Gencar Sosialisasi, Polres Lamongan Gelar Talkshow Radio dan Kunjungan ke TK Dalam Operasi Keselamatan Semeru 2026

Infolamongan.com – Setelah kemarin hari senin (02/02/2026) memukau dengan aksi nyata penegakan hukum melalui Ramp Check ketat, jajaran Polres Lamongan hari ini menunjukkan wajah lain yang tak kalah penting: pendidikan dan pembinaan. Dalam rangkaian Operasi Keselamatan Semeru 2026, upaya preemtif (pencegahan) digenjot habis-habisan. Tidak hanya dengan razia dan tilang, operasi ini juga diisi dengan sosialisasi massal melalui gelombang radio dan pendekatan lembut kepada generasi paling muda, membuktikan bahwa strategi keselamatan lalu lintas harus dibangun dari hati dan kesadaran masyarakat.

Dipimpin oleh Kanit Kamseltibcar Satlantas Polres Lamongan, Iptu Muji Agung Kurniawan, S.H., M.H., rangkaian kegiatan hari ini menitikberatkan pada komunikasi dua arah dan penanaman nilai sejak dini. “Operasi ini bukan hanya soal penindakan, tetapi lebih penting adalah bagaimana kita membangun pemahaman dan komitmen bersama untuk selamat,” ujar Iptu Muji Agung Kurniawan, mengawali serangkaian agenda.

Sosialisasi Via Udara: Menjangkau Setiap Sudut Lamongan dari Studio Radio JSM

Pagi itu, dari studio Radio JSM (Jajaran Satuan Median) Polres Lamongan, suara Iptu Muji Agung Kurniawan mengudara. Dalam sebuah talkshow interaktif bertajuk “Operasi Keselamatan Semeru 2026”, ia secara detail memaparkan esensi operasi yang sedang berlangsung. Tidak sekadar pengumuman, talkshow ini menjadi media dialog yang efektif.

Kepada pendengar yang tersebar di seluruh penjuru Kabupaten Lamongan, Iptu Muji menjelaskan tujuan strategis operasi: menekan angka fatalitas korban kecelakaan lalu lintas minimal 25% di akhir tahun 2026. Ia juga membeberkan sasaran operasi yang menyasar lima faktor utama penyebab kecelakaan: kelalaian manusia (human error), kondisi kendaraan tidak laik jalan, ketidakpatuhan pada rambu, pengaruh alkohol dan narkoba, serta faktor lingkungan dan jalan.

Yang menarik, dalam siaran tersebut, tidak hanya imbauan normatif yang disampaikan. Iptu Muji membagikan data dan ilustrasi konkret. “Bapak dan Ibu yang budiman, 70% kecelakaan fatal di ruas jalan nasional di Lamongan tahun lalu melibatkan kendaraan yang ban depannya sudah gundul di bawah ambang batas. Ini bukan soal tilang, tapi nyawa kita sekeluarga,” ujarnya dengan penuh penekanan. Ia juga mengingatkan pentingnya Istirahat Setiap 4 Jam Berkendara bagi pengemudi jarak jauh, serta bahaya mematikan dari penggunaan ponsel saat menyetir.

“Kegiatan ini bertujuan agar warga masyarakat di wilayah hukum Polres Lamongan mengetahui bahwa saat ini Polri sedang melaksanakan Operasi Keselamatan Semeru 2026 secara serius dan komprehensif. Dengan mengetahui, kami harap muncul kesadaran kolektif untuk lebih disiplin, tertib, dan patuh. Ini demi terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas yang berkelanjutan,” jelasnya saat diwawancarai usai siaran.

Polisi Sahabat Anak (Polsanak): Menanamkan Benih Tertib Lalu Lintas Sejak Dini

Sementara gelombang radio menyapa orang dewasa, di lokasi lain, suasana ceria dan penuh tawa mewarnai pendekatan preemtif. Unit Kamsel Satlantas Polres Lamongan menggelar program Polisi Sahabat Anak (Polsanak) dengan mengunjungi TK Islam Wildani Kinameng Sidokumpul Lamongan. Sebanyak 64 siswa-siswi TK yang polos beserta 6 guru pendamping menyambut antusias kedatangan polisi lalu lintas yang kali ini datang bukan untuk menakut-nakuti, melainkan untuk berbagi.

Kegiatan Polsanak dirancang dengan metode edukatif dan menyenangkan. Anak-anak dikenalkan dengan rambu-rambu lalu lintas dasar seperti lampu merah, kuning, hijau, zebra cross, dan tanda dilarang parkir menggunakan alat peraga berwarna-warni. Mereka diajak bernyanyi bersama tentang keselamatan jalan, seperti “Helmku Pelindung Kepala” dan “Aku Sabar Menyeberang”.

Tidak kalah seru, petugas juga melakukan simulasi kecil tentang cara menyeberang jalan yang aman dan pentingnya duduk di kursi khusus anak (car seat) saat di dalam mobil. Pengenalan tugas-tugas kepolisian, mulai dari seragam hingga fungsi peluit, juga dilakukan untuk menghilangkan kesan angker dan membangun citra polisi sebagai pelindung dan sahabat.

“Pendidikan lalu lintas harus dimulai dari usia dini. Di usia emas ini, nilai-nilai disiplin dan keselamatan mudah diserap dan akan tertanam hingga dewasa. Mereka inilah calon-calon pengendara masa depan dan agen perubahan bagi keluarga mereka sendiri. Saat pulang, mereka akan mengingatkan orang tuanya, ‘Ayah, pakai helm!’ atau ‘Ibu, itu lampu merah!'” ujar salah seorang anggota Unit Kamsel yang memandu acara.

Imbauan Resmi dari Kasihumas: Ajakan Menjadi Pelopor Keselamatan

Menyambut dua kegiatan preemtif yang berbeda audiens ini, Kasihumas (Kepala Subbagian Hubungan Masyarakat) Polres Lamongan, Ipda M. Hamzaida, S.Pd., memberikan imbauan resmi yang lebih luas. Dalam rilisnya, Ipda Hamzaida menegaskan bahwa Operasi Keselamatan Semeru 2026 adalah komitmen jangka panjang.

Ia mengimbau secara khusus kepada seluruh lapisan masyarakat untuk selama operasi berlangsung dan seterusnya senantiasa: 1) Mematuhi semua peraturan lalu lintas tanpa terkecuali; 2) Menggunakan helm standar SNI yang terpasang dengan benar; 3) Melengkapi seluruh surat-surat kendaraan (SIM, STNK, KIR) dan membawanya; 4) Menjauhkan ponsel saat berkendara; serta 5) Selalu mengutamakan keselamatan sebagai budaya berkendara.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Keselamatan lalu lintas adalah tanggung jawab kita bersama,” tegas Ipda Hamzaida. “Kami mengajak setiap warga Lamongan untuk menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas. Mulailah dari diri sendiri, tegur sanak keluarga jika melanggar, dan budayakan dalam keseharian. Dengan gerakan kolektif ini, kami yakin angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten Lamongan dapat ditekan secara signifikan.”

Analisis: Sinergi Preemtif dan Represif, Kunci Kesuksesan Operasi

Aksi hari ini menunjukkan pola pikir modern dalam penegakan hukum lalu lintas di Polres Lamongan. Mereka memahami bahwa pendekatan represif (seperti ramp check dan tilang) hanya akan efektif jika dibarengi dengan upaya preemtif (sosialisasi dan edukasi) yang masif dan berkelanjutan.

Dengan menjangkau orang dewasa melalui radio – media yang masih memiliki pendengar setia di kalangan pengemudi, terutama di daerah – informasi langsung sampai ke sasaran. Sementara, dengan menyentuh hati anak-anak melalui Polsanak, mereka membangun fondasi kesadaran untuk 10-15 tahun ke depan. Ini adalah investasi jangka panjang yang cerdas.

Harapan: Dari Kesadaran Menuju Budaya Baru

Melalui rangkaian kegiatan preemtif yang berlapis ini, Polres Lamongan berharap dapat menciptakan efek domino positif. Kesadaran yang tertanam sejak usia dini diharapkan tumbuh menjadi perilaku disiplin saat dewasa. Informasi dari radio diharapkan memicu diskusi dan perubahan kebiasaan di dalam keluarga dan komunitas.

Pada akhirnya, target Operasi Keselamatan Semeru 2026 bukan sekadar angka statistik kecelakaan yang turun, tetapi lebih pada tertransformasinya budaya berlalu lintas masyarakat Lamongan. Dari budaya ‘asal sampai’ dan ‘pokoknya tidak ketahuan polisi’, menjadi budaya yang mengedepankan keselamatan, menghargai nyawa, dan patuh aturan sebagai sebuah kebutuhan dan kebanggaan. Langkah hari ini, dari studio radio hingga halaman TK, adalah batu bata pertama dalam membangun budaya baru itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *