Peringati HPN 2026 dan HUT Ke-80 PWI, PWI Lamongan Gelar Lomba Senam Kreasi di GOR Lamongan

Infolamongan.com – Memperingati Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2026 dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), organisasi wartawan tertua di Indonesia ini tidak hanya merayakannya dengan diskusi atau seminar. PWI Cabang Lamongan memilih cara yang segar dan merakyat dengan menyelenggarakan Lomba Senam Kreasi pada Minggu (1/2/2026) di GOR Lamongan. Kegiatan yang diikuti oleh 39 peserta ini berhasil menyatukan semangat kebugaran, kreativitas seni, dan refleksi peran pers dalam masyarakat.

Acara yang dibuka secara langsung oleh Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, ini menjadi simbol bahwa insan pers tidak hanya bergelut dengan pena dan laptop, tetapi juga aktif terlibat dalam kegiatan sosial yang membangun kebersamaan dan kesehatan masyarakat. Momentum HPN dan HUT PWI kali ini dijadikan titik tolak untuk memperkuat kontribusi nyata pers di tengah masyarakat, tidak hanya melalui informasi, tetapi juga aksi.

Pembukaan oleh Bupati: Apresiasi dan Harapan untuk Pers yang Mencerahkan

Bupati Yuhronur Efendi, yang akrab disapa Pak Yes, hadir memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif PWI Lamongan. Dalam sambutannya, beliau menekankan dua hal penting: pertama, fungsi kegiatan sebagai wadah bagi para pegiat senam, dan kedua, peran strategis pers ke depannya.

Pak Yes mengapresiasi PWI yang telah memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengekspresikan kreativitasnya. “Terima kasih atas partisipasi seluruh peserta dalam kegiatan ini… Ini tentu sebagai wadah untuk penyaluran para pesenam di Kabupaten Lamongan, serta wadah yang baik untuk mengaktualisasikan seluruh kreativitas kita,” ujar Bupati.

Namun, lebih dari sekadar apresiasi untuk acara hari itu, Bupati Yes menitipkan harapan besar bagi dunia pers di momentum bersejarah ini. Beliau menyebut bahwa peringatan ini seharusnya menjadi momen refleksi bagi insan pers untuk meningkatkan kualitas kontribusinya bagi bangsa.

“Selamat kepada PWI yang sudah berusia 80 tahun, juga Hari Pers Nasional tahun 2026, mudah-mudahan ke depan pers akan semakin dapat memberikan informasi-informasi yang mencerahkan, informasi yang jernih, sehingga masyarakat akan lebih mempunyai cara pandang dan visi yang baik untuk kemajuan Lamongan dan Indonesia yang kita cintai ini,” pesan Bupati dengan penuh harap.

Pernyataan ini menyiratkan harapan agar pers tidak hanya menjadi penyampai berita (inform), tetapi juga menjadi penyedia informasi yang edukatif, inspiratif, dan konstruktif (enlighten). Peran mencerahkan (enlightening) inilah yang dianggap dapat membentuk cara pandang dan visi masyarakat yang lebih baik untuk memajukan daerah dan negara.

Lomba Senam Kreasi: Menyatukan Semangat Kebugaran dan Kreativitas

Lomba Senam Kreasi yang digelar menjadi ajang yang meriah dan penuh warna. Dengan 39 peserta yang turun ke lapangan, GOR Lamongan dipenuhi oleh energi dinamis dan semangat kompetisi yang sehat. Peserta yang kemungkinan berasal dari berbagai kelompok senam, komunitas, atau perorangan di Lamongan, menampilkan koreografi kreatif mereka dengan iringan musik yang semangat.

Senam kreasi sendiri adalah bentuk senam yang menekankan pada unsur kreativitas, keindahan gerak, dan harmonisasi dengan musik, di luar pakem senam dasar. Lomba semacam ini tidak hanya menguji kebugaran fisik, tetapi juga kreativitas, kekompakan tim, dan kemampuan artistik para pesertanya. Dengan menyelenggarakan lomba ini, PWI Lamongan secara cerdas memilih aktivitas yang bersifat inklusif, sehat, dan membangun keceriaan bersama, mencerminkan semangat pers yang dekat dengan denyut nadi masyarakat.

Rangkaian Kegiatan Sosial PWI Lamongan: Kontribusi Nyata di Luar Meja Redaksi

Ketua PWI Lamongan, Kadam Mustoko, dalam kesempatan tersebut menjelaskan bahwa Lomba Senam Kreasi hanyalah satu dari serangkaian kegiatan yang dipersiapkan untuk memeriahkan HPN dan HUT PWI ke-80. Ia menegaskan bahwa rangkaian kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi nyata PWI Lamongan kepada masyarakat.

“Ini merupakan suatu rangkaian dan masih banyak lagi yang lainnya, diantaranya pemeriksaan kesehatan, sunatan gratis di daerah Sukorame dan beberapa yang lain,” ungkap Kadam Mustoko.

Pengungkapan ini menunjukkan bahwa PWI Lamongan memiliki peta kegiatan yang holistik. Selain lomba senam yang bersifat hiburan dan kebugaran, mereka juga mengadakan kegiatan sosial langsung yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, seperti:

  • Pemeriksaan Kesehatan: Membantu masyarakat, terutama dari kalangan kurang mampu, untuk mengetahui kondisi kesehatannya secara gratis.

  • Sunatan Massal (Khitanan Gratis): Program sosial yang sangat membantu keluarga ekonomi lemah dalam melaksanakan tradisi dan kewajiban agama bagi anak laki-lakinya.

Kadam Mustoko menegaskan filosofi di balik semua kegiatan ini: “Ini sebagai bentuk bahwa wartawan tidak hanya bisa menulis saja, namun juga bisa memberi berkontribusi kepada masyarakat.” Pernyataan ini merupakan koreksi terhadap stigma bahwa wartawan hanya “pemberita” atau “pengamat” dari jauh. PWI Lamongan ingin membuktikan bahwa insan pers adalah bagian aktif dari masyarakat yang bisa turun tangan langsung membantu dan memecahkan masalah sosial.

Makna Ganda Perayaan: Refleksi 80 Tahun PWI dan Tantangan Pers ke Depan

Peringatan HUT ke-80 PWI pada tahun 2026 adalah momen yang sangat bersejarah. Delapan dekade perjalanan organisasi wartawan ini sejajar dengan usia Republik Indonesia yang masih muda. Di usia yang matang ini, tuntutannya bukan hanya merayakan eksistensi, tetapi juga melakukan introspeksi dan adaptasi terhadap tantangan zaman.

Era digital dan banjir informasi (information overload) telah mengubah landscape pemberitaan. Hoaks, misinformasi, dan media sosial yang tidak terkendali menjadi musuh bersama dari informasi yang “mencerahkan dan jernih” yang diharapkan Bupati. Peran pers profesional yang berpegang pada kode etik, verifikasi data, dan kedalaman analisis menjadi semakin krusial.

Dengan menyelenggarakan kegiatan sosial seperti ini, PWI Lamongan sedang membangun modal sosial (social capital) dan kepercayaan masyarakat. Kepercayaan ini adalah fondasi terpenting agar pesan-pesan jernih dari pers bisa diterima dan dipercaya oleh publik di tengah riuhnya arus informasi.

Penutup: Dari GOR Lamongan, Sebuah Pernyataan Lembut tentang Peran Pers

Lomba Senam Kreasi di GOR Lamongan mungkin terlihat seperti acara biasa. Namun, dalam konteks peringatan HPN dan HUT PWI ke-80, ia adalah sebuah pernyataan simbolis yang kuat. Ia menyatakan bahwa:

  1. Pers adalah bagian dari masyarakat: Terlibat dalam kegembiraan, kesehatan, dan kepedulian sosial warga.

  2. Pers mendukung kreativitas: Memberi ruang bagi ekspresi seni dan olahraga masyarakat.

  3. Pers bertanggung jawab membangun: Tidak hanya mengkritik, tetapi juga berkontribusi nyata.

Ketika para peserta senam menunjukkan kreativitas mereka, dan para wartawan berada di sana tidak hanya meliput tetapi juga mengorganisir, terjalin sebuah hubungan yang lebih manusiawi antara insan pers dan publiknya. Dari hubungan seperti inilah, harapan Bupati Yuhronur Efendi untuk pers yang “mencerahkan” bisa menemukan jalannya: bermula dari kedekatan hati, dilandasi niatan berkontribusi, dan diwujudkan dalam informasi-informasi yang bertanggung jawab dan membangun untuk kemajuan Lamongan dan Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *