4.000 Ekor Ayam Ludes Terbakar, Kerugian Rp 250 Juta dalam Kebakaran Kandang di Ngimbang

Infolamongan.id – Suasana mencekam menyelimuti Dusun Kalongan, Desa Lawak, Kecamatan Ngimbang, pada Jumat malam (31/10/2025) lalu. Sekitar pukul 19.00 WIB, percikan api tiba-tiba terlihat menjalar dari bagian barat sebuah kandang ayam milik Suparlan, seorang warga setempat. Dalam hitungan menit, jeritan “kebakaran!” memecah kesunyian malam, menggantikan kokok ayam yang biasanya bersahutan. Kepanikan pun merebak. Warga yang menyaksikan kejadian itu berhamburan keluar rumah, berusaha memadamkan si jago merah yang dengan lahapnya melahap kayu dan sekam, dengan menggunakan peralatan seadanya. Upaya heroik warga ini menjadi garis pertahanan pertama sebelum bantuan resmi tiba.

Berdasarkan keterangan Kasihumas Polres Lamongan, kronologi kejadian bermula ketika seorang tetangga korban melihat adanya percikan api dari arah kandang. Dengan sigap, tetangga tersebut segera menuju lokasi untuk memastikan keadaan. Namun, niat baik itu sudah terlambat. Sesampainya di lokasi, api telah membesar dan dengan cepat menjalar membakar sebagian bangunan kandang. Bahan-bahan yang mudah terbakar seperti sekam padi dan rangka bambu yang digunakan pada kandang menjadi santapan empuk bagi api, membuat kobaran semakin tak terkendali.

Respons Cepat dan Sinergi Aparat di Malam Buta
Sekitar pukul 19.30 WIB, atau sekitar setengah jam setelah laporan pertama, suara sirine Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kecamatan Ngimbang akhirnya terdengar mendekati lokasi. Kedatangan petugas damkar disambut dengan rasa lega oleh warga yang sudah kelelahan. Mereka tidak bekerja sendirian. Dalam waktu yang hampir bersamaan, anggota Polsek Ngimbang yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Iptu I Wayan Sumantra, S.H., juga tiba di TKP. Turut serta dalam operasi pemadaman malam itu adalah Babinsa setempat dan perangkat desa, menunjukkan bentuk sinergi yang solid di tingkat akar rumput.

Kapolsek I Wayan Sumantra beserta anggotanya tidak hanya berdiri memantau. Mereka turun langsung, bergabung dengan barisan pemadam dan warga, berjibaku melawan kobaran api. Tugas mereka multipronged: membantu proses pemadaman secara langsung dan melakukan pengamanan di sekitar area kebakaran. Langkah pengamanan ini krusial untuk mencegah api merembet ke bangunan lain di sekitarnya, yang bisa jadi adalah rumah-rumah penduduk atau kandang ternak lainnya. Berkat kerja keras dan koordinasi seluruh pihak, api yang mengamuk akhirnya berhasil ditaklukkan sepenuhnya pada pukul 20.00 WIB.

Duka dan Kerugian Materiil yang Tidak Sedikit
Setelah api padam dan asap menipis, pemandangan pilu tersaji. Kandang ayam seluas itu kini hanya menyisakan puing-puing hangus dan bau anyir daging terbakar. Yang paling memilukan, seluruh isi kandang yang berisi sekitar 4.000 ekor ayam pedaging (broiler) dinyatakan ludes terbakar. Tidak ada satu pun dari ribuan ayam yang berhasil diselamatkan. Bagi Suparlan, ini bukan sekadar kerugian materiil, tetapi juga hancurnya sumber mata pencaharian dan harapan untuk menafkahi keluarga.

Dari hasil pemeriksaan sementara, kerugian materiil yang diderita Suparlan ditaksir mencapai angka yang fantastis, sekitar Rp 250.000.000 (dua ratus lima puluh juta rupiah). Nilai ini mencakup kerusakan total pada bangunan kandang, ribuan ekor ayam pedaging yang mati terbakar, serta berbagai peralatan kandang yang ikut menjadi korban amukan api. Angka ini merupakan pukulan berat bagi sebuah keluarga di pedesaan, dan proses pemulihannya akan membutuhkan waktu serta biaya yang tidak sedikit.

Penyebab Diduga Korsleting Listrik, Penyidikan Berlanjut
Penyelidikan awal yang dilakukan oleh pihak kepolisian di lokasi kejadian mengarah pada dugaan kuat korsleting listrik sebagai biang kerok tragedi ini. Diduga, terjadi korsleting pada sambungan kabel di bagian barat kandang. Percikan api yang dihasilkan dari korsleting tersebut kemudian menyambar bahan-bahan yang mudah terbakar di sekitarnya, yaitu sekam dan rangka bambu. Kombinasi antara sumber api dan material yang highly flammable ini menciptakan badai api sempurna yang menghanguskan segala sesuatu di dalam kandang dengan sangat cepat.

Meski penyebab awal telah diduga, pihak kepolisian menyatakan bahwa penyelidikan lebih lanjut masih terus dilakukan. Tim forensik dari Polres Lamongan mungkin akan turun untuk memastikan titik awal kebakaran dan memverifikasi kuatnya dugaan korsleting ini. Langkah ini penting tidak hanya untuk kepastian hukum, tetapi juga sebagai bahan pembelajaran dan pencegahan bagi pemilik kandang ternak lainnya di wilayah Lamongan.

Refleksi dan Peringatan bagi Peternak
Peristiwa memilukan di Dusun Kalongan ini seharusnya menjadi alarm peringatan bagi seluruh peternak, tidak hanya di Lamongan tetapi di mana pun. Beberapa hal penting yang perlu menjadi perhatian adalah:

  1. Pemeriksaan Instalasi Listrik Rutin: Instalasi listrik di kandang, yang seringkali lembab dan berdebu, harus diperiksa secara berkala oleh tenaga ahli untuk mencegah korsleting.

  2. Pemilihan Material Konstruksi: Penggunaan material yang tidak mudah terbakar, atau paling tidak treatment tahan api, untuk bagian-bagian kandang yang dekat dengan sumber listrik dapat meminimalisir risiko.

  3. Penyimpanan Bahan yang Aman: Sekam dan bahan organik lain yang mudah terbakar harus disimpan di tempat yang terpisah dan aman dari sumber percikan api.

  4. Kesiapan Alat Pemadam: Memiliki alat pemadam api ringan (APAR) di lokasi kandang dapat menjadi penyelamat pertama sebelum bantuan datang.

Kejadian ini, meski penuh duka, juga menyisakan secercah hikmah tentang pentingnya kerja sama dan respons cepat komunitas. Tidak adanya korban jiwa dalam peristiwa yang bisa saja lebih tragis ini adalah berkat kewaspadaan tetangga dan kesigapan seluruh elemen masyarakat dan aparat. Kini, perhatian beralih pada proses pemulihan Suparlan dan keluarganya, yang membutuhkan dukungan baik moril maupun materil untuk dapat bangkit kembali dari musibah yang menghancurkan ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *