Dandim 0812 Lamongan Pimpin Aksi Jumat Bersih Sampah di Bengawan Jero Deket

Infolamongan.id – Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan hidup ditunjukkan secara nyata oleh jajaran Kodim 0812/Lamongan bersama seluruh unsur Forkopimda Kabupaten Lamongan. Pada Jumat (17/10/2025), Komandan Kodim (Dandim) 0812/Lamongan, Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo, memimpin langsung aksi “Jumat Bersih Sampah” yang digelar serentak di seluruh Indonesia oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI. Kegiatan yang berpusat di Dam Deket, Desa Sugihwaras (Kali Bengawan Jero), Kecamatan Deket ini menjadi bukti komitmen bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya kawasan perairan strategis di Lamongan.

Aksi bersih-bersih yang melibatkan berbagai elemen masyarakat ini difokuskan pada pembersihan sampah dan gulma enceng gondok di sungai Bengawan Jero, yang selama ini dikenal sebagai wilayah langganan banjir. Kehadiran langsung Dandim bersama jajaran Forkopimda memberikan dampak positif dan motivasi bagi seluruh peserta yang terlibat dalam aksi peduli lingkungan tersebut.

Komitmen TNI dalam Menjaga Lingkungan Hidup

Dalam kesempatan tersebut, Dandim 0812/Lamongan, Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi dan sinergi penting untuk menanggulangi masalah sampah, terutama yang mencemari sungai sehingga dapat menyebabkan banjir. “Kehadiran kami bersama Forkopimda hari ini menunjukkan bahwa masalah lingkungan, khususnya sampah, adalah tanggung jawab bersama. Sungai Bengawan Jero adalah urat nadi Lamongan, dan menjaganya dari tumpukan sampah harus menjadi prioritas,” ujar Letkol Inf Deni dengan penuh semangat.

Lebih lanjut, Dandim menekankan bahwa tugas TNI tidak hanya terbatas pada menjaga kedaulatan negara, tetapi juga membantu mengatasi kesulitan yang dihadapi rakyat, termasuk masalah sampah dan pencemaran lingkungan. “Kegiatan hari ini bukan hanya sekadar membersihkan, tapi juga menanamkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kebersihan sumber air kita, khususnya Bengawan Jero. Tugas TNI, selain menjaga kedaulatan, adalah membantu kesulitan rakyat. Sampah dan pencemaran adalah musuh bersama yang harus kita lawan dengan gotong royong,” tegas Dandim.

Partisipasi Aktif Seluruh Unsur Masyarakat

Aksi Jumat Bersih Sampah di Bengawan Jero ini diikuti oleh berbagai unsur masyarakat, mulai dari anggota TNI, Polri, Aparatur Sipil Negara (ASN), petugas kebersihan, hingga relawan dari berbagai organisasi kemasyarakatan. Para peserta terlihat bahu-membahu membersihkan berbagai jenis sampah yang menyumbat aliran air di sekitar Dam Deket, termasuk sampah plastik, dedaunan, dan gulma enceng gondok yang selama ini menjadi masalah serius di kawasan tersebut.

Suasana terlihat begitu semangat dan penuh kekeluargaan. Beberapa anggota TNI terlihat turun langsung ke dalam sungai untuk membersihkan sampah-sampah yang sulit dijangkau, sementara yang lain memunguti sampah di sepanjang bantaran sungai. Kerja sama yang solid antar semua pihak menjadi daya ungkit utama keberhasilan kegiatan ini.

Dukungan dan Apresiasi Bupati Lamongan

Bupati Lamongan, Dr. H. Yuhronur Efendi MBA., yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif dan kolaborasi yang terjalin dengan KLHK dan unsur pemerintah Daerah serta TNI Polri. “Kami sangat berterima kasih kepada KLHK atas dukungannya dan seluruh Forkopimda, terutama Bapak Dandim dan Kapolres beserta jajarannya, yang telah menunjukkan semangat gotong royong yang luar biasa,” ujar Bupati.

Lebih lanjut, Bupati yang akrab disapa Pak Yes ini menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti aksi bersih-bersih dengan program yang lebih berkelanjutan. “Masalah sampah di Lamongan, khususnya di wilayah sungai, adalah tantangan besar yang membutuhkan solusi berkelanjutan, bukan hanya seremonial. Kami akan menindaklanjuti aksi ini dengan penguatan regulasi pengelolaan sampah di tingkat desa, edukasi masif, serta penyediaan fasilitas pengolahan sampah terpadu.”

Bupati juga menekankan bahwa kebersihan sungai adalah kunci kesehatan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat Lamongan. Hal ini sejalan dengan visi Lamongan “Megilan Berhasil” yang tidak hanya fokus pada pembangunan ekonomi, tetapi juga pada pelestarian lingkungan yang bersih dan sehat.

Permasalahan Sampah di Bengawan Jero

Sungai Bengawan Jero selama ini menjadi salah satu sumber masalah banjir di Lamongan, terutama akibat sedimentasi dan penyumbatan oleh sampah serta gulma enceng gondok. Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lamongan, setiap tahunnya ribuan ton sampah mengalir melalui sungai ini, dengan komposisi terbesar berupa sampah plastik dan rumah tangga.

Permasalahan ini diperparah dengan masih rendahnya kesadaran masyarakat yang membuang sampah langsung ke sungai. Padahal, sungai Bengawan Jero tidak hanya berfungsi sebagai saluran drainase, tetapi juga menjadi sumber air bagi pertanian dan perikanan di sepanjang alirannya.

Program Berkelanjutan Pasca Aksi Bersih

Menyadari bahwa aksi bersih-bersih saja tidak cukup, Pemkab Lamongan bersama Kodim 0812/Lamongan telah menyusun program berkelanjutan untuk mengatasi permasalahan sampah di Bengawan Jero. Beberapa program yang akan dijalankan antara lain:

Pertama, program edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat yang tinggal di bantaran sungai tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Program ini akan melibatkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak sosialisasi.

Kedua, pembentukan kelompok masyarakat peduli sungai di setiap desa yang dilalui Bengawan Jero. Kelompok ini akan bertanggung jawab untuk memantau dan menjaga kebersihan sungai secara rutin.

Ketiga, penguatan regulasi melalui Perda tentang pengelolaan sampah, termasuk sanksi tegas bagi yang membuang sampah sembarangan ke sungai.

Keempat, optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang sudah ada, serta pembangunan TPST baru di beberapa titik strategis.

Harapan dan Dampak Jangka Panjang

Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo berharap, kegiatan “Jumat Bersih Sampah” ini dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai. “Kebersihan lingkungan, khususnya sungai, adalah kunci utama untuk mencegah bencana banjir dan mewujudkan kualitas hidup yang lebih baik bagi seluruh warga Lamongan,” tutup Dandim.

Dampak jangka panjang dari kegiatan semacam ini diharapkan dapat mengurangi frekuensi dan intensitas banjir di Lamongan, sekaligus meningkatkan kualitas air sungai Bengawan Jero. Yang tak kalah penting, terbentuknya budaya bersih dan peduli lingkungan di kalangan masyarakat Lamongan.

Dengan sinergi yang kuat antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat, masalah sampah di Lamongan diharapkan dapat tertangani dengan baik. Aksi Jumat Bersih Sampah ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi titik awal bagi perubahan perilaku masyarakat dan komitmen bersama untuk mewujudkan Lamongan yang bersih, sehat, dan bebas banjir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *