Infolamongan.com – Mapolda Jawa Timur menjadi saksi peralihan kepemimpinan di tubuh Polres Lamongan, Senin (12/01/2026) pagi. Upacara serah terima jabatan (sertijab) Kapolres Lamongan berlangsung khidmat, menandai berakhirnya masa tugas AKBP Agus Dwi Suryanto, S.I.K., M.H., dan dimulainya kepemimpinan baru di bawah AKBP Arif Fazlurrahman, S.H., S.I.K., M.Si. Perubahan ini merupakan bagian dari rangkaian mutasi besar-besaran dan rotasi jabatan dalam tubuh Kepolisian Republik Indonesia (Polri), yang bertujuan untuk penyegaran organisasi dan pengembangan karier perwira.
Dalam upacara yang dipimpin oleh pejabat tinggi Polda Jawa Timur, kedua perwira menengah tersebut secara resmi melaksanakan prosesi penyerahan dan penerimaan tongkat komando, simbol tanggung jawab atas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kabupaten Lamongan. Prosesi ini tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga mengandung makna filosofis tentang estafet kepemimpinan dan kontinuitas pelayanan kepada publik.
AKBP Agus Dwi Suryanto: Mengakhiri Masa Bakti, Melanjutkan Pengabdian Baru
AKBP Agus Dwi Suryanto mengakhiri masa jabatannya di Polres Lamongan untuk melanjutkan perjalanan karier ke posisi yang lebih strategis. Berdasarkan penjelasan Kasihumas Polres Lamongan, mantan Kapolres Lamongan tersebut telah ditugaskan untuk mengemban amanah baru sebagai Kabag Dalpers (Kepala Bagian Pengembangan Personel) pada Biro SDM Polda Jawa Timur. Posisi ini sangat krusial dalam merancang dan mengelola pembinaan karier, penempatan, serta pengembangan kompetensi bagi ribuan personel Polri di seluruh Jawa Timur.
Selama masa kepemimpinannya di Lamongan, berbagai program dan pencapaian telah diukir. Meski tidak dirinci dalam pengumuman resmi, periode kepemimpinan seorang Kapolres biasanya diwarnai dengan penanganan kasus-kasus kriminalitas, penguatan pre-emptive policing melalui pendekatan masyarakat (polmas), serta koordinasi dengan pemerintah daerah dan TNI dalam menjaga stabilitas wilayah. Ucapan terima kasih dan apresiasi disampaikan oleh institusi atas dedikasi serta pengabdian yang telah diberikan AKBP Agus Dwi Suryanto selama memimpin Polres Lamongan.
“Mutasi ini merupakan hal yang biasa dalam tubuh Polri. Selain sebagai bentuk penyegaran organisasi, juga untuk pengembangan karier personel. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas segala dedikasi dan pengabdian Bapak AKBP Agus Dwi Suryanto selama memimpin Polres Lamongan,” ujar Kasihumas Polres Lamongan.
AKBP Arif Fazlurrahman: Pemimpin Baru dengan Segudang Pengalaman
Mengisi posisi yang ditinggalkan, AKBP Arif Fazlurrahman, S.H., S.I.K., M.Si., resmi mengambil alih komando. Kapolres yang baru ini bukanlah wajah asing di dunia kepolisian Jawa Timur. Sebelumnya, ia telah memimpin Polres Blitar Kabupaten, sebuah wilayah dengan karakteristik dan tantangan kemasyarakatan yang juga kompleks. Latar belakang pendidikannya yang mencakup bidang hukum (S.H.) dan ilmu kepolisian (S.I.K.), serta dilengkapi gelar Magister Sains (M.Si.), memberikan bekal teoritis dan praktis yang kuat untuk memimpin Polres Lamongan.
Pergantian ini diharapkan membawa penyegaran dan inovasi baru dalam pola kerja dan strategi pengamanan di Lamongan. Setiap pemimpin membawa gaya dan prioritasnya sendiri. Pengalaman Arif Fazlurrahman dalam menangani kamtibmas di Blitar Kabupaten, termasuk dinamika masyarakat agraris dan pariwisata, akan menjadi modal berharga untuk memahami konteks Lamongan yang juga memiliki karakter sebagai daerah pertanian, industri, dan pesisir.
Makna Mutasi dalam Tubuh Polri: Penyegaran dan Peningkatan Kinerja Institusi
Kasihumas Polres Lamongan menegaskan bahwa mutasi seperti ini adalah sebuah kenormalan dan mekanisme sehat dalam organisasi Polri. “Mutasi ini merupakan hal yang biasa dalam tubuh Polri. Selain sebagai bentuk penyegaran organisasi, juga untuk pengembangan karier personel,” jelasnya. Pernyataan ini mengandung beberapa makna strategis:
-
Penyegaran Organisasi: Rotasi kepemimpinan mencegah kejenuhan dan stagnasi. Pemimpin baru diharapkan membawa perspektif segar, ide-ide baru, dan energi yang berbeda untuk memecahkan persoalan lama dan mengantisipasi tantangan baru.
-
Pengembangan Karier: Mutasi adalah bagian dari pembinaan karier panjang seorang perwira Polri. Dengan mengalami kepemimpinan di berbagai wilayah dengan karakter berbeda, seorang perwira diharapkan berkembang menjadi pemimpin yang lebih matang, adaptif, dan memahami kompleksitas bangsa.
-
Peningkatan Kinerja Institusi: Pergantian pimpinan seringkali menjadi momentum evaluasi dan akselerasi. Program kerja yang sudah baik diharapkan dapat dilanjutkan, sementara area yang perlu perbaikan mendapatkan perhatian khusus dari sudut pandang yang baru.
Harapan untuk Polres Lamongan di Bawah Kepemimpinan Baru
Harapan besar tentu disematkan pada kepemimpinan AKBP Arif Fazlurrahman. Polres Lamongan, yang membawahi wilayah dengan penduduk padat dan aktivitas ekonomi beragam, membutuhkan kepemimpinan yang tegas, bijaksana, dan dekat dengan masyarakat.
“Diharapkan dengan kepemimpinan Kapolres yang baru, situasi kamtibmas di wilayah Kabupaten Lamongan tetap terjaga aman dan kondusif, serta pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” tutup Kasihumas Polres Lamongan.
Harapan ini mencakup beberapa aspek kunci: pertama, kemampuan menjaga stabilitas keamanan dan menekan angka kriminalitas; kedua, keberhasilan dalam pendekatan pelayanan yang proaktif dan ramah masyarakat (community policing); dan ketiga, sinergi yang kuat dengan pemerintah daerah (Pemkab Lamongan) dan TNI (Kodim 0812) dalam menangani berbagai isu, mulai dari penanganan bencana alam, pengaturan lalu lintas saat hari raya, hingga pengamanan kegiatan pembangunan.
Proses sertijab yang berlangsung lancar hari ini menandai babak baru bagi Polres Lamongan. Estafet kepemimpinan telah diberikan. Tantangan selanjutnya adalah bagaimana kepemimpinan baru tersebut dapat membawa Polres Lamongan menjadi institusi yang semakin dipercaya, efektif, dan menjadi bagian tak terpisahkan dari denyut nadi kehidupan masyarakat Lamongan yang aman dan tertib. Seluruh masyarakat Lamongan akan menyaksikan dan merasakan langsung bagaimana kepemimpinan baru ini diterjemahkan ke dalam aksi nyata di lapangan dalam hari-hari mendatang.









