Infolamongan.com – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Sambeng menggelar kegiatan Halal Bihalal dan Upgrading Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di Aula Lantai 2 Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU) Sambeng, Minggu (5/4/2026). Kegiatan yang berlangsung dari pagi hingga siang hari ini menjadi momentum strategis bagi kader Ansor dan Banser di wilayah Sambeng untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menyusun program kerja ke depan.
Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting organisasi, antara lain Kepala Asisten Pendidikan dan Latihan (Asdiklat) Satuan Koordinator Wilayah (Satkorwil) Banser Jawa Timur, Moh. Syukron Aby; Kasatuan Koordinator Cabang (Kasatkorcab) Banser Lamongan, Suyatin; jajaran pengurus PAC GP Ansor Sambeng; para Ketua Ansor se-Kecamatan Sambeng; serta seluruh anggota Banser se-Kecamatan Sambeng. Kehadiran para pemangku jabatan dari tingkat cabang hingga wilayah menunjukkan perhatian serius terhadap pengembangan kader di tingkat anak cabang.
Ketua PAC GP Ansor Sambeng yang diwakili oleh Sekretaris PAC, Diki Aris Susanto, dalam sambutannya menyampaikan sejumlah program kerja yang akan dijalankan ke depan. Program-program tersebut dirancang untuk menjawab tantangan zaman sekaligus memberdayakan pemuda di Kecamatan Sambeng secara holistik. Adapun program yang dimaksud meliputi pengembangan petani milenial, pelatihan literasi digital, pembentukan Badan Usaha Milik Ansor (BUMA) melalui Caffe Sambang Sambeng (SS), pendirian Sekolah Sepak Bola (SSB) Ansor Sambeng, serta pendirian Rumah Belajar Ansor.
Program petani milenial menjadi salah satu fokus utama mengingat Kecamatan Sambeng memiliki potensi besar di sektor pertanian. Melalui program ini, Ansor Sambeng berupaya menarik minat generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian dengan pendekatan modern dan teknologi. Sementara itu, pelatihan literasi digital diharapkan dapat membekali kader dengan kemampuan memilah informasi di era banjir hoaks. BUMA melalui Caffe Sambang Sambeng merupakan upaya kemandirian ekonomi organisasi, sedangkan SSB Ansor Sambeng dan Rumah Belajar Ansor menjadi wadah pengembangan bakat dan pendidikan nonformal bagi masyarakat.
Selain memaparkan program kerja, Diki Aris Susanto juga menginformasikan agenda organisasi ke depan yang bersifat lebih luas. Di antaranya adalah Apel Banser tingkat Kabupaten Lamongan yang dijadwalkan pada 24 April 2026 mendatang serta kegiatan Pendidikan Kader Lanjutan (PKL) yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Lamongan. Kedua agenda ini menjadi kesempatan bagi kader Banser Sambeng untuk berinteraksi dan berkoordinasi dengan kader dari kecamatan lain di seluruh Kabupaten Lamongan.
Sementara itu, Ketua Tanfidziyah MWC NU Sambeng, Ahmad Fathul Mubin, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan Halal Bihalal menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antar kader Ansor dan Banser pasca Idul Fitri. Sedangkan upgrading Banser merupakan upaya meningkatkan kapasitas dan kualitas kader agar lebih siap dalam menjalankan tugas organisasi, baik di bidang keamanan, sosial, maupun keagamaan.
“Kami dari MWC NU Sambeng selalu memberikan dukungan penuh kepada Ansor Sambeng agar terus menghadirkan kegiatan positif di bidang kepemudaan, sosial, dan keagamaan. Ansor dan Banser adalah ujung tombak pergerakan NU di tingkat kecamatan, sehingga pembinaan kader harus terus dilakukan secara berkelanjutan,” ujar Ahmad Fathul Mubin di hadapan para peserta.
Kasatkorcab Banser Lamongan, Suyatin, turut memberikan apresiasi yang tinggi terhadap PAC GP Ansor Sambeng yang dinilai aktif dan inovatif dalam menjalankan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan dan keagamaan. Suyatin juga menyempatkan diri untuk mensosialisasikan agenda PKL dan Apel Banser se-Kabupaten Lamongan yang rencananya akan digelar dalam waktu dekat. Ia berharap seluruh kader Banser Sambeng dapat berpartisipasi aktif dalam agenda tersebut.
“Banser harus menjadi kader yang tangguh, tanggap, dan trengginas dalam menghadapi berbagai tantangan. Jangan sampai ada kader Banser yang hanya ikut-ikutan tanpa memahami tugas dan tanggung jawabnya. Kami di tingkat kabupaten akan terus memantau dan mengevaluasi kinerja Banser di setiap kecamatan,” tegas Suyatin dengan nada tegas namun penuh semangat.
Dalam pemaparannya, Moh. Syukron Aby, Kepala Asdiklat Satkorwil Banser Jawa Timur, menjelaskan bahwa upgrading yang dilakukan secara rutin merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kemampuan kader Banser agar lebih terukur dalam bertindak. Kemampuan tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari prosedur pengamanan kegiatan, teknik penanganan konflik, hingga pelaksanaan aksi sosial kemanusiaan yang sesuai dengan standar operasional yang telah ditetapkan.
Ia menambahkan bahwa tantangan yang dihadapi oleh Banser saat ini tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga mencakup aspek sosial, ideologis, hingga digital. Ancaman seperti penyebaran berita hoaks, provokasi di media sosial, hingga paham radikalisme yang menyasar generasi muda menjadi pekerjaan rumah yang tidak bisa diabaikan. Oleh karena itu, setiap kader Banser dituntut untuk memiliki kapasitas yang adaptif dan responsif terhadap perkembangan zaman.
“Kegiatan upgrading seperti ini juga menjadi sarana regenerasi dan penguatan organisasi, baik bagi kader baru maupun kader lama. Dengan adanya transfer pengetahuan dan pengalaman antar generasi, diharapkan tercipta organisasi yang solid, efektif, dan mampu menjawab tantangan di tingkat lokal maupun nasional. Jangan sampai kader Banser gagap teknologi atau gagap informasi,” jelas Moh. Syukron Aby.
Menurutnya, keikutsertaan dalam GP Ansor dan Banser memberikan banyak manfaat yang tidak hanya dirasakan oleh organisasi tetapi juga oleh individu kader itu sendiri. Mulai dari peningkatan pengetahuan tentang kebangsaan dan keagamaan, pengalaman dalam aksi sosial dan pengamanan, hingga perluasan jaringan sosial yang dapat membantu kader dalam berbagai aspek kehidupan. Lebih dari itu, kegiatan di Ansor dan Banser juga membentuk karakter kepemimpinan generasi muda yang sangat dibutuhkan di tengah krisis keteladanan.
Banser sebagai kader inti GP Ansor memiliki peran strategis yang tidak bisa diremehkan. Mereka adalah penggerak, pelaksana, sekaligus pengaman program-program organisasi. Dengan kedisiplinan tinggi serta semangat religius yang kuat, Banser diharapkan mampu menjadi benteng para ulama dan penjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari berbagai ancaman, baik yang datang dari dalam maupun luar negeri.
Melalui kegiatan Halal Bihalal dan Upgrading ini, diharapkan seluruh kader Banser di Kecamatan Sambeng semakin solid, profesional, dan siap menghadapi berbagai tantangan ke depan. Sinergi antara Ansor, Banser, dan MWC NU Sambeng harus terus dipelihara dan ditingkatkan agar program-program pemberdayaan masyarakat dapat berjalan dengan optimal.
Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih empat jam ini ditutup dengan ajakan dari para pembina kepada seluruh kader untuk terus meningkatkan kualitas diri, memperkuat sinergi antarsektor, dan menjaga semangat perjuangan sebagai bagian dari khidmah kepada agama, bangsa, dan masyarakat. Acara kemudian ditutup dengan ramah tamah dan sesi foto bersama seluruh peserta sebagai simbol kebersamaan dan komitmen kolektif untuk memajukan organisasi ke depan.









