Infolamongan.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan terus memperlebar jejaring dan meningkatkan daya tariknya di mata investor global. Upaya strategis ini ditandai dengan diterimanya kunjungan dan audiensi CEO PT Rexline Engineering Indonesia, Rahul Thottiyil, oleh Wakil Bupati Lamongan, Dirham Akbar Aksara, ST, di ruang kerjanya pada Selasa (13/01/2026). Kunjungan yang didampingi langsung oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Dina Ariyani dan Kepala Dinas Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sujarwo ini, secara khusus membahas rencana ekspansi dan potensi investasi perusahaan kontraktor EPCM (Engineering, Procurement, Construction Management) ternama tersebut di bumi Lamongan.
PT Rexline Engineering Indonesia bukanlah perusahaan biasa. Ia merupakan bagian dari grup perusahaan Australia yang telah memiliki reputasi kuat sebagai penyedia solusi teknik terpadu di sektor-sektor industri berat dan strategis. Spesialisasinya mencakup pertambangan, pembangkit listrik, industri pupuk, dan kimia, dengan kemampuan menyediakan solusi desain internal yang lengkap. Dengan kantor pusat operasionalnya di Surabaya, perusahaan ini telah memiliki footprint yang signifikan di Indonesia, dan kini menjadikan Lamongan sebagai salah satu fokus ekspansi barunya.
Pemaparan Potensi: Menjual Lamongan sebagai Destinasi Investasi Premium
Dalam audiensi yang berlangsung hangat dan penuh substansi tersebut, Wakil Bupati Dirham Akbar Aksara, atau yang akrab disapa Mas Wabup, secara komprehensif memaparkan profil dan daya saing Kabupaten Lamongan. Paparan tersebut bukan sekadar presentasi administratif, melainkan sebuah pitching strategis yang dirancang untuk menunjukkan bahwa Lamongan telah matang menjadi kawasan industri yang kompetitif.
Dirham memulai dengan menegaskan posisi geostrategis Lamongan yang unik. “Lamongan posisinya strategis, berada di dalam Gerbangkertosusila (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan),” jelasnya. Pernyataan ini menekankan integrasi Lamongan dalam wilayah metropolitan terbesar dan paling produktif di Jawa Timur, yang berarti akses ke pasar yang besar, rantai pasok yang solid, dan jaringan logistik yang sudah mapan.
Lebih dari itu, Mas Wabup memaparkan gambaran umum demografis Lamongan yang didominasi oleh populasi usia produktif, serta tren pertumbuhan ekonomi daerah yang positif dalam beberapa tahun terakhir. Data realisasi investasi, baik Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) maupun Penanaman Modal Asing (PMA), yang terus menunjukkan grafik naik, menjadi bukti nyata iklim investasi yang kondusif. “Kami tidak hanya menawarkan lahan, tetapi ekosistem investasi yang lengkap. Dari pertumbuhan ekonomi yang stabil, tenaga kerja terampil dan semi-terampil yang melimpah, hingga aksesibilitas tinggi melalui jalur darat dan tol laut,” tambah Dirham.
Yang tak kalah penting adalah penegasan komitmen politik pemerintah daerah. Dirham menyampaikan secara gamblang tentang kebijakan-kebijakan pro-investasi yang telah dan akan terus diterapkan. Kebijakan ini mencakup perizinan yang dipermudah melalui Dinas PTSP, insentif fiskal dan non-fiskal bagi investor pionir di sektor tertentu, serta jaminan keamanan dan kemudahan dalam proses pembebasan lahan yang transparan dan berkeadilan.
Sinergi Triple Helix: Peran Penting Dinas PTSP dan Bappeda
Kehadiran Kepala Dinas PTSP dan Bappeda dalam audiensi ini memiliki arti yang sangat operasional. Dinas PTSP, di bawah kepemimpinan Dina Ariyani, merupakan ujung tombak layanan perizinan dan fasilitasi investasi. Kehadirannya memberikan sinyal kepada CEO Rahul Thottiyil bahwa setiap rencana investasi akan didampingi dengan mekanisme perizinan yang cepat, terintegrasi, dan minim birokrasi.
Sementara itu, Kepala Bappeda Sujarwo hadir sebagai representasi dari perencanaan pembangunan daerah yang terstruktur. Bappeda memahami peta zonasi industri, rencana tata ruang wilayah (RTRW), dan proyeksi kebutuhan infrastruktur pendukung. Diskusi dengan Sujarwo memungkinkan investor untuk menyesuaikan rencana proyeknya dengan masterplan pembangunan Lamongan, sehingga investasi yang masuk tidak hanya menguntungkan perusahaan, tetapi juga selaras dan mendukung visi pembangunan jangka panjang daerah.
Peluang Investasi Berkelanjutan di Sektor Strategis
PT Rexline Engineering Indonesia, dengan portofolio di sektor pertambangan, energi, dan kimia, membuka peluang besar bagi transformasi ekonomi Lamongan. Investasi dari perusahaan sekelas ini berpotensi menciptakan multiplier effect yang besar. Selain penyerapan tenaga kerja langsung yang masif, biasanya proyek EPCM berskala besar juga akan menarik tumbuhnya industri pendukung (supporting industry), jasa logistik khusus, serta peningkatan kapasitas tenaga kerja lokal melalui program transfer of knowledge dan pelatihan teknis.
Wakil Bupati Dirham dalam pertemuan tersebut tidak hanya menawarkan lokasi, tetapi juga membuka diskusi tentang bentuk investasi berkelanjutan (sustainable investment) yang dapat dikembangkan. Hal ini mencakup potensi pengembangan proyek yang mengadopsi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), serta keselarasan dengan program hilirisasi yang dapat meningkatkan nilai tambah sumber daya lokal.
Audiensi ini merupakan langkah awal yang sangat promosing. Kunjungan CEO PT Rexline Engineering Indonesia menunjukkan bahwa Lamongan telah masuk dalam radar perusahaan global. Respon positif dari perusahaan yang memiliki rekam jejak internasional ini akan menjadi testimonial berharga yang dapat menarik lebih banyak investor berkualitas lainnya. Pemerintah Lamongan, melalui kepemimpinan Wakil Bupati Dirham Akbar Aksara, telah menunjukkan kesiapan dan profesionalisme dalam menjemput bola investasi. Tantangan selanjutnya adalah menerjemahkan diskusi positif ini menjadi nota kesepahaman (MoU) dan pada akhirnya realisasi investasi konkret yang akan mengerek pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja berkualitas, dan mengukuhkan posisi Lamongan sebagai salah satu daerah tujuan investasi primer di Jawa Timur.









