Infolamongan.com – Suasana di halaman Kantor Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Lamongan, Minggu pagi (15/02/2026), terlihat berbeda dari biasanya. Raut ceria dan tawa riang anak-anak memenuhi area tersebut. Sebanyak 142 siswa Pendidikan Guru (PG) dan Taman Kanak-Kanak (TK) Tapas Al-Ihsan II Kelurahan Blimbing berkunjung untuk mengikuti kegiatan pengenalan profesi dan edukasi keselamatan yang digelar khusus oleh jajaran Polairud.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini dipimpin langsung oleh Kasat Polairud Polres Lamongan, AKP Guntur, didampingi personel Satpolairud dan Sat Binmas Polres Lamongan. Didampingi oleh 9 orang guru pendamping, anak-anak diajak mengenal lebih dekat tugas polisi di wilayah perairan, sekaligus diberikan pemahaman dasar tentang cara penyelamatan diri jika terjadi bencana, khususnya yang berkaitan dengan air.
Apel Pembukaan dan Pengenalan Profesi Polairud
Acara diawali dengan apel pembukaan yang dipimpin oleh AKP Guntur. Seluruh peserta, baik anak-anak maupun guru pendamping, dengan tertib mengikuti jalannya apel. Suasana semakin khidmat saat mereka bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, menanamkan rasa cinta tanah air sejak usia dini.
Dalam sambutannya, AKP Guntur menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas kunjungan yang dilakukan oleh TK Tapas Al-Ihsan II. Ia kemudian memperkenalkan diri dan seluruh anggota Satpolairud yang hadir.
“Selamat pagi adik-adik semua. Senang sekali hari ini bisa bertemu dengan kalian. Ini adalah bapak-bapak polisi yang bertugas di laut dan sungai. Mereka adalah Polisi Perairan,” sapa AKP Guntur dengan ramah disambut teriakan “pagi” dari anak-anak.
Para siswa diperkenalkan dengan berbagai seragam dinas yang digunakan anggota Polairud saat bertugas. Mulai dari seragam lapangan, perlengkapan selam, hingga rompi pelampung. Anak-anak terlihat antusias ketika diperlihatkan perlengkapan seperti peluit, tali, dan alat apung yang biasa digunakan saat berpatroli di perairan Lamongan.
Edukasi Keselamatan dan Cara Penyelamatan Saat Bencana
Memasuki inti acara, AKP Guntur dan tim memberikan wawasan dasar tentang cara penyelamatan diri jika terjadi bencana alam, khususnya yang berkaitan dengan wilayah perairan, seperti banjir, gelombang tinggi, atau kecelakaan di air.
Materi disampaikan dengan metode yang sederhana dan visual, disesuaikan dengan usia anak-anak prasekolah. Mereka diajarkan:
-
Mengenali situasi bahaya di air: Seperti tidak bermain di sungai saat banjir, atau tidak mendekati pantai saat ombak besar.
-
Cara menggunakan pelampung: Anak-anak diperagakan cara memakai pelampung yang benar dan bagaimana posisi tubuh yang aman di air.
-
Langkah dasar berenang: Meskipun bukan pelatihan renang penuh, anak-anak diperkenalkan gerakan-gerakan sederhana yang bisa dilakukan jika berada di air.
-
Meminta tolong: Mereka diajarkan untuk berteriak “tolong” dengan keras dan melambaikan tangan jika dalam keadaan darurat.
“Edukasi ini bertujuan menanamkan kesadaran keselamatan sejak usia dini. Kami ingin anak-anak tidak takut, tapi juga waspada. Mereka tahu apa yang harus dilakukan jika suatu saat menghadapi situasi darurat di air,” jelas AKP Guntur di sela-sela kegiatan.
Sesi Tanya Jawab Interaktif yang Meriah
Setelah pemaparan, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab interaktif. Anak-anak yang sebelumnya sudah terlihat antusias, semakin bergairah saat diberi kesempatan bertanya langsung kepada para polisi. Beberapa pertanyaan lucu dan polos keluar dari mulut mereka, seperti “Bapak polisi bisa berenang sampai ke mana?” atau “Apakah bapak punya kapal sendiri?”.
Setiap pertanyaan dijawab dengan sabar dan penuh canda oleh anggota Polairud, menciptakan suasana yang hangat dan akrab. Anak-anak yang berani bertanya atau menjawab pertanyaan dari polisi mendapatkan hadiah kecil, menambah semarak kegiatan.
Penutup dengan Lagu Bagimu Negeri dan Ramah Tamah
Kegiatan yang berlangsung sekitar dua jam ini ditutup dengan menyanyikan lagu nasional “Bagimu Negeri” secara bersama-sama. Suara merdu anak-anak mengisi udara di sekitar kantor Polairud, menambah kesan haru dan patriotik.
Acara kemudian diakhiri dengan ramah tamah, di mana anak-anak dan guru pendamping berkesempatan berfoto bersama dengan para anggota Polairud. Mereka juga diajak berkeliling melihat lebih dekat peralatan yang digunakan, termasuk perahu karet dan kendaraan patroli.
Salah satu guru pendamping, Umi Kalsum, mengungkapkan rasa terima kasihnya. “Ini pengalaman yang luar biasa bagi anak-anak. Mereka tidak hanya senang, tapi juga mendapat ilmu berharga tentang keselamatan. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa rutin diadakan,” ujarnya.
Harapan: Membangun Kedekatan Polisi dan Masyarakat Sejak Dini
Melalui kegiatan ini, Kasat Polairud AKP Guntur berharap terjalin kedekatan emosional antara polisi dan masyarakat sejak usia dini. Anak-anak tidak lagi memandang polisi sebagai sosok yang menakutkan, melainkan sebagai sahabat dan pelindung.
“Kami ingin anak-anak ini tumbuh dengan rasa percaya kepada polisi. Mereka tahu bahwa polisi ada untuk melindungi dan membantu mereka, termasuk saat mereka berada di dekat air. Dengan pemahaman ini, kami yakin akan tercipta generasi yang lebih sadar keselamatan dan lebih dekat dengan aparat penegak hukum,” tutup AKP Guntur.
Kegiatan pengenalan profesi dan edukasi keselamatan ini menjadi bukti nyata komitmen Polres Lamongan, khususnya Satpolairud, dalam menjalankan fungsi edukatif dan preventif kepada seluruh lapisan masyarakat, dimulai dari generasi termuda bangsa.









