Satgas Pandu TNI Lamongan Ajar Siswa TK Asal-Usul Makanan di Kampung Pangan Terpadu

Infolamongan.com – Pemandangan berbeda terlihat di area Kampung Pangan Terpadu (KPT) Kodim 0812/Lamongan yang berlokasi di Desa Jotosanur, Kecamatan Tikung, pada Jumat pagi (13/02/2026). Jika biasanya tempat itu dipenuhi oleh para petani dan Babinsa yang sibuk mengolah lahan atau memelihara ternak, kali ini suasana riang dan celotehan khas anak-anak mewarnai hamparan hijau tersebut.

Sebanyak 30 siswa-siswi Taman Kanak-Kanak (TK) Kartika IV-46, dengan seragam lengkap dan semangat membuncah, berkunjung ke lokasi inspiratif ini. Didampingi oleh 4 orang guru, mereka hadir dalam rangka kegiatan Kokurikuler dengan tema “Dari Ladang ke Piring”. Bukan sekadar jalan-jalan, kunjungan ini dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada anak-anak tentang asal-usul makanan yang mereka santap setiap hari.

Satuan Tugas (Satgas) Pandu yang berada di bawah naungan Kodim 0812/Lamongan pun tampil sebagai garda terdepan dalam memberikan edukasi. Salah satu sosok yang menjadi pusat perhatian adalah Serda Feri Yulianto, seorang Babinsa yang dikenal ramah dan bersahaja. Dengan sabar dan penuh kehangatan, ia memperkenalkan dunia pertanian dan peternakan kepada anak-anak dengan cara yang sederhana dan menyenangkan.

Menanam Benih, Bukan Hanya di Lahan Tapi Juga di Hati

Serda Feri Yulianto tidak langsung berbicara tentang pupuk atau hasil panen. Ia memulai dengan pertanyaan sederhana, “Adik-adik, siapa yang suka makan nasi?” Semua tangan anak-anak langsung terangkat antusias. Dari sanalah ia memulai petualangan ilmu, menjelaskan bahwa sepiring nasi yang mereka makan tidak datang secara instan, melainkan melalui proses panjang yang melibatkan petani, tanah, air, dan sinar matahari.

“Tugas kami bukan hanya menjaga kedaulatan negara, tapi juga menjaga masa depan generasi penerus. Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan pemahaman sederhana bahwa makan nasi itu tidak instan. Ada keringat petani, ada ketekunan yang harus dihargai. Kami berharap mereka tumbuh menjadi anak-anak yang mencintai alam dan berjuang untuk kemandirian,” ujar Serda Feri Yulianto dengan nada penuh kehangatan.

Anak-anak kemudian diajak berkeliling ke berbagai sudut Kampung Pangan Terpadu. Mereka diperkenalkan pada berbagai aktivitas, mulai dari cara menanam sayuran hidroponik hingga memelihara berbagai komoditas ternak. Serda Feri dengan sabar menunjukkan bagaimana benih sayuran disemai, bagaimana cara merawat tanaman agar tumbuh subur, hingga bagaimana memberi pakan yang tepat untuk lele, ayam petelur, dan sapi.

Mata Binar dan Tawa Riang di Tengah Sawah

Momen paling berkesan terjadi ketika anak-anak diajak praktik langsung. Dengan tangan mungil mereka, satu per satu siswa diberi kesempatan untuk memegang bibit sayuran dan menanamnya di media tanam yang telah disiapkan. Beberapa anak tampak sangat hati-hati, sementara yang lain bersemangat menaburkan benih. Gelak tawa pun pecah ketika mereka diberi kesempatan memberi makan ikan lele di kolam. Butiran pelet yang dilempar ke kolam disambut lompatan ikan-ikan kecil, membuat mata anak-anak berbinar-binar.

“Melihat mata-mata polos ini berbinar saat memegang bibit sayuran atau memberi makan ikan lele dan sapi, hati saya ikut bahagia,” tutur Serda Feri, menggambarkan perasaannya saat melihat antusiasme para siswa.

Kegiatan berlanjut ke kandang sapi dan ayam petelur. Meski sempat tercium aroma khas kandang, anak-anak tetap antusias mengamati sapi yang sedang berjemur dan ayam yang bertelur. Serda Feri menjelaskan bahwa dari hewan-hewan inilah kita mendapatkan susu, daging, dan telur yang kaya protein untuk membantu pertumbuhan mereka.

Apresiasi Sekolah: TNI Humanis yang Menginspirasi

Kunjungan yang berlangsung selama beberapa jam ini mendapat apresiasi tinggi dari pihak sekolah. Kepala Sekolah TK Kartika IV-46, Renny Murdiawati, S.Pd., M.Pd. , yang turut mendampingi, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Kodim 0812/Lamongan atas kesempatan berharga yang diberikan kepada anak didiknya.

“Ini adalah pengalaman di luar kelas yang tak ternilai harganya. Anak-anak tidak hanya mendapatkan teori, tetapi pengalaman langsung yang akan membekas di ingatan mereka. Kami sangat berterima kasih kepada Pak Serda Feri dan seluruh tim Satgas Pandu yang telah menerima kami dengan sangat hangat,” ujar Ibu Renny.

Ia menambahkan bahwa sosok Serda Feri Yulianto mampu menunjukkan sisi humanis TNI yang selama ini mungkin tidak banyak diketahui masyarakat luas.

“Serda Feri Yulianto tidak hanya mengajar, tapi juga mendidik. Ia menunjukkan sisi humanis TNI yang begitu menginspirasi. Anak-anak kami pulang dengan senyum dan cerita baru. Ini adalah pelajaran di luar kelas yang tak akan pernah mereka lupakan, pelajaran tentang alam, kerja keras, dan kebaikan hati,” imbuhnya.

Menanamkan Cinta Alam dan Kemandirian Sejak Dini

Kegiatan Kokurikuler dengan tema “Dari Ladang ke Piring” ini bukan sekadar agenda rutin tahunan. Lebih dari itu, ini adalah investasi jangka panjang untuk menanamkan kesadaran tentang pentingnya ketahanan pangan dan cinta lingkungan sejak usia dini. Melalui interaksi langsung dengan alam dan para pembimbing yang inspiratif, anak-anak diajak untuk menghargai proses, memahami kerja keras, dan mencintai sumber daya alam di sekitar mereka.

Kampung Pangan Terpadu Kodim 0812/Lamongan pun bukan lagi sekadar lokasi percontohan pertanian dan peternakan. Tempat ini telah bertransformasi menjadi ruang edukasi hidup yang terbuka bagi siapa saja. Bagi para siswa TK Kartika IV-46, hari itu adalah hari yang istimewa. Mereka pulang tidak hanya dengan baju yang sedikit kotor, tetapi juga dengan hati yang penuh kebahagiaan, wawasan baru tentang alam, dan rasa hormat yang lebih dalam kepada para petani dan TNI yang telah menjaga dan merawat sumber pangan mereka. Sebuah pelajaran berharga yang akan terus mereka ingat hingga dewasa kelak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *