunikasi, melihat kendaraan dinas dari dekat, atau area apel yang biasanya digunakan untuk upacara.
Pemandu, Serda Hendra, dengan sabar menjelaskan fungsi setiap benda yang dilihat, selalu diselingi dengan pertanyaan-pertanyaan ringan kepada anak-anak untuk menjaga interaksi. “Ini namanya radio, untuk ngobrol sama teman prajurit yang jauh,” atau “Mobil ini warnanya hijau seperti seragam kita, biar bisa menyamarkan diri saat menjalankan tugas di hutan,” kira-kira begitu contoh penjelasan yang diberikan.
Pengalaman sensorik dan visual ini sangat kuat. Melihat, mendengar, dan (jika diizinkan) menyentuh langsung hal-hal yang berkaitan dengan TNI akan menciptakan memori yang lebih melekat dibandingkan hanya melihat gambar di buku.
Tujuan Sekolah: Pengalaman Langsung dan Penanaman Cita-Cita
Di balik kunjungan ini, pihak sekolah PAUD Aisyiyah Bustanul Athfal III memiliki tujuan pendidikan yang mulia. Mereka menyatakan bahwa kegiatan “Chatting Class” ini dirancang untuk memberikan pengalaman langsung (hands-on experience) kepada siswa di luar ruang kelas.
Dengan melihat secara langsung aktivitas, kedisiplinan, dan kerapian yang diterapkan di lingkungan militer, diharapkan dapat menanamkan nilai-nilai positif seperti ketertiban, tanggung jawab, dan rasa hormat. Lebih dari itu, sekolah berharap kunjungan ini dapat membangun cita-cita dan semangat pengabdian sejak dini. Siapa tahu, di antara bocah-bocah yang hadir, kelak akan tumbuh seorang prajurit, pemimpin, atau warga negara yang memiliki loyalitas tinggi kepada bangsa karena pernah mendapat kesan positif di usia emasnya.
Penutupan yang Berkesan: Foto Bersama dan Kenang-kenangan
Kegiatan yang penuh keceriaan dan antusiasme ini ditutup dengan sesi foto bersama di depan gedung Makodim atau dengan latar kendaraan dinas. Momen ini menjadi dokumentasi berharga bagi anak-anak, guru, dan juga prajurit Kodim. Selain itu, dilakukan pula penyerahan kenang-kenangan simbolis dari Kodim 0812 Lamongan kepada perwakilan sekolah, sebagai tanda terima kasih dan pengikat memori akan hari yang spesial ini.
Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh tawa. Wajah-wajah polos yang penuh rasa ingin tahu dan senyum lebar para prajurit menjadi bukti bahwa kegiatan ini sukses mencapai tujuannya.
Dampak Jangka Panjang: Investasi Sosial yang Tak Terukur
Kunjungan “Chatting Class” PAUD ke Kodim 0812 Lamongan ini adalah bentuk investasi sosial dan nation building yang sangat cerdas. Dampaknya bersifat jangka panjang:
-
Dekonstruksi Stereotip: Menghapus kesan angker dan menakutkan tentang TNI, menggantinya dengan citra sahabat, pelindung, dan inspirator.
-
Internalisasi Nilai Dasar: Menanamkan nilai cinta tanah air, kedisiplinan, dan hormat pada simbol negara secara subliminal melalui pengalaman menyenangkan.
-
Pembangunan Hubungan yang Berkelanjutan: Menciptakan ikatan emosional antara institusi TNI dengan generasi muda dan komunitas pendidikan, yang akan berbuah menjadi dukungan publik di masa depan.
-
Inspirasi dan Motivasi: Memberikan role model nyata tentang profesi yang bertanggung jawab dan penuh dedikasi.
Dengan membuka pintu bagi celoteh ceria anak PAUD, Kodim 0812 Lamongan tidak hanya sedang menghibur tamu kecil, tetapi sedang dengan lembut dan penuh kasih, menyemai benih kecintaan pada Indonesia di hati para calon pemilik masa depan negeri ini.









