Upin & Ipin Universe Tuai Kritik: Harga Game Mahal, Fitur Terbatas

Infolamongan.id – Antusiasme penggemar terhadap peluncuran game Upin & Ipin Universe ternyata tidak sepenuhnya berbanding lurus dengan kepuasan yang didapat. Sejumlah pemain dan netizen menyampaikan kekecewaan mereka terhadap game bertema animasi anak populer asal Malaysia ini, karena dianggap terlalu mahal untuk fitur yang minim dan kurang inovatif.

Game ini resmi dirilis pada awal Juli 2025 dan langsung menyita perhatian publik, terutama penggemar serial animasi Upin & Ipin yang sudah melekat di benak anak-anak maupun orang dewasa di Asia Tenggara. Namun, ekspektasi tinggi terhadap kualitas game seolah tidak terbayar.

Harga Tak Seimbang dengan Konten

Game Upin & Ipin Universe dibanderol dengan harga sekitar Rp 450.000 untuk versi dasar di platform konsol dan PC, sementara versi Deluxe bisa menembus Rp 700.000. Harga ini dinilai terlalu tinggi untuk sebuah game yang memiliki grafis dan gameplay yang cenderung sederhana.

Beberapa pemain menyebut bahwa kualitas grafisnya bahkan tidak lebih baik dibanding game mobile gratisan. Di sisi lain, alur permainan dinilai monoton dengan misi yang terkesan berulang tanpa tantangan berarti.

“Saya kira akan seperti open world atau semi-RPG dengan petualangan seru, ternyata cuma seperti game mini biasa dengan desain level yang terbatas,” ujar salah satu pengguna di forum komunitas gamer Indonesia.

Fitur Minim, Karakter Tidak Interaktif

Banyak pemain juga menyoroti bahwa fitur dalam game ini sangat terbatas. Meski membawa karakter ikonik seperti Upin, Ipin, Kak Ros, Tok Dalang, dan lainnya, namun karakterisasi mereka dalam game dianggap tidak interaktif. Tidak ada percakapan dinamis, alur cerita yang kuat, atau fitur online multiplayer seperti yang diharapkan banyak pemain modern.

Mode permainan yang ditawarkan sebagian besar berupa mini games seperti balapan sepeda, memungut sampah, dan permainan teka-teki yang hanya bisa dimainkan dalam waktu singkat tanpa variasi yang berarti.

Tidak Ada Versi Mobile, Belum Cross-Platform

Kekecewaan juga datang dari pengguna perangkat seluler. Game ini belum dirilis dalam versi Android atau iOS, dan hanya tersedia untuk platform PC dan konsol, tanpa dukungan cross-platform. Padahal, basis penggemar Upin & Ipin sebagian besar berasal dari kalangan anak-anak dan keluarga yang lebih banyak menggunakan perangkat mobile.

“Seharusnya mereka mengutamakan rilis di platform mobile lebih dulu. Anak-anak lebih suka main pakai HP, bukan PC mahal,” tulis seorang pengguna di kolom ulasan Google.

Kritik: Branding Kuat, Eksekusi Lemah

Banyak pengamat game lokal menilai bahwa kekuatan merek Upin & Ipin sebenarnya bisa menjadi modal besar untuk sukses di dunia game, apalagi dengan pangsa pasar anak-anak dan nostalgia dewasa muda. Namun, penggarapan yang kurang matang serta tidak melibatkan pengembang game berpengalaman menyebabkan game ini gagal memenuhi ekspektasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *