Infolamongan.id – Dalam upaya menanamkan kesadaran berlalu lintas sejak usia dini, Unit Kamsel (Keamanan dan Keselamatan) Satlantas Polres Lamongan menggelar kegiatan Polisi Sahabat Anak (Polsanak) di KB RA Nurul Ulum, Dusun Genceng, Desa Takeranklating, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan.
Kegiatan yang digelar dengan penuh keceriaan ini diikuti oleh 50 siswa dan didampingi oleh 5 guru pendamping. Anak-anak tampak antusias mengikuti rangkaian acara yang dikemas dengan metode pembelajaran yang menyenangkan, edukatif, dan interaktif.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kanit Kamsel IPDA Muji Agung Kurniawan, SH, bersama jajaran petugas dari Unit Kamsel Satlantas Polres Lamongan. Mereka menyampaikan berbagai materi pengenalan seputar tata tertib berlalu lintas, fungsi dan bentuk rambu-rambu lalu lintas dasar, serta memperkenalkan tugas-tugas kepolisian kepada para siswa dengan bahasa yang ringan dan mudah dipahami.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kami untuk menanamkan budaya tertib berlalu lintas sejak dini, sekaligus mendekatkan Polri kepada anak-anak sebagai sahabat yang memberikan rasa aman dan nyaman,” ungkap IPDA Muji.
Tak hanya itu, suasana semakin hidup saat para siswa diajak bermain peran menjadi polisi cilik. Mereka mengenakan miniatur perlengkapan kepolisian, seperti rompi, peluit, hingga rambu-rambu mini, sembari mempraktikkan langsung bagaimana membantu mengatur lalu lintas dalam simulasi sederhana yang menyenangkan.
Kegiatan Polsanak ini bertujuan untuk:
- Mengenalkan institusi kepolisian sejak usia dini secara positif
- Menanamkan pentingnya disiplin dan keselamatan dalam berlalu lintas
- Membentuk karakter anak yang sadar hukum dan patuh aturan
- Memberikan pemahaman tentang hak dan kewajiban di jalan raya, baik sebagai pejalan kaki maupun penumpang
Melalui kegiatan ini, Unit Kamsel Satlantas Polres Lamongan menunjukkan komitmennya untuk terus hadir di lingkungan sekolah dan lembaga pendidikan anak usia dini dalam bentuk program-program edukatif. Harapannya, akan tumbuh generasi muda yang sadar hukum, tertib dalam berlalu lintas, serta memiliki kedekatan emosional dengan institusi kepolisian.
Kegiatan berakhir dengan sesi foto bersama dan pemberian souvenir edukatif kepada para siswa. Suasana akrab dan penuh senyum menghiasi akhir acara yang meninggalkan kesan mendalam bagi anak-anak maupun guru pendamping.









