Infolamongan.com – Komitmen Kodim 0812/Lamongan dalam mengawal pembangunan infrastruktur ekonomi kerakyatan tidak berhenti pada fase perencanaan. Komandan Kodim (Dandim) 0812/Lamongan, Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo, kembali turun langsung ke lapangan untuk melakukan pemantauan intensif terhadap progres fisik pembangunan Gedung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Kunjungan kerja yang dilakukan pada Senin (05/01/2026) ini menyasar dua titik lokasi, yaitu Desa Plosowahyu di Kecamatan Kota Lamongan dan Desa Sukoanyar di Kecamatan Turi, sebagai bagian dari pengawasan berkelanjutan untuk memastikan program strategis ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Peninjauan ini memiliki tujuan yang jelas dan terukur:Â memastikan target waktu dan standar kualitas pembangunan fisik tercapai. Dandim Deni tidak melakukan kunjungan seremonial belaka. Ia datang dengan pendekatan inspeksi dan dialog langsung, menjadikan kunjungan ini sebagai bentuk supervisi teritorial yang konkret untuk mengantisipasi potensi hambatan dan memastikan akuntabilitas pengerjaan.
Inspeksi Lapangan: Dari Struktur Bangunan hingga Keselamatan Pekerja
Di setiap lokasi, Dandim melakukan pengecekan menyeluruh. Ia tidak hanya melihat kemajuan pembangunan dari luar, tetapi juga memperhatikan detail teknis. Poin utama yang menjadi fokus peninjauannya mencakup:
-
Kualitas Material dan Spesifikasi:Â Dandim memastikan material yang digunakan, seperti besi tulangan, semen, dan bahan bangunan lainnya, sesuai dengan standar dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan dalam perencanaan. Ini merupakan langkah kritis untuk menjamin keamanan, kekokohan, dan umur panjang gedung koperasi sebagai aset publik.
-
Progres Pengerjaan dan Linimasa:Â Ia mengevaluasi sejauh mana pengerjaan telah sesuai dengan jadwal (linimasa) yang ditetapkan. Dandim mendorong percepatan yang realistis agar manfaat koperasi dapat segera dirasakan oleh warga, namun tanpa mengorbankan kualitas.
-
Faktor Keamanan dan Keselamatan Kerja (K3):Â Perhatian khusus juga diberikan pada aspek keselamatan para pekerja bangunan. Dandim menekankan pentingnya penggunaan alat pelindung diri (APD) dan penerapan prosedur K3 untuk mencegah kecelakaan kerja selama proses konstruksi.
Yang patut dicatat, Dandim tidak hanya berkomunikasi dengan pengawas lapangan atau kontraktor. Ia menyempatkan diri untuk menyapa dan memberikan motivasi langsung kepada para pekerja bangunan. Interaksi ini bukan sekadar basa-basi, tetapi menunjukkan kepedulian pimpinan terhadap tenaga kerja yang menjadi ujung tombak pembangunan. Pesan tentang keselamatan kerja disampaikan langsung dari atasan tertinggi militer di wilayah tersebut, memberikan bobot dan perhatian serius terhadap aspek humanis dalam proyek fisik.
Peran Strategis Babinsa: Bukan Hanya Mengawasi, Tapi Memastikan Sinergi
Salah satu elemen kunci dalam pengawasan ini adalah optimalisasi peran Bintara Pembina Desa (Babinsa). Dalam kunjungannya, Dandim Deni berdialog khusus dengan para Babinsa yang ditugaskan untuk mendampingi proyek di masing-masing desa. Ia memberikan penegasan tentang peran yang lebih dari sekadar pengawas pasif.
“Kehadiran Babinsa di lokasi bukan sekadar memantau, tapi memastikan sinergi antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat berjalan harmonis. KDKMP ini adalah proyek strategis untuk kesejahteraan warga,” tegas Dandim di Desa Plosowahyu.
Pernyataan ini mempertegas fungsi Babinsa sebagai fasilitator dan problem solver. Tugas mereka adalah:
-
Pendampingan Melekat:Â Berada di lokasi secara rutin untuk memahami dinamika dan kendala teknis atau sosial yang muncul.
-
Memperlancar Komunikasi:Â Menjadi penghubung yang efektif antara kontraktor pelaksana dengan perangkat desa dan masyarakat, memastikan aspirasi dan kebutuhan lokal terakomodasi.
-
Mengatasi Hambatan:Â Dengan kewenangan dan jaringan mereka, Babinsa diharapkan dapat membantu mengurai kemacetan administrasi atau koordinasi yang dapat menghambat progres.
Visi Jangka Panjang: Koperasi Sebagai Motor Penggerak Ekonomi Desa
Di balik inspeksi teknis, Dandim Deni terus mengingatkan visi besar di balik proyek fisik ini. Pembangunan KDKMP bukan tujuan akhir, melainkan sarana untuk mencapai tujuan yang lebih besar:Â menciptakan motor penggerak ekonomi baru di tingkat desa.
Gedung koperasi yang representatif dan fungsional diharapkan dapat menjadi pusat kegiatan ekonomi warga. Fungsinya akan meliputi distribusi kebutuhan pokok dengan harga stabil, penyediaan akses permodalan usaha mikro yang lebih mudah dan terjangkau, serta pusat pelatihan dan pemasaran produk unggulan desa. Dengan demikian, koperasi ini diharapkan dapat mendorong kemandirian ekonomi, mengurangi kesenjangan harga antara desa dan kota, serta menciptakan lapangan kerja baru.
Kesimpulan: Tren Positif dan Komitmen yang Berlanjut
Peninjauan yang berakhir di Desa Sukoanyar ini berlangsung kondusif dan menghasilkan evaluasi yang positif. Dandim melaporkan bahwa secara umum, progres pembangunan di kedua desa menunjukkan tren positif dan berjalan sesuai linimasa.
Kunjungan Dandim 0812/Lamongan ini merupakan sinyal kuat bahwa TNI melalui fungsi teritorialnya tidak setengah-setengah dalam mendukung program pemberdayaan. Mereka tidak hanya membantu memulai, tetapi secara konsisten mengawal prosesnya dengan standar militer: disiplin waktu, ketelitian teknis, dan akuntabilitas. Pendekatan ini diharapkan tidak hanya menghasilkan gedung koperasi yang berkualitas, tetapi juga membangun kepercayaan masyarakat bahwa program pemerintah untuk mereka dikawal dengan serius dan penuh tanggung jawab. Keberhasilan Koperasi Merah Putih nantinya akan menjadi buah dari sinergi kuat yang dibangun sejak di lokasi pembangunannya.









