Buktikan Efektivitas, PKK Lamongan Salurkan Rp190 Juta Gelombang Kedua Bantuan Genting untuk 189 Penerima

Infolamongan.com – Komitmen Tim Penggerak PKK Kabupaten Lamongan untuk memutus mata rantai stunting semakin nyata. Di bawah kepemimpinan Ketua PKK sekaligus Ketua Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) Lamongan, Ibu Anis Kartika Yuhronur Efendi, bantuan Program Genting periode kedua sebesar Rp. 190.253.000 disalurkan pada Selasa (13/01/2026) di Pendopo Lokatantra Lamongan. Bantuan yang lebih besar dari periode pertama ini diperuntukkan bagi 159 balita stunting dan 30 ibu hamil rentan Kurang Energi Kronis (KEK), menandai akselerasi penanganan yang lebih agresif.

Dalam penyerahan secara simbolis yang dihadiri oleh Bupati Lamongan Dr. H. Yuhronur Efendi, MBA, atau Pak Yes, Bu Anis Yes memaparkan hasil evaluasi yang sangat menggembirakan dari periode pertama program. Data tersebut bukan sekadar angka, melainkan bukti empiris bahwa intervensi gizi yang tepat, terukur, dan berkelanjutan mampu mengubah nasib ratusan anak.

Data Penuh Harapan: 98% Balita Binaan Naik Berat Badannya

Bu Anis Yes dengan lugas membeberkan capaian nyata setelah 3 bulan atau 100 hari intervensi pada periode pertama (September-Desember 2025). “Dari 160 balita yang memperoleh treatment selama 3 bulan atau 100 hari, diperoleh hasil yakni 98 persen balita berat badannya naik. Artinya dari 160 ada 156 balita yang timbangannya naik,” ujarnya dengan penuh keyakinan.

Data rinci yang ia sampaikan memberikan gambaran yang transparan dan akuntabel. Selain kenaikan berat badan, tinggi badan juga menunjukkan tren positif. “Prosentase tinggi badan, dari 160 balita setelah memperoleh makanan bergizi dari Program Genting ini 88 persen atau 140 balita bertambah tinggi,” tambahnya. Data ini menunjukkan bahwa intervensi tidak hanya mengejar berat badan dalam jangka pendek, tetapi juga mendukung pertumbuhan linear yang sehat. Hanya 1 balita (0,25%) yang mengalami penurunan berat badan, yang diduga karena faktor sakit, serta 3 balita (1,75%) yang berat badannya stagnan.

“Angka-angka ini adalah bukti nyata bahwa program yang terstruktur dan diawasi dengan baik bisa membalikkan kondisi stunting. Ini tentang konsistensi pemberian asupan bergizi dan pendampingan,” tegas Bu Anis.

Peningkatan Anggaran dan Cakupan: Dukungan yang Lebih Kuat di Periode Kedua

Melihat keberhasilan dan dampak yang signifikan, PKK Lamongan meningkatkan skala dan nilai bantuan di periode kedua ini. Dibanding periode pertama yang menyalurkan Rp. 135 juta untuk 160 balita dan 32 ibu hamil, periode kedua ini nilainya meningkat menjadi Rp. 190,253 juta meski jumlah penerima sedikit berkurang, mengindikasikan peningkatan nilai bantuan per individu.

Bu Anis menjelaskan komposisi dan peningkatan bantuan tersebut. “Terjadi kenaikan anggaran untuk setiap baduta (bayi di bawah 2 tahun) stunting, yakni 1 paket bantuan untuk 1 baduta stunting dengan sekali makan per hari senilai Rp. 7 ribu selama total 100 hari menjadi Rp. 700 ribu dan tambahan pemberian beras fortivit 3 kg per anak,” jelasnya. Untuk ibu hamil dengan kondisi Kurang Energi Kronis (KEK), bantuan yang diberikan adalah 10 box susu kehamilan.

Peningkatan nilai paket ini sangat krusial. Dengan anggaran Rp. 7.000 per hari, dimungkinkan untuk menyediakan menu yang lebih beragam dan bergizi tinggi, melebihi sekadar pemenuhan kalori dasar. Penambahan beras fortivit (yang diperkaya vitamin dan mineral) juga merupakan intervensi berbasis bukti untuk mengatasi defisiensi mikronutrien yang sering menyertai stunting.

Dukungan Penuh Bupati: Dari Penanganan Serius ke Cita-Cita Zero Stunting

Kehadiran Bupati Lamongan dalam acara tersebut bukan sekadar formalitas. Ia merupakan bentuk dukungan politik tertinggi dari eksekutif terhadap program yang diinisiasi PKK. Pak Yes menyampaikan apresiasi dan komitmen jangka panjang.

“Terima kasih karena di Lamongan ini telah dilakukan penanganan stunting secara serius,” ucap Bupati Yes. Pernyataan ini mengafirmasi bahwa program ini bukan proyek sampingan, melainkan bagian dari prioritas pembangunan daerah.

Lebih dari itu, Bupati Yes sudah menatap visi yang lebih jauh. “Beliau juga mengatakan bahwa jika ke depannya Lamongan berhasil menjadi zero stunting, program ini akan terus dilanjutkan, guna terus menjaga tumbuh kembang anak dan menyiapkan generasi emas yang cerdas, kuat, dan mandiri,” ujar Bu Anis menirukan pesan suaminya.

Visi ‘zero stunting’ adalah target ambisius yang memerlukan konsistensi puluhan tahun. Pernyataan Bupati ini memberikan kepastian bahwa upaya pencegahan stunting akan menjadi program berkelanjutan, tidak berhenti saat angka stunting turun, tetapi terus dijalankan sebagai bentuk investasi sumber daya manusia untuk mencegah kemunculan kasus baru.

Program Genting: Model Intervensi yang Komprehensif dan Terukur

Keberhasilan awal Program Genting Lamongan menawarkan beberapa pelajaran penting. Pertama, program ini memiliki desain yang terukur: target penerima spesifik (baduta stunting & ibu hamil KEK), durasi intervensi jelas (100 hari), dan indikator keberhasilan konkret (naiknya berat & tinggi badan). Kedua, adanya pendampingan dan monitoring yang ketat, kemungkinan oleh kader PKK atau tenaga kesehatan, yang memastikan bantuan tepat sasaran dan dikonsumsi dengan benar.

Ketiga, program ini menunjukkan sinergi yang baik antara organisasi masyarakat (PKK) dengan pemerintah daerah. PKK, dengan jaringan yang kuat hingga tingkat RT, menjadi kaki tangan yang efektif untuk identifikasi dan pendampingan, sementara pemerintah daerah memberikan legitimasi dan dukungan kebijakan.

Keberhasilan ini harus menjadi pemicu untuk memperluas cakupan dan mengintegrasikan program dengan layanan kesehatan dasar lainnya, seperti imunisasi, pemeriksaan kehamilan, dan sanitasi. Stunting adalah masalah multi-dimensional, dan kemenangan di bidang gizi harus dibarengi dengan perbaikan di bidang air bersih, pola asuh, dan layanan kesehatan.

Penyaluran bantuan periode kedua ini adalah kelanjutan dari sebuah cerita sukses kecil yang sedang ditulis di Lamongan. Setiap kenaikan berat dan tinggi badan pada balita yang tercatat bukan hanya angka statistik, melainkan fondasi yang lebih kokoh untuk masa depan seorang anak, dan secara kolektif, fondasi untuk generasi emas Lamongan yang lebih sehat, cerdas, dan produktif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *