DPRD Kabupaten Lamongan Sahkan Rancangan KUA-PPAS 2026, Fokus pada Pembangunan Inklusif dan Reformasi Birokrasi

Infolamongan.id  – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lamongan secara resmi menyetujui Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2026 dalam sebuah rapat paripurna yang digelar pada Senin (11/08/2025) di Ruang Rapat Paripurna DPRD setempat. Acara ini ditandai dengan penandatanganan persetujuan dokumen oleh Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lamongan, Kacung Purwanto, yang hadir secara langsung.

Komitmen Perencanaan yang Akuntabel

Bupati Yuhronur Efendi, yang akrab disapa Pak Yes, menyampaikan bahwa penyusunan KUA-PPAS yang tepat waktu merupakan bukti komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan dalam menjalankan tahapan perencanaan dan penganggaran daerah secara transparan dan bertanggung jawab.

“Dokumen yang telah disepakati hari ini tidak hanya menjadi pedoman teknis dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), tetapi juga mencerminkan kesepahaman antara eksekutif dan legislatif dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, pelayanan publik yang responsif, serta pembangunan daerah yang semakin inklusif,” ujar Pak Yes.

Tahun 2026: Momentum Strategis Penuh Tantangan

Dalam pidatonya, Bupati menegaskan bahwa tahun 2026 akan menjadi tahun yang penuh tantangan, mengingat dinamika global dan nasional yang terus berkembang dan berdampak pada arah pembangunan daerah. Ia menekankan pentingnya kesiapan Pemkab Lamongan dalam menghadapi berbagai perubahan tersebut.

“Kita harus tanggap, adaptif, dan mampu mengakselerasi pelaksanaan reformasi birokrasi. Fokus kita bukan hanya pada penyederhanaan struktur, tetapi lebih pada pencapaian nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.

Arah Pembangunan 2026

Pak Yes memaparkan beberapa prioritas pembangunan tahun 2026, antara lain:

  1. Penguatan Ekonomi Lokal – Memanfaatkan potensi unggulan daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

  2. Peningkatan Investasi – Menciptakan iklim investasi yang kondusif guna menarik lebih banyak investor.

  3. Pemerataan Infrastruktur Dasar – Memastikan pembangunan infrastruktur merata hingga ke pelosok desa.

  4. Transformasi Digital – Mempercepat digitalisasi pelayanan publik dan ekonomi kreatif.

  5. Penurunan Angka Kemiskinan – Memperkuat program-program pemberdayaan masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan DPRD. “Kemitraan antara eksekutif dan legislatif harus lebih dari sekadar formalitas. Ini harus diwujudkan dalam kerja nyata yang akuntabel dan berdampak luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Proyeksi Anggaran 2026

Rancangan KUA-PPAS 2026 memuat proyeksi keuangan sebagai berikut:

  • Pendapatan Daerah: Rp3.246.527.900.000 (3,246 triliun)

  • Belanja Daerah: Rp3.391.822.017.647 (3,391 triliun)

  • Pembiayaan Netto: Rp145.294.117.647 (145,29 miliar)

  • Sisa Lebih Pembiayaan: Rp0

Anggaran tersebut dirancang untuk mendukung berbagai program prioritas, termasuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Badan Anggaran DPRD Lamongan meminta Pemkab untuk terus berinovasi dalam pengelolaan retribusi daerah guna meningkatkan kontribusi PAD.

Respons Legislatif

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lamongan, Kacung Purwanto, menyambut baik penyusunan KUA-PPAS 2026 yang telah melalui proses pembahasan intensif. Ia berharap implementasinya dapat berjalan lancar dengan pengawasan yang ketat.

“Kami mendorong agar setiap rupiah yang dialokasikan dalam APBD 2026 benar-benar digunakan secara efektif dan efisien untuk kepentingan masyarakat,” kata Purwanto.

Tantangan dan Harapan ke Depan

Meski rancangan anggaran telah disetujui, Pemkab Lamongan menyadari bahwa tantangan ke depan tidaklah kecil. Fluktuasi ekonomi global, ketidakpastian harga komoditas, dan perubahan kebijakan fiskal nasional dapat memengaruhi realisasi anggaran.

Namun, Pak Yes optimistis bahwa dengan sinergi yang kuat antara pemerintah dan DPRD, Lamongan dapat mencapai target pembangunannya. “Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya.

Penutup

Dengan disahkannya Rancangan KUA-PPAS 2026, Pemkab Lamongan dan DPRD siap menjalankan tahun anggaran depan dengan fokus pada pembangunan berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat fondasi ekonomi daerah serta menjadikan Lamongan sebagai kabupaten yang semakin maju dan kompetitif di tingkat regional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *