Thomas Alva Edisound, Legenda Baru Dunia Sound System Desa yang Bikin Genteng Copot

Infolamongan.id – Jagat maya kembali digemparkan dengan sosok yang dianggap sebagai legenda baru dalam dunia sound system desa. Dia adalah SAMmemed, seorang pemuda asal Malang yang kini dijuluki netizen sebagai Thomas Alva Edisound karena kepiawaiannya dalam meracik suara sound system hingga menggetarkan bumi dan langit… secara harfiah.

Nama Thomas Alva Edisound merupakan plesetan dari nama ilmuwan dunia, Thomas Alva Edison, sang penemu lampu pijar. Namun, alih-alih menciptakan cahaya, Memed justru menciptakan “ledakan suara” yang bisa membuat genteng rumah tetangga copot.

Fenomena ini berawal dari unggahan akun TikTok @memed_potensio, yang menampilkan Memed sedang melakukan setting sound system untuk acara horeg atau pesta desa. Dalam video tersebut, terlihat ekspresi wajahnya yang datar dan santai, namun saat dia menaikkan volume, getaran suara bass-nya seperti menyulap lapangan desa menjadi konser stadion internasional.

“Rek, ini orang wajahnya datar, mata sayu, rambut keriting dikit, tapi dentuman suaranya bisa bikin genteng rumah tetangga copot,” tulis salah satu komentar viral yang kini sudah ditonton jutaan kali.

SAMmemed, Suara Sound-nya Legenda

SAMmemed merupakan singkatan dari “Mas Memed” yang dilafalkan dalam logat khas Malangan. Dalam komunitas sound horeg, nama Memed mulai dikenal sejak 2023, namun viralnya baru meledak setelah beberapa video setting sound system buatannya beredar luas di TikTok dan Instagram Reels.

Yang membuat Memed semakin legendaris adalah kemampuannya mengatur sound system dengan tangan kosong tanpa alat ukur digital. Hanya berbekal intuisi dan pengalaman lapangan, dia mampu menciptakan efek suara yang dianggap “mistis” oleh sesama teknisi.

“Kalau dia yang setting, bass-nya bisa tembus dada, tapi vokalnya tetap jernih. Itu susah banget, Mas!” ujar Sodik, sesama penggiat horeg dari Blitar.

Di Balik Sound, Ada Filosofi

Dalam salah satu wawancara konten kreator lokal, Memed menyebut bahwa “suara bukan cuma didengar, tapi dirasakan.” Dia juga menekankan bahwa setelan sound system bukan sekadar urusan teknis, tapi juga seni menyeimbangkan getaran jiwa penonton.

Netizen pun makin jatuh hati. Beberapa bahkan menyebutnya sebagai “Suhu Horeg Nusantara”, hingga ada yang menyamakan dia dengan “Kyai Sound” karena setiap getaran subwoofer-nya bisa bikin badan ikut bersujud.

Fenomena Horeg yang Tak Pernah Mati

Kepopuleran Thomas Alva Edisound mencerminkan budaya horeg yang masih lekat di masyarakat pedesaan Jawa, terutama saat menyambut Agustusan, hajatan, atau acara desa lainnya. Meski mendapat sorotan dan imbauan dari MUI serta aparat karena potensi penyimpangan, acara semacam ini tetap hidup dan jadi bagian dari hiburan rakyat.

Dan di tengah-tengah hingar bingar horeg itu, hadir sosok seperti Memed, yang justru memperlihatkan sisi kreativitas, seni suara, dan kecintaan pada sound system dengan cara yang otentik dan menghibur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *