Infolamongan.com – Komitmen dalam membangun fondasi masyarakat yang tangguh dimulai dari unit terkecil, yaitu keluarga. Menyadari hal ini, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Lamongan menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Tahun 2026, Selasa (10/02/2026) di Aula Gadjah Mada, Gedung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan Lantai 7. Rakerda yang menjadi agenda strategis tahunan ini mengusung fokus utama: memperkuat ketahanan keluarga dan menyelaraskan seluruh program PKK dengan prioritas pembangunan daerah serta visi nasional.
Acara yang dihadiri oleh seluruh jajaran pengurus PKK Kabupaten, meliputi Pokja I hingga IV beserta Sekretaris dan Bendahara, secara resmi dibuka oleh Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, yang akrab disapa Pak Yes. Dalam sambutannya, Bupati menegaskan posisi sentral PKK dalam ekosistem pembangunan daerah. “TP PKK adalah mitra strategis pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan keluarga dan membangun kesejahteraan keluarga. Sehingga rakerda saat ini sangat penting agar pelaksanaan program ke depan semakin tepat sasaran dan berdampak nyata bagi masyarakat,” tutur Pak Yes dengan penuh keyakinan.
Ia menekankan bahwa Rakerda bukan sekadar ritual tahunan, melainkan bagian integral dari siklus manajemen organisasi yang sehat, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi program. Dengan forum ini, diharapkan terjadi penajaman arah, peningkatan efektivitas, dan akuntabilitas gerakan PKK di tingkat akar rumput.
Sorotan dan Apresiasi atas Peran PKK dalam Penurunan Stunting
Salah satu pencapaian konkret yang mendapat apresiasi tinggi dari Bupati adalah kontribusi PKK dalam program percepatan penurunan prevalensi stunting (kekerdilan) di Lamongan. Pak Yes secara khusus menyoroti peran krusial kader PKK yang berada di garis terdepan, langsung bersentuhan dengan keluarga.
“TP PKK telah menunjukkan kinerja yang baik dalam penanganan stunting. Ke depan, peran ini harus terus didorong dan diperkuat,” ungkapnya. Apresiasi ini menunjukkan pengakuan bahwa upaya penanganan stunting yang bersifat multisektoral memerlukan social capital yang kuat, dan PKK dengan jaringan kader wanita yang luas di setiap desa menjadi instrumen kunci dalam sosialisasi, pendampingan, hingga pemantauan gizi balita.
Visi Ketua TP PKK: Gerakan dari, oleh, dan untuk Masyarakat
Menguatkan pernyataan Bupati, Ketua TP PKK Kabupaten Lamongan, Anis Kartika Yuhronur Efendi, dalam paparannya menegaskan kembali filosofi dasar gerakan PKK. “Gerakan TP PKK merupakan gerakan yang tumbuh dari, oleh, dan untuk masyarakat,” jelas Anis. Pernyataan ini menegaskan bahwa PKK bukanlah struktur birokrasi tambahan, melainkan sebuah gerakan sosial yang organik, digerakkan oleh kesadaran dan partisipasi masyarakat sendiri, khususnya perempuan.
Anis Kartika melanjutkan, “Program PKK diarahkan untuk mewujudkan keluarga yang sejahtera, mandiri, dan berkualitas. Rakerda ini menjadi sarana menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, dan meningkatkan komitmen dalam menjalankan 10 Program Pokok PKK.” Kesepuluh program pokok tersebut mencakup spektrum yang luas, mulai dari penghayatan dan pengamalan Pancasila, gotong royong, pangan, sandang, perumahan dan tata laksana rumah tangga, pendidikan dan keterampilan, kesehatan, pengembangan kehidupan berkoperasi, kelestarian lingkungan hidup, hingga perencanaan sehat.
Penyelarasan Program: Dari Lokal hingga Nasional
Tantangan terbesar gerakan masif seperti PKK adalah memastikan programnya tidak jalan di tempat, tetapi selalu relevan dan menyatu dengan agenda pembangunan yang lebih besar. Oleh karena itu, tema Rakerda 2026 dengan tegas menyatakan penyelarasan program tidak hanya dengan prioritas Kabupaten Lamongan, tetapi juga menjangkau hingga asta cita (visi delapan) Presiden Prabowo Subianto.
Penyelarasan ini berarti bahwa setiap kegiatan Pokja PKK harus dapat dikontribusikan pada target-target daerah, seperti:
-
Pokja I (Pangan): Berkontribusi pada ketahanan pangan tingkat rumah tangga dan diversifikasi pangan lokal.
-
Pokja II & IV (Sandang, Kesehatan, Koperasi): Sinergi dengan program pemberdayaan ekonomi keluarga, pencegahan stunting, dan penguatan UMKM melalui koperasi.
-
Pokja III (Lingkungan): Menjadi motor penggerak dalam program Lamongan Bersih dan pengelolaan sampah berbasis rumah tangga, yang sejalan dengan isu lingkungan hidup dalam prioritas nasional.
Setelah sesi pembukaan, acara dilanjutkan dengan pengarahan mendalam dan diskusi kelompok kerja yang lebih teknis. Masing-masing Pokja (I, II, III, IV) bersama Sekretaris dan Bendahara akan mendalami program-program spesifik yang telah disusun, mengevaluasi capaian tahun sebelumnya, dan menyusun langkah-langkah operasional untuk tahun 2026. Isu-isu strategis seperti penanganan stunting yang berkelanjutan, peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak, penguatan ekonomi keluarga, serta inovasi dalam pengelolaan lingkungan dan sampah akan menjadi bahan diskusi utama.
Refleksi: PKK sebagai Tulang Punggung Pembangunan dari Bawah
Rakerda TP PKK Lamongan 2026 lebih dari sekadar rapat administratif. Ia adalah momentum untuk merefleksikan, merancang ulang, dan menguatkan peran strategis perempuan Lamongan sebagai agent of change dalam keluarga dan masyarakat. Di tengah dinamika sosial yang cepat dan kompleks, ketahanan keluarga menjadi benteng pertama menghadapi berbagai guncangan, baik ekonomi, kesehatan, maupun sosial.
Dengan menyelaraskan gerakannya dengan program prioritas daerah dan nasional, PKK Lamongan memastikan bahwa setiap tenaga dan sumber daya yang dikerahkan tidak terpecah-pecah, tetapi terkonsolidasi untuk dampak yang lebih besar dan terukur. Kolaborasi antara pemerintah daerah yang memberikan payung kebijakan dan dukungan sumber daya dengan PKK yang memiliki jaringan sosial yang kuat, merupakan formula yang potensial untuk mempercepat terwujudnya Lamongan yang maju, sejahtera, dan berkeluarga tangguh. Hasil dari Rakerda ini diharapkan menjadi peta jalan yang jelas bagi ribuan kader PKK di seluruh penjuru Lamongan untuk bergerak serentak membangun ketahanan keluarga, satu rumah tangga demi satu rumah tangga.









