Infolamongan.com – Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mendampingi Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak melakukan peninjauan langsung kondisi jalan provinsi sekaligus penanganan banjir di wilayah Kecamatan Karanggeneng, tepatnya di depan Pondok Pesantren Matholi’ul Anwar, Desa Simo, Kecamatan Karanggeneng, pada Sabtu (14/3/2026). Peninjauan ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah kabupaten, provinsi, serta instansi terkait dalam menangani genangan banjir yang kerap melanda kawasan Bengawan Jero.
Kawasan Karanggeneng, khususnya ruas jalan di depan Ponpes Matholi’ul Anwar, memang dikenal sebagai langganan banjir setiap musim hujan. Genangan air dengan ketinggian bervariasi antara 30 hingga 60 sentimeter kerap mengganggu aktivitas warga, santri, dan lalu lintas kendaraan. Bahkan, para santri seringkali harus basah-basahan demi sampai ke sekolah. Keluhan masyarakat pun tak pernah surut, mendorong pemerintah untuk bergerak cepat mencari solusi.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi yang akrab disapa Pak Yes menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dukungan dan koordinasi yang terus dilakukan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur maupun Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dalam upaya penanganan banjir di Lamongan. Menurutnya, persoalan banjir di Bengawan Jero tidak bisa diselesaikan sendiri oleh pemerintah kabupaten karena berkaitan dengan sistem sungai, pintu air, hingga infrastruktur jalan yang menjadi kewenangan provinsi maupun pemerintah pusat.
“Terima kasih atas berbagai koordinasi yang telah kita lakukan bersama pemerintah provinsi maupun BBWS. Berbagai solusi satu per satu telah kita laksanakan, dan kita optimistis mudah-mudahan nanti saat Idul Fitri kondisi banjir di Lamongan sudah sangat berkurang,” tutur Pak Yes di sela-sela peninjauan.
Pak Yes menjelaskan bahwa penanganan banjir di wilayah Bengawan Jero terus dilakukan secara kolaboratif lintas kewenangan. Pemerintah Kabupaten Lamongan tidak tinggal diam. Berbagai upaya telah dan terus dilakukan, termasuk koordinasi intensif dengan provinsi dan pusat untuk mencari solusi permanen. Kehadiran Wagub Emil Dardak langsung di lokasi menjadi bukti bahwa pemerintah provinsi merespons serius keluhan warga Lamongan.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menegaskan bahwa keluhan warga tidak bisa didiamkan. Ia menjelaskan bahwa sejumlah langkah konkret telah dan akan dilakukan untuk mengurangi genangan di wilayah tersebut. Langkah-langkah tersebut meliputi penambahan jumlah hingga jam operasional pompa di beberapa titik Sungai Bengawan Jero, optimalisasi manajemen pintu air, serta peningkatan kapasitas penanganan yang telah berjalan sejak beberapa tahun terakhir.
“Keluhan warga tidak bisa kita diamkan. Karena itu kita mencari solusi operasionalnya, termasuk menambah jumlah pompa yang beroperasi dan melakukan pendekatan yang lebih spesifik sesuai kondisi di lapangan. Ini bukan pekerjaan mudah, tapi kita harus terus berupaya,” jelas Emil dengan tegas.
Sebagai langkah penanganan darurat yang langsung bisa dirasakan manfaatnya, pemerintah telah memasang kantong penahan atau tanggul sementara sepanjang sekitar 160 meter di lokasi rawan genangan. Kantong penahan ini berfungsi untuk mengarahkan aliran air dan mencegah meluasnya genangan. Dengan upaya tersebut, air akan diarahkan untuk menggenang sementara di badan jalan dan kemudian dipompa keluar menggunakan pompa apung agar segera surut. Metode ini dipilih sebagai solusi cepat di tengah keterbatasan infrastruktur permanen.
“Air memang akan menggenang di jalan, tetapi kita tangani dengan pompa apung. Ini adalah solusi jangka pendek yang kita harapkan bisa mengurangi dampak banjir bagi warga, terutama para pengguna jalan dan santri di ponpes ini. Selain itu kami juga mempertimbangkan langkah modifikasi cuaca yang mudah-mudahan bisa dilaksanakan untuk membantu mengurangi curah hujan,” tambah Emil.
Wagub Emil menegaskan bahwa langkah yang dilakukan saat ini merupakan penanganan jangka pendek yang sifatnya darurat, mengingat ruas jalan yang terdampak merupakan jalan provinsi yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi. Karena itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa telah menginstruksikan percepatan penanganan, termasuk perbaikan jalan yang sebelumnya juga telah dilakukan melalui program pembagian aspal.
Penanganan jangka panjang, lanjut Emil, tetap membutuhkan kajian dan perencanaan yang matang, termasuk kemungkinan normalisasi sungai, peningkatan kapasitas drainase, dan koordinasi dengan BBWS selaku pemilik kewenangan pengelolaan sungai. Namun, untuk saat ini, fokus utama adalah memastikan agar genangan tidak terlalu mengganggu aktivitas warga, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri yang tinggal menghitung hari.
Sementara itu, para pengurus Ponpes Matholi’ul Anwar yang turut mendampingi peninjauan menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian pemerintah. Mereka berharap upaya yang dilakukan dapat segera membuahkan hasil sehingga para santri dan warga sekitar tidak lagi kesulitan saat musim hujan tiba.
“Kami sangat berterima kasih kepada Pak Bupati dan Pak Wagub yang sudah datang langsung melihat kondisi kami. Semoga dengan perhatian ini, banjir di depan ponpes segera teratasi. Selama ini kalau hujan deras, santri-santri kami kesulitan masuk ke pondok karena jalan tergenang,” ujar salah satu pengurus ponpes.
Peninjauan yang dilakukan Bupati Yes dan Wagub Emil ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah hadir di tengah masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan. Sinergi antara kabupaten, provinsi, dan pusat diharapkan mampu mempercepat solusi atas persoalan banjir yang selama bertahun-tahun menjadi momok bagi warga Karanggeneng dan sekitarnya. Dengan berbagai upaya yang dilakukan, optimisme bahwa banjir akan berkurang, bahkan surut, semakin menguat. Warga Lamongan, terutama di kawasan Bengawan Jero, berharap Idul Fitri tahun ini bisa dirayakan dengan tenang tanpa dibayangi genangan air.









