Infolamongan.com – Semangat swasembada pangan kembali menggelora di wilayah Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan. Pada Sabtu pagi yang cerah (14/02/2026), hamparan sawah di Dusun Munungkidul, Desa Munungrejo, berubah menjadi lautan emas. Bulir-bulir padi varietas Pakmis yang menguning dan merunduk siap untuk dipanen, menandai keberhasilan para petani setelah berbulan-bulan berjuang mengolah lahan.
Momen bersejarah bagi Kelompok Tani (Poktan) Sari Agung ini terasa semakin istimewa dengan hadirnya langsung Komandan Rayon Militer (Danramil) 0812/06 Ngimbang, Kapten Inf Mustoha, yang memimpin jalannya kegiatan Panen Raya. Kehadiran orang nomor satu di Koramil Ngimbang tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan wujud nyata komitmen TNI dalam mendampingi petani dan mendukung program ketahanan pangan nasional.
“Kami berkomitmen untuk terus mengawal para petani, mulai dari masa tanam hingga panen, guna memastikan target swasembada pangan di wilayah Ngimbang dapat tercapai dengan maksimal,” tegas Kapten Inf Mustoha di sela-sela kegiatannya memotong padi pertama.
Kegiatan panen raya ini tidak hanya dihadiri oleh para petani, tetapi juga menjadi ajang sinergi lintas sektor. Tampak hadir jajaran Muspika Kecamatan Ngimbang, antara lain Kasi Trantib Bapak Sujadi, SH yang mewakili Camat Ngimbang, serta Kapolsek Ngimbang Iptu I Wayan Sumantra, SH. Tak ketinggalan, Kepala Desa Munungrejo Bapak Sipuk turun langsung ke sawah untuk menyaksikan dan mendukung warganya. Kehadiran tim teknis dari Koordinator UPT Ngimbang, Bapak Suyanto, SP, dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Ibu Ani, menambah keyakinan bahwa panen kali ini dikelola dengan pendekatan pertanian yang baik dan terukur.
Metode Ubinan: Bukti Nyata Produktivitas Lahan
Salah satu puncak acara panen raya adalah pelaksanaan metode ubinan. Metode ini merupakan cara ilmiah untuk memprediksi produktivitas lahan secara riil, sehingga para petani dan pemangku kepentingan bisa mendapatkan gambaran akurat tentang hasil panen. Dengan didampingi tim teknis, dilakukan pengukuran plot lahan berukuran 2,5 x 2,5 meter atau seluas 6,25 meter persegi.
Proses pemanenan pada plot ubinan dilakukan secara hati-hati. Padi dipotong, dirontokkan, dan kemudian ditimbang di hadapan para hadirin. Hasilnya pun membuat wajah para petani berseri-seri. Dari plot seluas 6,25 m² tersebut, diperoleh berat gabah kering panen sebanyak 4,5 kilogram.
Data ini kemudian diekstrapolasi untuk menghitung potensi hasil per hektarnya. Dengan perhitungan standar, angka 4,5 kg per 6,25 m² mengindikasikan produktivitas yang sangat menjanjikan, mencapai kisaran 7,2 ton gabah kering panen per hektar. Capaian ini menjadi bukti keberhasilan penggunaan varietas unggul Pakmis, yang dikenal memiliki ketahanan baik terhadap hama dan cuaca di wilayah Ngimbang, serta penerapan teknik budidaya yang optimal.
Sinergi TNI-Polri dan Pemerintah Desa: Kunci Keberhasilan
Keberhasilan panen raya ini tidak lepas dari pendampingan intensif yang dilakukan oleh aparat keamanan setempat. Babinsa Desa Munungrejo, Serka Erhandi, dan Babinkamtibmas, Brigadir Bayu, disebut-sebut sebagai sosok yang hampir setiap hari turun ke sawah, berdiskusi dengan petani, dan membantu mengatasi berbagai kendala di lapangan.
“Kami merasakan betul manfaat pendampingan dari Pak Babinsa dan Pak Bhabin. Mereka tidak hanya datang saat panen, tapi sejak awal olah tanah, pemilihan bibit, hingga pemupukan, mereka selalu ada. Ini sangat memotivasi kami,” ujar Ketua Poktan Sari Agung, Bapak Sentot, dengan nada penuh apresiasi.
Apresiasi serupa disampaikan oleh Kepala Desa Munungrejo, Bapak Sipuk. Menurutnya, kehadiran unsur TNI dan Polri di tengah-tengah petani telah menciptakan rasa aman dan nyaman. Para petani tidak lagi merasa berjuang sendiri, melainkan ada kekuatan besar yang mendukung di belakang mereka.
“Kami atas nama Pemerintah Desa dan masyarakat Munungrejo mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pak Danramil, Pak Kapolsek, dan seluruh jajaran. Sinergi ini adalah contoh nyata bagaimana membangun desa dari sektor pertanian,” tutur Bapak Sipuk.
Kapolsek Ngimbang, Iptu I Wayan Sumantra, SH, yang hadir sejak awal acara, juga menekankan pentingnya sinergitas ini. Ia menyebut bahwa keamanan dan ketertiban juga menjadi faktor penting dalam menjamin kelancaran masa tanam hingga panen. “Kami dari Polri siap bersinergi dengan TNI dan pemerintah desa untuk memastikan distribusi pupuk lancar, tidak ada kendala keamanan, dan hasil panen petani dapat dinikmati dengan baik,” ujar Iptu Wayan.
Harapan untuk Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani
Melihat hamparan sawah yang menguning dan hasil ubinan yang memuaskan, Danramil Kapten Inf Mustoha optimistis target ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Ngimbang dapat tercapai. Ia berharap hasil panen yang melimpah ini mampu meningkatkan kesejahteraan para petani dan keluarganya.
“Padi adalah sumber kehidupan. Ketika petani sejahtera, maka desa akan maju, dan negara akan kuat. Ini adalah kontribusi nyata dari Desa Munungrejo untuk Kabupaten Lamongan,” imbuhnya.
Kegiatan panen raya yang diwarnai dengan suasana kebersamaan dan gotong royong ini pun diakhiri dengan doa bersama. Para petani berharap musim tanam berikutnya akan memberikan hasil yang lebih baik lagi. Mereka juga bertekad untuk terus menjaga produktivitas lahan dengan menerapkan teknologi pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Dengan semangat kebersamaan yang ditunjukkan oleh TNI, Polri, pemerintah kecamatan, dan para petani, sektor pertanian di Kecamatan Ngimbang diyakini akan terus berkembang. Keberhasilan panen raya ini menjadi fondasi kokoh untuk mewujudkan cita-cita luhur: memperkuat ketahanan pangan nasional dan membuktikan bahwa slogan “Lamongan Megilan Berhasil” bukan sekadar kata-kata, melainkan sebuah kenyataan yang terwujud dari kerja keras dan sinergi semua pihak. Dari hamparan sawah di Dusun Munungkidul, harapan itu terus tumbuh dan menguning bak bulir padi yang siap dipanen.









