Lamongan Cetak Prestasi, Tiga Inovasi Pelayanan Publik Masuk Finalis Kovablik Jatim 2025

Infolamongan.com – Kabupaten Lamongan kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan terobosan pelayanan publik yang berkualitas dan berdampak langsung bagi masyarakat. Tiga inovasi unggulan Pemkab Lamongan berhasil melaju sebagai finalis Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KOVABLIK) Provinsi Jawa Timur Tahun 2025. Prestasi ini bukan hanya sekadar penghargaan, tetapi bukti nyata upaya sistematis pemerintah daerah dalam menjawab tantangan lokal dengan solusi yang kreatif dan terukur.

Ketiga inovasi yang lolos seleksi ketat tersebut adalah Posyandu Kucing dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Megilan Entrepreneur (Megpreneur) yang diinisiasi Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, serta Disabilitas Mandiri Terlindungi (Tas Mantri) oleh Puskesmas Turi. Keberagaman inovasi ini mencerminkan pendekatan holistik Lamongan dalam membangun daya saing daerah, mulai dari sektor ekonomi, kesehatan hewan, hingga inklusi disabilitas.

Foto : Bupati Lamongan Yuhronur Efendi (Pak Yes) mempresentasikan inovasi Posyandu Kucing di layar daring dari Command Center Pemkab Lamongan.
Foto : Bupati Lamongan Yuhronur Efendi (Pak Yes) mempresentasikan inovasi Posyandu Kucing di layar daring dari Command Center Pemkab Lamongan.

1. Posyandu Kucing: Inovasi Cerdas Cegah Zoonosis dan Tingkatkan Kesejahteraan Hewan

Di bawah terik matahari, warga antre dengan kucing kesayangan mereka di sebuah Posyandu Kucing. Suasana ini bukanlah pemandangan biasa, tetapi gambaran nyata inovasi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lamongan. Posyandu Kucing hadir untuk mendekatkan layanan kesehatan hewan secara gratis dan rutin, khususnya untuk kucing.

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, yang akrab disapa Pak Yes, menekankan bahwa inovasi ini memiliki dampak yang multifaset. “Pada inovasi Posyandu Kucing tidak hanya berlaku untuk hewan peliharaan, tetapi juga hewan liar yang kita laksanakan di tempat umum bahkan perumahan warga,” jelas Pak Yes saat memaparkan inovasi tersebut secara daring dari Ruang Command Center Pemkab, Kamis (27/11).

Tujuan utamanya adalah mencegah penyakit zoonosis—penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia—seperti rabies, serta meningkatkan kesejahteraan hewan peliharaan. Hingga saat ini, data menunjukkan hasil yang signifikan. Sebanyak 1 UPT Puskeswan dan 9 Puskeswan yang telah dilengkapi dengan dokter hewan dan paramedik veteriner tercatat telah melayani 937 hewan. Layanan yang diberikan mencakup vaksinasi rabies, pemeriksaan kesehatan, pemberian obat cacing, hingga sterilisasi.

Yang menarik, inovasi ini juga membuka nilai ekonomis baru. “Dengan meningkat gaya hidup cinta akan hewan peliharaan maka akan meningkatkan juga UMKM di bidang pet care,” tambah Pak Yes. Ke depan, Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDMP) juga akan diarahkan untuk bergerak di bidang ini, menciptakan ekosistem ekonomi yang berkelanjutan.

2. Megilan Entrepreneur (Megpreneur): Wujudkan Pengusaha Tangguh Berdaya Saing Global

Sementara itu, di sektor ekonomi, Megpreneur hadir sebagai jawaban atas kebutuhan peningkatan kapasitas pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Lamongan. Inovasi dari Dinas Koperasi dan Usaha Mikro ini bukan sekadar pelatihan biasa, melainkan sebuah program inkubasi yang komprehensif.

Megpreneur mengklasifikasikan usahanya ke dalam berbagai kategori, mulai dari agribisnis, food, fashion, industri kreatif, pariwisata, hingga jasa. Hingga saat ini, program ini telah melaksanakan inkubasi bersama 155 tim usaha.

Dampaknya terhadap perekonomian lokal terlihat sangat nyata. Rata-rata kenaikan omzet peserta usai mengikuti program ini menunjukkan tren positif yang konsisten. Pada tahun 2022, rata-rata omzet berada di angka Rp 3,5 juta, kemudian naik menjadi Rp 4,5 juta pada 2023, dan kembali melonjak ke Rp 5,8 juta di tahun 2024. Angka ini membuktikan efektivitas Megpreneur dalam membekali pelaku UMKM dengan keterampilan berwirausaha yang mumpuni, sehingga siap bersaing di pasar yang lebih luas.

3. Tas Mantri: Hadirkan Layanan Kesehatan Inklusif bagi Penyandang Disabilitas

Inovasi ketiga, Tas Mantri dari Puskesmas Turi, berfokus pada peningkatan kualitas hidup penyandang disabilitas. Program Disabilitas Mandiri Terlindungi ini dirancang untuk meningkatkan pelayanan kesehatan melalui pemberdayaan keluarga sebagai caregiver atau pemberi perawatan di rumah.

Layanan yang diberikan sangat komprehensif. Puskesmas Turi menyelenggarakan layanan Home Care Service (HCS) sebanyak dua kali dalam seminggu, memastikan bahwa penyandang disabilitas mendapatkan perawatan kesehatan tanpa harus meninggalkan rumahnya. Selain itu, dilakukan juga pelatihan caregiver sebanyak dua kali dalam setahun untuk membekali keluarga dengan pengetahuan dan keterampilan merawat yang tepat.

Tidak berhenti di situ, inovasi ini juga memberikan bantuan alat penunjang kesehatan, seperti tensimeter, alat bantu mobilisasi, dan alat laboratorium sederhana kepada 15 penyandang disabilitas setiap tahunnya. Pendekatan ini tidak hanya memandirikan penyandang disabilitas, tetapi juga meringankan beban keluarga dan memastikan hak atas kesehatan terpenuhi.

Selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah

Keistimewaan dari ketiga inovasi ini tidak hanya terletak pada keunikannya, tetapi juga pada keselarasannya dengan kerangka pembangunan daerah. Seperti yang ditegaskan Bupati Yuhronur Efendi, seluruh inovasi di Kabupaten Lamongan didukung oleh Peraturan Daerah dan selaras dengan RPJMD, lima belas program prioritas, Renstra, RIPJ-PID, dan RKPD.

“Tujuan utamanya adalah memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, hingga memberikan tambahan nilai ekonomis untuk masyarakat,” tutur Pak Yes. Pernyataan ini menegaskan bahwa inovasi-inovasi tersebut bukanlah program yang berdiri sendiri, melainkan bagian integral dari strategi besar Pemkab Lamongan dalam mendorong kesejahteraan masyarakat.

Sebuah Langkah Menuju Pelayanan Publik Kelas Dunia

Keberhasilan tiga inovasi Lamongan menjadi finalis Kovablik Jatim 2025 adalah sebuah pencapaian yang patut diapresiasi. Posyandu Kucing, Megpreneur, dan Tas Mantri membuktikan bahwa semangat berinovasi untuk memecahkan masalah riil masyarakat telah tumbuh subur di bumi Lamongan. Prestasi ini diharapkan tidak hanya berhenti di tingkat provinsi, tetapi dapat menginspirasi daerah lain dan menjadi contoh baik bagaimana pelayanan publik yang inklusif, berdampak, dan berkelanjutan dapat diwujudkan. Langkah Lamongan ini mempertegas bahwa inovasi yang lahir dari kebutuhan akar rumput dan didukung oleh kepemimpinan yang visioner adalah kunci menuju kemandirian dan kesejahteraan daerah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *