Persit KCK Kodim Lamongan Panen Raya di Kampung Pangan Terpadu, Hasilkan Cabai, Tomat, Terong, dan Telur Ayam

Infolamongan.com – Dalam upaya konkret mendukung program ketahanan pangan nasional dan membangun kemandirian ekonomi di tingkat keluarga, Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang XXVII Kodim 0812 Lamongan menunjukkan peran aktifnya. Jumat (23/01/2026) kemarin, organisasi istri prajurit TNI AD tersebut menggelar aksi panen raya di Kampung Pangan Terpadu Kodim 0812 Lamongan yang berlokasi di Desa Jotosanur, Kecamatan Tikung. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa gerakan pangan tidak hanya wacana, tetapi dapat dimulai dari pemanfaatan lahan terbatas secara optimal dan kolektif.

Panen raya dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Persit KCK Cabang XXVII Dim 0812 Lamongan, Ny. Henik Moh. Ngateno, yang didampingi oleh seluruh jajaran pengurus dan anggota Persit setempat. Komoditas yang berhasil dipanen mencerminkan keberhasilan pengelolaan lahan secara terpadu, meliputi hasil hortikultura (cabai, tomat, dan terong) serta hasil peternakan unggas berupa telur ayam petelur.

Kampung Pangan Terpadu: Model Sinergi TNI-Masyarakat

Kampung Pangan Terpadu di Desa Jotosanur bukanlah proyek dadakan. Ia merupakan inisiatif strategis Kodim 0812 Lamongan sebagai bagian dari program binaan teritorial TNI. Konsepnya adalah mengubah lahan tidur atau lahan yang kurang produktif di sekitar asrama atau wilayah Kodim menjadi sebuah kawasan pertanian dan peternakan skala kecil yang terintegrasi.

Pengelolaannya dilakukan secara sinergis dan gotong royong, melibatkan langsung prajurit TNI dari Kodim setempat dan anggota Persit KCK. Keterlibatan aktif anggota Persit—yang notabene adalah para istri prajurit—memberikan dimensi yang lebih dalam. Ini menunjukkan bahwa gerakan ketahanan pangan juga melibatkan dapur dan peran wanita dalam mengelola sumber daya keluarga. Kampung ini dirancang sebagai percontohan (model) dan laboratorium lapangan bagi masyarakat sekitar, khususnya warga Desa Jotosanur, untuk belajar dan mengadopsi cara-cara memanfaatkan pekarangan rumah mereka sendiri secara produktif.

Hasil Panen dan Pernyataan Kebanggaan

Di tengah cuaca cerah, para anggota Persit dengan riang memetik cabai merah yang ranum, tomat yang segar, terong ungu yang montok, serta mengumpulkan telur-telur ayam yang masih hangat. Suasana panen penuh dengan semangat dan kebanggaan akan hasil kerja keras selama beberapa bulan.

“Panen ini adalah bukti nyata bahwa dengan ketelatenan dan pemanfaatan lahan yang tepat, kita bisa membantu memenuhi kebutuhan dapur secara mandiri. Selain sayuran segar seperti tomat dan cabai, kami juga memanen telur ayam yang kualitasnya sangat baik,” ujar Ny. Henik Moh. Ngateno, Wakil Ketua Persit, dengan penuh semangat. Pernyataan ini menegaskan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi memiliki output yang langsung dapat dirasakan: produk pangan segar, sehat, dan bebas dari residu kimia berlebihan.

Dampak Multidimensi: Dari Keluarga Prajurit Hingga Inspirasi Masyarakat

Keberhasilan panen raya di Kampung Pangan Terpadu ini membawa dampak positif yang bersifat multidimensi, baik internal bagi keluarga besar TNI maupun eksternal bagi masyarakat.

  1. Kemandirian dan Penghematan Ekonomi Keluarga: Hasil panen yang melimpah akan didistribusikan dan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dapur anggota Persit dan keluarga prajurit Kodim 0812 Lamongan. Ini secara langsung membantu menekan pengeluaran rumah tangga di tengah fluktuasi harga pangan di pasaran, terutama untuk komoditas seperti cabai yang harganya seringkali bergejolak. Nilai tambahnya, sayuran yang dikonsumsi lebih segar dan terjamin proses penanamannya.

  2. Edukasi dan Pemberdayaan Anggota Persit: Bagi banyak anggota Persit, kegiatan ini menjadi sarana belajar praktis yang sangat berharga. Mereka mendapatkan ilmu langsung mengenai teknik menanam dan merawat tanaman hortikultura, sistem irigasi sederhana, serta dasar-dasar budidaya ayam petelur. Keterampilan ini dapat diaplikasikan di pekarangan rumah masing-masing, menciptakan “Kampung Pangan” mini di setiap keluarga.

  3. Inspirasi dan Stimulus bagi Masyarakat Sekitar: Keberhasilan Kodim dan Persit mengelola lahan menjadi produktif diharapkan menjadi pemicu dan contoh bagi warga Desa Jotosanur dan sekitarnya. Masyarakat dapat melihat secara langsung bahwa dengan lahan terbatas pun, mereka dapat memproduksi pangan untuk konsumsi sendiri. Kodim dan Persit siap menjadi mentor dalam gerakan “One House One Garden” atau Pekarangan Pangan Lestari (P2L).

  4. Kontribusi pada Ketahanan Pangan Nasional: Pada skala yang lebih luas, gerakan seperti ini adalah pondasi dari ketahanan pangan nasional. Ketahanan pangan dibangun dari ketahanan keluarga. Jika setiap keluarga, termasuk keluarga prajurit, mampu memproduksi sebagian kebutuhannya sendiri, maka ketergantungan pada pasokan besar dari luar akan berkurang. Ini adalah bentuk kontribusi nyata TNI di luar tugas pokoknya, yaitu mengamankan kedaulatan pangan dari tingkat paling dasar.

Komitmen Kodim 0812 Lamongan: Hadir di Semua Lini

Aksi panen raya oleh Persit ini adalah satu dari sekian banyak program pemberdayaan yang diinisiasi Kodim 0812 Lamongan. Melalui pernyataannya, Kodim terus menegaskan komitmen untuk hadir di tengah masyarakat tidak hanya sebagai penjaga keamanan (security), tetapi juga sebagai agen pembangunan (development) dan penggerak sosial (social catalyst).

Program teritorial seperti Kampung Pangan Terpadu, bantuan pertanian, pelatihan keterampilan, hingga pembinaan generasi muda, menunjukkan pendekatan TNI yang holistik dalam membangun ketahanan wilayah. Sinergi antara prajurit (melalui fungsi teritorial) dan anggota Persit (melalui fungsi pemberdayaan keluarga dan wanita) menciptakan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan.

Panen raya di Desa Jotosanur mungkin hanya menghasilkan beberapa keranjang cabai, tomat, terong, dan sejumlah telur. Namun, nilai simbolis dan edukasinya jauh lebih besar. Ia adalah pesan bahwa ketahanan pangan dimulai dari kesadaran, ketelatenan, dan gotong royong memanfaatkan setiap jengkal lahan. Dan dalam misi mulia ini, Persit KCK Cabang XXVII Kodim 0812 Lamongan telah membuktikan bahwa di balik prajurit yang tangguh, ada wanita-wanita perkasa yang turut menjaga ketahanan pangan keluarga dan menginspirasi bangsa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *