Infolamongan.id – Mantan Ketua Mahkamah Agung Nepal, Sushila Karki (73), secara resmi dilantik sebagai Perdana Menteri transisi Nepal oleh Presiden Ram Chandra Paudel pada Jumat (12/9/2025). Pelantikan ini menyusul pengunduran diri perdana menteri sebelumnya akibat demonstrasi besar-besaran yang berujung kerusuhan di Kathmandu.
Proses Negosiasi Intensif
Penunjukan Karki merupakan hasil negosiasi intensif selama dua hari antara:
-
Presiden Ram Chandra Paudel
-
Panglima Angkatan Darat Jenderal Ashok Raj Sigdel
-
Perwakilan kelompok aktivis “Gen Z”
Aktivis muda memanfaatkan platform Discord untuk mengoordinasikan strategi politik dan mendorong Karki sebagai figur pemimpin baru.
Profil Sushila Karki
Karki dikenal sebagai:
-
Mantan Ketua Mahkamah Agung Nepal (2016-2017)
-
Figur yang dihormati karena integritas dan pengalaman di bidang hukum
-
Soshop yang netral dan mampu menjembatani kepentingan berbagai pihak
Latar Belakang Krisis Politik
Krisis politik dipicu oleh:
-
Demonstrasi besar-besaran yang menuntut reformasi pemerintahan
-
Kerusuhan yang menyebabkan destabilisasi di Kathmandu
-
Tekanan dari masyarakat sipil dan militer untuk perubahan kepemimpinan
Peran Teknologi dalam Gerakan
Kelompok “Gen Z” menggunakan aplikasi Discord untuk:
-
Mengorganisir aksi demonstrasi
-
Merumuskan tuntutan politik
-
Berkoordinasi dengan pihak militer dan pemerintah
Tugas Perdana Menteri Transisi
Karki akan memimpin pemerintahan transisi dengan agenda:
-
Menstabilkan situasi keamanan negara
-
Memimpin pemilihan umum yang adil dan transparan
-
Mereformasi institusi pemerintahan
Dukungan Internasional
Komunitas internasional menyambut baik pelantikan Karki dan berharap dapat mengembalikan stabilitas Nepal.









