Infolamongan.com – Menyambut perayaan Natal 2025 yang penuh sukacita dan damai, Polres Lamongan tak henti mengerahkan upaya maksimal untuk memastikan keamanan dan ketertiban (kamtibmas) bagi seluruh umat Kristen di wilayahnya. Implementasi nyata dari komitmen ini terlihat pada Jumat sore (12/12/2025), di mana jajaran Polres Lamongan, dipimpin langsung oleh Polsek Lamongan Kota, melaksanakan operasi pengamanan khusus untuk Ibadah di Gereja GPPS Shalom, yang berlokasi di Jalan Kinameng. Pengamanan yang dimulai pukul 15.00 WIB ini dirancang secara komprehensif untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi para jemaat sejak mereka tiba hingga meninggalkan tempat ibadah.
Sebelum tugas lapangan dimulai, sebuah apel kesiapan digelar di halaman gereja. Apel ini dipimpin oleh Kapolsek Lamongan Kota, Kompol M. Fadelan, S.H., M.M., guna memastikan seluruh personel memahami tugas, tanggung jawab, dan prosedur operasi standar (SOP) yang akan diterapkan. Apel ini juga menjadi simbol kesiapsiagaan dan keseriusan institusi kepolisian dalam melindungi hak beribadah seluruh warga.
Tahapan Pengamanan yang Detail dan Menyeluruh
Dalam penjelasannya, Kapolsek Lamongan Kota memaparkan bahwa pengamanan tidak dilakukan secara serampangan, melainkan melalui tahapan-tahapan terstruktur yang ketat. “Ada beberapa tahapan yang kami lakukan, mulai dari proses sterilisasi area gereja, pengecekan ruangan dan lingkungan luar, pemeriksaan barang bawaan jemaat, hingga penjagaan di area luar gereja,” jelas Kompol Fadelan.
Tahapan-tahapan tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut:
-
Sterilisasi Area: Tim dari satuan Samapta dan Intelkam terlebih dahulu melakukan penyisiran dan pengamanan perimeter di dalam dan sekitar lingkungan gereja untuk memastikan tidak ada ancaman atau benda mencurigakan sebelum jemaat mulai berdatangan.
-
Pengecekan Ruangan dan Lingkungan: Setiap sudut ruangan ibadah, termasuk ruang pelayanan, toilet, dan area parkir, diperiksa secara seksama. Kerjasama dengan pengurus gereja dilakukan untuk mengidentifikasi titik-titik yang perlu pengawasan ekstra.
-
Pemeriksaan Barang Bawaan Jemaat: Di pintu masuk, personel yang telah dilatih dengan pendekatan yang sopan dan humanis melakukan pemeriksaan visual dan menggunakan alat pendeteksi logam (handheld metal detector) terhadap tas dan barang bawaan jemaat. Langkah ini merupakan tindakan preventif standar untuk mencegah masuknya benda-benda berbahaya.
-
Penjagaan dan Pengawasan: Personel berjaga di pos-pos strategis, baik di dalam lingkungan gereja maupun di perimeter luar. Mereka tidak hanya berfungsi sebagai pencegah kejahatan, tetapi juga sebagai titik informasi dan bantuan bagi jemaat yang memerlukan.
Sinergi Pengamanan dan Pengaturan Lalu Lintas
Selain fokus pada keamanan fisik tempat ibadah, Polres Lamongan juga mempertimbangkan aspek mobilitas. Personel dari Unit Lalu Lintas (Satlantas) diterjunkan untuk mengatur arus kendaraan di sekitar Jalan Kinameng dan sekitarnya. Tujuannya adalah mencegah kemacetan yang bisa menimbulkan ketidaknyamanan dan memastikan akses jalan darurat tetap terbuka jika suatu saat diperlukan. Pengaturan parkir yang tertib juga menjadi perhatian untuk menghindari kesemrawutan.
Komitmen Jangka Panjang Hingga Tahun Baru 2026
Komitmen pengamanan ini bukan hanya untuk satu kali ibadah. Kasat Humas (Kasihumas) Polres Lamongan, IPDA M. Hamzaid, S.Pd., menegaskan bahwa kesiapsiagaan ini berlaku untuk seluruh rangkaian masa Natal hingga tahun baru. “Jajaran Polres Lamongan siap mengamankan seluruh rangkaian kegiatan menjelang Natal hingga perayaan Natal, bahkan sampai libur panjang Tahun Baru 2026,” ujarnya.
IPDA Hamzaid juga mengajak seluruh elemen masyarakat Lamongan untuk bersinergi. “Beliau juga mengimbau masyarakat Lamongan untuk bersama-sama menjaga situasi Kamtibmas agar tetap aman, damai, dan kondusif,” tambahnya. Ajakan ini menekankan bahwa keamanan adalah tanggung jawab bersama; kewaspadaan masyarakat (community awareness) merupakan lapisan pengamanan pertama yang paling efektif.
Apresiasi dari Umat: Rasa Aman yang Memberi Ketenangan
Upaya maksimal kepolisian ini mendapat apresiasi tinggi dari pihak gereja. Pdt. Bambang Daniel, yang mewakili jemaat GPPS Shalom, menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam. “Terima kasih telah memberikan rasa aman dan nyaman dalam ibadah kami, mulai dari persiapan hingga perayaan Natal,” ujarnya. Apresiasi ini sangat penting karena mencerminkan keberhasilan fungsi kepolisian sebagai pelayan dan pelindung masyarakat. Rasa aman yang diberikan memungkinkan jemaat untuk berkonsentrasi sepenuhnya pada ibadah dan perayaan iman mereka tanpa diganggu rasa khawatir.
Refleksi: Pengamanan yang Manusiawi sebagai Modal Kerukunan
Operasi pengamanan di GPPS Shalom ini merupakan contoh konkret dari policing yang profesional dan manusiawi. Pendekatan yang digunakan bukanlah pendekatan militeristik yang menakutkan, melainkan pendekatan pelayanan yang melindungi. Prosedur pemeriksaan dilakukan dengan tetap menjaga martabat dan keramahan, sementara kehadiran personel dirancang untuk menenangkan, bukan mengintimidasi.
Dalam konteks masyarakat yang majemuk seperti Lamongan, pengamanan yang baik untuk hari raya suatu agama adalah investasi bagi kerukunan umat beragama. Ia mengirimkan pesan bahwa negara hadir dan serius menjamin kebebasan beribadah setiap warganya. Diharapkan, dengan pengamanan yang optimal dan sinergi seluruh pihak, seluruh rangkaian perayaan Natal 2025 di Kabupaten Lamongan dapat berjalan dengan lancar, aman, dan penuh sukacita, mencerminkan kedamaian hakiki dari hari raya tersebut.









