Polres Lamongan Resmi Buka Latihan Kerja Siswa Bintara Polri TA 2025, Siap Cetak Bhayangkara Profesional dan Humanis

Infolamongan.id – Suasana khidmat dan penuh semangat menyelimuti Lapangan Apel Mapolres Lamongan pada pagi ini, Senin (3/11/2025). Polres Lamongan secara resmi menggelar Apel Penerimaan Latihan Kerja (Latja) bagi Siswa Pendidikan Pertama (Diktuk) Bintara Polri Tahun Anggaran 2025. Apel yang dipimpin langsung oleh Kapolres Lamongan, AKBP Agus Dwi Suryanto, S.I.K., M.H., ini menandai dimulainya periode penting bagi para taruna dari Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jawa Timur untuk mengaplikasikan ilmu teoritis mereka ke dalam praktik nyata di lapangan.

Momen apel ini tidak hanya menjadi ritual seremonial, melainkan sebuah pintu gerbang menuju dunia kepolisian yang sebenarnya. Para siswa, yang selama ini belajar di lingkungan akademis, kini akan dibumikan dengan realitas tugas-tugas kepolisian di tengah masyarakat. Hadir dalam kesempatan ini Wakapolres Lamongan Kompol I Made Prawira Wibawa S, S.T., S.I.K., M.I.K., seluruh Pejabat Utama Polres Lamongan, Kapolsek jajaran, perwira, brigadir, tamtama, ASN Polres Lamongan, serta Danton Pengasuh dan para Siswa Diktuk Bintara Polri SPN Polda Jatim.

Amanat Kapolres: Wujud Kepercayaan dan Tanggung Jawab Besar

Dalam amanatnya yang tegas namun penuh motivasi, Kapolres Lamongan, AKBP Agus Dwi Suryanto, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasihnya kepada SPN Polda Jawa Timur. “Kita saksikan bersama bahwa latihan kerja siswa Diktuk Bintara Polri telah dimulai. Saya mengucapkan terima kasih kepada SPN Polda Jatim yang telah mempercayakan Polres Lamongan sebagai lokasi pelatihan lapangan,” ujarnya.

Pernyataan ini menegaskan bahwa kepercayaan dari SPN Polda Jatim bukanlah hal yang dianggap sepele. Polres Lamongan menyadari betul bahwa mereka diberikan amanah untuk membentuk calon-calon bintara di fase yang paling krusial, yaitu ketika mereka pertama kali berinteraksi langsung dengan masyarakat dan kompleksitas permasalahan di lapangan. Kepercayaan ini merupakan sebuah tanggung jawab besar untuk mencetak generasi Bhayangkara yang tidak hanya terampil, tetapi juga berkarakter.

Peta Perjalanan Enam Hari di Medan Pengabdian

Kapolres Agus Dwi juga memberikan gambaran yang jelas tentang perjalanan yang akan ditempuh para siswa. Latihan kerja ini akan berlangsung selama enam hari. Dalam kurun waktu tersebut, para siswa tidak akan menjadi penonton. Mereka akan diintegrasikan ke dalam berbagai fungsi dan unit di jajaran Polres Lamongan, mendapatkan pembinaan dan pendampingan langsung dari mentor dan anggota senior yang telah berpengalaman.

“Kepada para mentor dan pendamping, saya berpesan agar benar-benar melatih para siswa dengan disiplin dan penuh tanggung jawab, sehingga mereka siap menjadi Bhayangkara yang profesional, humanis, dan berintegritas,” tambah Kapolres. Pesan ini adalah sebuah instruksi langsung untuk memastikan bahwa proses transfer knowledge dan nilai-nilai kepolisian berjalan dengan baik. Setiap mentor diharapkan tidak hanya mengajarkan prosedur tetap (protap), tetapi juga menanamkan etika, empati, dan keteladanan dalam bertugas.

Misi Utama: Dari Teori di Kelas ke Realita di Lapangan

Tujuan utama dari kegiatan Latja ini adalah untuk menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan dunia kerja kepolisian yang sesungguhnya. Selama enam hari ke depan, para siswa akan mendapatkan pengalaman nyata yang tidak tergantikan, mencakup:

  1. Pelayanan Masyarakat (Yanmas): Mereka akan belajar langsung bagaimana melayani masyarakat dengan ramah dan efisien, mulai dari proses pembuatan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), menerima laporan, hingga membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan.

  2. Penegakan Hukum (Gakkum): Siswa akan diajak melihat dan terlibat dalam proses penanganan tindak pidana, mulai dari tahap penyelidikan, penyidikan, hingga penanganan TKP, tentu saja di bawah pengawasan ketat mentor mereka.

  3. Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Harkamtibmas): Mereka akan terlibat dalam kegiatan patroli, pengaturan lalu lintas, dan upaya pre-emptif lainnya untuk menciptakan situasi yang kondusif. Ini adalah momen untuk memahami bahwa pencegahan seringkali lebih penting dari penindakan.

Penutupan Apel dan Dimulainya Babak Baru

Apel penerimaan ditutup dengan laporan resmi pembukaan latihan kerja oleh perwakilan SPN Polda Jatim. Laporan ini menjadi penanda resmi dimulainya kegiatan Latja Siswa Diktuk Bintara Polri SPN Polda Jatim di Polres Lamongan. Suasana haru dan bangga terpancar dari raut wajah para siswa. Ini adalah hari pertama mereka mengenal lebih dekat denyut nadi kehidupan sebagai seorang polisi.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, harapan besar ditumpahkan pada pundak para siswa. Mereka tidak hanya diharapkan mampu mengaplikasikan ilmu kepolisian secara teknis, tetapi yang lebih penting adalah memperkuat karakter dan semangat pengabdian sebagai pelayan dan pelindung masyarakat. Enam hari ke depan akan menjadi periode percepatan pembelajaran yang akan membentuk persepsi dan komitmen mereka dalam mengemban tugas mulia sebagai Bhayangkara Negara.

Polres Lamongan, melalui program ini, sekali lagi menegaskan komitmennya untuk berpartisipasi aktif dalam menyiapkan kader-kader terbaik Polri. Keberhasilan para siswa dalam melalui masa latihan kerja ini akan menjadi kontribusi nyata Polres Lamongan terhadap terwujudnya Polri yang Presisi: Prediktif, Responsif, Transparan, dan Berkeadilan, yang siap menghadapi tantangan zaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *