Ketua TPPS Lamongan Ajak Tertib Data Untuk Penanganan Stunting yang Tepat Sasaran

Infolamongan.id – Dalam upaya mempertahankan dan meningkatkan capaian penurunan stunting di Kabupaten Lamongan, Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Lamongan, Dirham Akbar Aksara, menekankan pentingnya ketertiban dan pembaruan data secara aktif. Hal ini disampaikan dalam Rapat Evaluasi dan Pelaporan Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Lamongan yang berlangsung di Aula Gadjah Mada Pemkab Lt.7 pada Kamis (6/11/2025).

Wakil Bupati yang akrab disapa Mas Dirham ini menjelaskan bahwa data yang terbaru dan terkelola dengan baik merupakan kunci utama untuk memastikan penanganan dan pencegahan stunting di Kota Soto dapat tepat sasaran. “Prevalensi stunting Lamongan terbaik nomor 2 di Jawa Timur. Untuk mempertahankan dan meningkatkan capaian tersebut, tertib dan pemberdayaan data sangat diperlukan,” ujarnya.

Foto : Ketua TPPS Lamongan Dirham Akbar Aksara memimpin rapat evaluasi penurunan stunting di Aula Gadjah Mada
Foto : Ketua TPPS Lamongan Dirham Akbar Aksara memimpin rapat evaluasi penurunan stunting di Aula Gadjah Mada

Pentingnya Data dalam Penanganan Stunting

Lebih lanjut, Mas Dirham memaparkan bahwa pembaruan data memiliki peran yang sangat vital dalam berbagai aspek penanganan stunting. Data yang akurat dan terkini dapat dimanfaatkan untuk:

  1. Mengidentifikasi Ketimpangan Geografis: Memetakan daerah-daerah dengan prevalensi stunting tertinggi sehingga intervensi dapat difokuskan pada wilayah yang paling membutuhkan.

  2. Mengefektifkan Intervensi: Menyesuaikan jenis dan metode intervensi dengan karakteristik dan kebutuhan spesifik setiap daerah.

  3. Mengatasi Masalah Multidimensi: Stunting bukan hanya masalah gizi, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor ekonomi, sosial, dan lingkungan yang berbeda-beda di setiap daerah. Data yang detail membantu mengidentifikasi akar permasalahan secara komprehensif.

  4. Dasar Pemantauan dan Evaluasi: Memungkinkan pelacakan kemajuan program dan penilaian efektivitas intervensi yang telah dilakukan.

“Karena pada momen, wilayah, dan kondisi yang berbeda bisa menjadi salah satu faktor penyebab stunting,” tambah Mas Dirham, menekankan bahwa dinamika kondisi di lapangan memerlukan pendekatan yang fleksibel dan berbasis data.

Capaian dan Inovasi Penurunan Stunting Lamongan

Data prevalensi stunting di Kabupaten Lamongan menunjukkan tren positif yang signifikan. Pada tahun 2024, angka stunting berhasil ditekan menjadi 6,9 persen. Angka ini mengalami penurunan dibandingkan tahun 2023 yang sebesar 9,4 persen, dan jauh menurun drastis dari tahun 2022 yang berada di angka 27,5 persen. Capaian ini menempatkan Lamongan sebagai daerah dengan prevalensi stunting terbaik kedua se-Jawa Timur.

Keberhasilan ini tidak lepas dari ragam program inovasi yang dijalankan secara kolaboratif. Salah satu program unggulan adalah kolaborasi Pemkab Lamongan bersama TP PKK Kabupaten Lamongan dengan konsep 1-10-100. Program ini dirancang secara komprehensif untuk mengatasi stunting dengan pendekatan yang berkelanjutan.

Program 1-10-100 meliputi:

  • Paket makanan untuk anak balita berisiko stunting.

  • Paket susu untuk ibu hamil dengan Kurang Energi Kronis (KEK) yang diberikan selama 100 hari.

Yang menjadi kunci keunggulan program ini adalah mekanisme pemantauannya. Untuk memastikan ketepatan sasaran dan efektivitas bantuan, program ini melibatkan pemantauan rutin melalui posyandu setiap dua minggu. Melalui pemantauan ini, perkembangan setiap penerima manfaat dapat dievaluasi secara berkala, memungkinkan penyesuaian intervensi jika diperlukan.

Tantangan dan Harapan Ke Depan

Meski telah menunjukkan kemajuan pesat, perjalanan menuju eliminasi stunting di Lamongan masih menyisakan sejumlah tantangan. Beberapa di antaranya adalah:

  1. Konsistensi Pengumpulan Data: Memastikan semua wilayah konsisten dalam melaporkan dan memperbarui data stunting secara real-time.

  2. Kualitas Data: Tidak hanya kuantitas, kualitas data yang dikumpulkan juga harus dijaga. Data harus akurat, lengkap, dan dapat diandalkan untuk analisis yang tepat.

  3. Integrasi Data: Mengintegrasikan data dari berbagai sumber (puskesmas, posyandu, dinas sosial, dll.) untuk mendapatkan gambaran yang holistik.

  4. Penanganan Faktor Multidimensi: Mengatasi akar penyebab stunting yang kompleks, seperti kemiskinan, pola asuh, sanitasi, dan akses air bersih, membutuhkan pendekatan yang terintegrasi dari berbagai sektor.

Melalui rapat evaluasi ini, TPPS Kabupaten Lamongan berkomitmen untuk terus mendorong ketertiban data dan inovasi program. Dengan data yang andal dan intervensi yang tepat sasaran, Lamongan optimis dapat terus menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas hidup generasi penerusnya, mewujudkan Lamongan yang bebas stunting di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *