Percepat Penanganan Banjir, 6 Pompa Tambahan Dikerahkan

Infolamongan.com – Pemerintah Kabupaten Lamongan terus menunjukkan komitmennya dalam melakukan percepatan penanganan banjir yang masih menggenang di beberapa wilayah. Berbagai upaya strategis dilakukan, mulai dari koordinasi lintas instansi hingga penambahan infrastruktur pengendali banjir. Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi intensif dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Provinsi Jawa Timur, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur untuk mencari solusi tercepat dalam mengatasi genangan air yang melanda sejumlah kecamatan.

Hasil dari koordinasi tersebut membuahkan hasil nyata. Pada Rabu (28/2/2026), diungkapkan Bupati yang akrab disapa Pak Yes bahwa telah dilakukan penambahan 6 unit pompa air di Sluis Kuro, Kecamatan Karangbinangun. Penambahan pompa ini merupakan langkah konkret untuk mempercepat penyedotan dan pembuangan air dari wilayah terdampak menuju ke laut.

Detail Penambahan Pompa dan Kapasitasnya

Pak Yes menjelaskan secara rinci sumber dan kapasitas dari 6 unit pompa yang mulai terpasang dan beroperasi di Sluis Kuro. Pompa-pompa tersebut berasal dari tiga instansi berbeda, menunjukkan sinergi yang solid antara pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat.

“Ada 6 unit pompa yang kita tambahkan di Sluis Kuro. Rinciannya, 2 unit pompa dari BBWS Bengawan Solo, 3 unit pompa dari PU SDA Provinsi Jawa Timur, dan 1 unit pompa dari BPBD Provinsi Jawa Timur. Total keseluruhan pompa yang sekarang terpasang ini mampu membantu mengeluarkan air sebanyak 2.500 liter per detik. Ini adalah tambahan kapasitas yang sangat signifikan untuk mempercepat surutnya genangan,” ungkap Pak Yes di sela-sela peninjauan lokasi.

Dengan tambahan pompa ini, total kapasitas pemompaan di Sluis Kuro kini meningkat drastis, memberikan harapan baru bagi warga di wilayah hilir yang selama ini terdampak banjir akibat luapan air dari hulu dan tingginya curah hujan.

Perbedaan Tinggi Air dan Harapan Cuaca

Meski penambahan pompa telah dilakukan, Pak Yes mengakui bahwa tantangan di lapangan masih cukup berat. Ia menyoroti perbedaan tinggi muka air yang masih signifikan antara wilayah di luar tanggul (Kuro luar) dan di dalam kawasan terdampak (Kuro dalam).

“Memang hari ini perbedaan antara Kuro luar dan Kuro dalam masih sangat tinggi, hampir sekitar 1 meter. Ini yang menyebabkan proses pengeluaran air membutuhkan waktu dan kerja ekstra dari pompa-pompa kita. Namun dengan tambahan 6 unit pompa ini, kami optimistis air akan lebih cepat terbuang,” jelasnya.

Selain mengandalkan pompa, pemerintah juga melakukan strategi lain dengan membuka secara bertahap Waduk Gondang di Kecamatan Sugio. Waduk yang selama ini menampung volume air cukup besar mulai dikurangi bebannya dengan mengalirkan air ke waduk-waduk kecil di sekitarnya. Langkah ini dilakukan untuk mencegah luapan yang lebih parah dan menjaga keseimbangan distribusi air.

“Diharapkan dengan tambahan pompa ini nanti akan lebih banyak lagi air yang kita keluarkan. Kita terus berupaya maksimal, semoga cuaca juga mendukung. Di samping itu, hari ini kita juga pelan-pelan membuka Waduk Gondang. Kita mengeluarkan beban di Waduk Gondang ini supaya tidak terus mengimbas ke wilayah hilir. Airnya kita arahkan ke waduk-waduk kecil yang mampu menampung,” papar Pak Yes.

Bantuan Sembako untuk Warga Terdampak Menjelang Ramadhan

Tidak hanya fokus pada upaya teknis penanganan banjir, Pemerintah Kabupaten Lamongan juga memberikan perhatian serius pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak, terutama menjelang bulan suci Ramadhan yang tinggal menghitung hari. Pak Yes secara langsung menyalurkan bantuan sembako ke beberapa wilayah yang terdampak parah.

Wilayah yang menjadi prioritas penyaluran bantuan antara lain Desa Sidomulyo di Kecamatan Deket, serta Desa Soko dan Desa Blawi di Kecamatan Karangbinangun. Bantuan berupa bahan pokok ini diharapkan dapat meringankan beban warga yang mengalami kesulitan akses ekonomi akibat banjir yang menggenangi pemukiman dan lahan pertanian mereka.

“Bantuan kepada masyarakat ini terus kita atur prosesnya. Kami memahami bahwa warga yang terdampak banjir mengalami keterbatasan akses, termasuk untuk bisa berbelanja kebutuhan sehari-hari. Apalagi kita akan segera memasuki bulan Ramadhan, di mana kebutuhan rumah tangga meningkat. Oleh karena itu, akan kita tambahkan bantuan sembako bagi masyarakat secara bertahap,” imbuh Pak Yes dengan nada penuh empati.

Sinergi dan Upaya Berkelanjutan

Penanganan banjir di Lamongan tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah kabupaten. Pak Yes menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah provinsi dan pusat, serta peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan saluran air.

“Kami ucapkan terima kasih kepada BBWS Bengawan Solo, PU SDA Provinsi Jatim, dan BPBD Provinsi Jatim yang telah merespons cepat kebutuhan kita dengan mengirimkan bantuan pompa. Ini bukti bahwa negara hadir di tengah kesulitan rakyat. Ke depan, kita akan terus evaluasi dan cari solusi jangka panjang, termasuk normalisasi sungai dan perbaikan drainase,” pungkasnya.

Dengan langkah konkret berupa penambahan pompa, pengelolaan waduk, dan bantuan sosial, Pemerintah Kabupaten Lamongan bertekad untuk terus berada di garis terdepan dalam melindungi warganya dari bencana banjir dan dampak sosial-ekonominya. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan terus berkoordinasi dengan pihak terkait jika terjadi situasi darurat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *