Infolamongan.com – Dalam upaya mendukung program pemerintah untuk meningkatkan swasembada pangan nasional, Babinsa Koramil 0812/25 Sarirejo, Sertu Suwito, turun langsung ke lapangan mendampingi para petani melaksanakan penanaman padi di Dusun Panggung, Desa Simbatan, Kecamatan Sarirejo, pada Sabtu (25/4/2026). Kehadiran Babinsa di tengah para petani ini menjadi bukti nyata sinergi antara TNI dan masyarakat dalam mewujudkan ketahanan pangan di tingkat desa.
Kegiatan tanam padi ini dilaksanakan secara gotong royong yang melibatkan berbagai elemen. Selain Babinsa, hadir pula perwakilan dari UPT Pertanian Kecamatan Sarirejo serta para anggota Kelompok Tani setempat. Semangat kebersamaan terlihat jelas saat mereka bersama-sama turun ke sawah, menanam bibit padi dengan penuh antusiasme.
Jenis padi yang ditanam pada musim tanam kali ini adalah varietas Inpari. Varietas ini dikenal memiliki keunggulan produktivitas tinggi serta ketahanan yang baik terhadap serangan hama dan penyakit tanaman. Dengan memilih varietas unggul ini, para petani diharapkan dapat memperoleh hasil panen yang melimpah dan berkualitas.
Sertu Suwito, dalam keterangannya di sela-sela kegiatan, menyampaikan bahwa keterlibatan Babinsa dalam pendampingan pertanian merupakan wujud nyata kepedulian TNI terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani yang menjadi tulang punggung ketahanan pangan. Ia menegaskan bahwa TNI tidak hanya hadir dalam urusan pertahanan dan keamanan, tetapi juga aktif dalam pembangunan di sektor riil seperti pertanian.
“Kehadiran kami di sini adalah untuk memberikan motivasi dan semangat kepada para petani. Kami berharap, dengan sinergi antara TNI, UPT Pertanian, dan para petani, proses tanam ini dapat berjalan lancar sehingga hasil panen nanti bisa maksimal dan mampu menjaga ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Sarirejo, bahkan untuk Lamongan secara umum,” ujar Sertu Suwito.
Ia menambahkan bahwa pendampingan yang dilakukan Babinsa tidak berhenti pada saat tanam saja. Sertu Suwito menjelaskan bahwa dirinya akan terus aktif berkoordinasi dengan petugas dari UPT Pertanian untuk memantau perkembangan tanaman secara berkala. Mulai dari tahap pemupukan, pengendalian hama, hingga masa panen mendatang, semua akan mendapat perhatian serius.
“Kami akan terus turun ke sawah, melihat langsung kondisi tanaman, dan berdiskusi dengan petani jika ada kendala. Jika diperlukan, kami akan memfasilitasi petani untuk mendapatkan bantuan teknis dari penyuluh pertanian. Yang terpenting, para petani tidak merasa sendirian,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala UPT Pertanian Kecamatan Sarirejo, Ibu Fitri, memberikan apresiasi yang tinggi atas keterlibatan aktif Babinsa dalam kegiatan pertanian di wilayahnya. Menurutnya, pendampingan dari TNI sangat membantu dalam memberikan edukasi kepada petani mengenai pola tanam yang efisien dan penggunaan varietas unggul seperti Inpari.
“Kami sangat berterima kasih kepada Pak Babinsa yang selalu hadir mendampingi petani. Kehadiran beliau memberikan semangat tersendiri bagi para petani. Selain itu, koordinasi antara UPT Pertanian dan Babinsa juga berjalan sangat baik. Kami bersama-sama mengedukasi petani tentang teknik tanam yang benar, jarak tanam yang ideal, serta penggunaan pupuk yang tepat dosis,” ujar Ibu Fitri.
Ia juga menjelaskan bahwa varietas Inpari dipilih karena memiliki potensi hasil yang tinggi, yaitu dapat mencapai 8 hingga 10 ton gabah kering per hektare, tergantung pada perawatan dan kondisi lahan. Varietas ini juga relatif tahan terhadap wereng dan penyakit blas yang sering menjadi kendala utama petani.
Para petani di Dusun Panggung, Desa Simbatan, menyambut positif kegiatan pendampingan ini. Mereka merasa terbantu dengan kehadiran Babinsa dan petugas penyuluh yang selalu memberikan arahan. Salah satu petani mengungkapkan bahwa sebelumnya mereka sering kesulitan dalam menentukan pola tanam dan jenis bibit yang tepat.
“Dulu kami tanam asal-asalan, hasilnya ya kurang maksimal. Sekarang ada pendampingan dari Pak Babinsa dan Bu Fitri, jadi lebih terarah. Kami diajari cara menanam yang baik, pakai bibit unggul Inpari, dan dijanjikan akan terus didampingi sampai panen. Kami sangat senang,” ujar salah satu petani.
Sinergi yang terjalin erat di lapangan antara TNI, UPT Pertanian, dan para petani ini diharapkan mampu menciptakan iklim pertanian yang lebih produktif dan berkelanjutan bagi masyarakat Desa Simbatan dan sekitarnya. Dengan semangat gotong royong dan kerja sama yang solid, target swasembada pangan nasional bukanlah sekadar wacana, tetapi sesuatu yang dapat diwujudkan secara nyata.









