Infolamongan.com – Momentum spiritual Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang diperingati setiap 27 Rajab, tidak hanya dimaknai dengan ceramah dan peningkatan ibadah mahdhah. Di Desa Bulutengger, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan, peringatan suci ini diwujudkan dalam bentuk aksi nyata peduli sesama. Yayasan Sosial Assyuro menyelenggarakan khitanan massal gratis untuk keenam kalinya, yang diikuti oleh 14 anak dari berbagai desa di sekitar Sekaran. Kegiatan yang digelar di gedung yayasan setempat pada Rabu (16/01/2026) ini menjadi bukti bahwa semangat keagamaan dapat berjalan beriringan dengan penguatan kesehatan dan kepedulian sosial bagi masyarakat kurang mampu.
Acara yang bertempat di RT 4 RW 1 Desa Bulutengger ini bukan sekadar prosesi sunat biasa. Ia dibungkus dalam suasana penuh kebersamaan dan kegembiraan, meredam kecemasan yang biasa dirasakan anak-anak maupun orang tua dari kalangan ekonomi menengah ke bawah. Sebelum proses khitan dimulai, panitia yang diwakili oleh M. Sun’an menyampaikan sambutan hangat sekaligus doa. “Harapan kami semoga anak yang dikhitan kan diberi keselamatan, dan kelak menjadi anak yang berbakti kepada orang tua, berguna bagi bangsa dan negara,” ujarnya. Doa ini mengangkat makna khitan dari sekadar tradisi atau kewajiban agama, menjadi titik awal pembentukan karakter anak shaleh yang bermanfaat luas.
Paket Komplit dan Perhatian Penuh untuk Calon Peserta
Yang membedakan khitanan massal Yayasan Assyuro dengan lainnya adalah kepedulian pada detail kebutuhan anak. Setiap peserta tidak hanya mendapatkan pelayanan medis khitan secara gratis oleh tenaga kesehatan yang kompeten, tetapi juga menerima paket perlengkapan lengkap yang langsung bisa digunakan. Paket tersebut berisi sarung, baju koko, dan kopyah—pakaian khas muslim yang melambangkan identitas keislaman sekaligus kegembiraan setelah melewati momen penting. Tak ketinggalan, panitia juga memberikan uang saku sebagai bentuk perhatian tambahan untuk membeli kebutuhan atau sekadar menyenangkan hati sang anak pasca-prosesi.
“Anak saya senang sekali dapat baju baru. Dia malah semangat, tidak takut. Terima kasih banyak pada Yayasan Assyuro,” ucap Siti, salah satu orang tua peserta, dengan wajah lega. Bantuan seperti ini memiliki dampak ganda: meringankan beban finansial keluarga yang bisa mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah jika khitan dilakukan secara mandiri, sekaligus memberikan pengalaman yang positif dan berkesan bagi anak, tanpa tekanan ekonomi yang membebani orang tua.
Rangkaian Kegiatan Sosial: Dari Pendidikan hingga Pembangunan Rumah Ibadah
Dalam sambutannya, M. Sun’an juga menyampaikan optimisme dan komitmen ke depan. “Semoga tahun depan Yayasan Sosial Assyuro bisa menyelenggarakan khitanan massal yang ke-7 dengan lebih baik,” ucapnya. Pernyataan ini menunjukkan bahwa kegiatan ini bukan proyek satu kali, melainkan program berkelanjutan yang terus dievaluasi dan ditingkatkan kualitasnya dari tahun ke tahun.
Komitmen sosial Yayasan Assyuro ternyata jauh lebih luas dari sekadar khitanan massal. Ditemui di tempat terpisah, Ketua Yayasan Assyuro, Yuli Eko Hadi Saputro, membeberkan visi dan ragam program yayasan. “Giat sosial adalah agenda yayasan yang wajib dilaksanakan. Selain khitanan massal, kami juga melaksanakan kegiatan santunan anak yatim dan yang berhak menerima. Di yayasan juga ada lembaga pendidikan Taman Kanak-kanak modern,” tuturnya.
Ini menunjukkan bahwa yayasan memiliki pendekatan holistik. Mereka tidak hanya menangani kebutuhan sesaat (seperti khitan), tetapi juga berinvestasi pada masa depan melalui pendidikan anak usia dini (TK Modern), serta memberikan perhatian berkelanjutan kepada anak yatim dan dhuafa melalui program santunan.
Lebih lanjut, Yuli Eko mengungkapkan proyek pembangunan yang sedang berjalan. “Juga disampaikan bahwa saat ini Yayasan Assyuro juga tengah membangun mushola untuk melaksanakan syariat agama Islam dan giat mengaji, tadarus pada bulan Ramadan dan kegiatan keagamaan lainnya.” Pembangunan mushola ini menegaskan fungsi yayasan sebagai pusat peradaban dan syiar Islam di tingkat komunitas. Ia akan menjadi rumah kedua bagi masyarakat untuk beribadah, belajar mengaji, dan mengkaji agama, memperkuat fondasi spiritual di tingkat akar rumput.
Apresiasi Masyarakat dan Dampak Sosial yang Luas
Respons dari masyarakat sangat positif. Salah satu orang tua peserta tak henti mengucapkan terima kasih. “Semoga Yayasan Assyuro selalu diberkahi Allah SWT, dan tidak bosan untuk berjuang di bidang sosial lainnya,” katanya. Ucapan ini merepresentasikan harapan dan kepercayaan masyarakat terhadap konsistensi yayasan.
Dampak dari kegiatan seperti ini bersifat multidimensional. Dari sisi kesehatan, khitan massal yang dilakukan secara steril dan profesional berkontribusi pada peningkatan kesehatan reproduksi anak laki-laki, mencegah berbagai infeksi. Dari sisi sosial, kegiatan ini memperkuat tali silaturahmi antarwarga dari berbagai desa, menciptakan rasa kebersamaan dan saling peduli. Dari sisi ekonomi, ia memberikan subsidi langsung yang signifikan bagi keluarga prasejahtera, mengalihkan anggaran yang seharusnya untuk khitan kepada kebutuhan pokok lainnya seperti pendidikan dan pangan.
Pada akhirnya, Khitanan Massal ke-6 Yayasan Assyuro adalah sebuah narasi indah tentang Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Dengan memanfaatkan momentum Isra’ Mi’raj, yayasan ini berhasil mentransformasikan nilai-nilai spiritual tentang perjalanan agung Nabi menjadi langkah-langkah konkrit yang meringankan dan membahagiakan sesama. Ini adalah bentuk dakwah bil hal (dakwah dengan tindakan) yang paling efektif, di mana ajaran agama tidak hanya didengar, tetapi dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat, terutama mereka yang paling membutuhkan. Keberlanjutan program ini dari tahun ke tahun menjadi cahaya terang bagi upaya membangun masyarakat Lamongan yang tidak hanya kuat secara ekonomi, tetapi juga sehat, berakhlak, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.









