Banjir Kerap Terjang Lamongan, Ini Tips Mencegah Motor Rusak

Infolamongan.com Musim hujan yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir kembali memicu ancaman banjir di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Kondisi tersebut tak hanya berdampak pada aktivitas masyarakat, tetapi juga menimbulkan risiko kerusakan kendaraan bermotor, khususnya sepeda motor yang menjadi moda transportasi utama warga.

Lamongan dikenal sebagai salah satu daerah yang kerap dilanda banjir, terutama akibat luapan sungai seperti Bengawan Njero yang merendam puluhan desa di sejumlah kecamatan. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat banjir pernah melanda sedikitnya 45 desa di enam kecamatan, termasuk Turi, Kalitengah, Karanggeneng, Karangbinangun, Glagah, dan Deket. Dampak banjir tersebut juga menyebabkan banyak kendaraan warga mogok dan mengalami kerusakan.

Tak jarang, sepeda motor warga mogok saat menerjang genangan air, bahkan membuat aktivitas harian terganggu. Sejumlah warga mengaku harus berjuang ekstra saat berangkat sekolah atau bekerja karena kendaraannya kerap mati mendadak akibat banjir.

Risiko Kerusakan Motor Setelah Terjang Banjir

Sepeda motor yang menerjang banjir berisiko mengalami kerusakan serius jika tidak ditangani dengan benar. Air dapat masuk ke dalam mesin dan mencampur pelumas, sehingga kemampuan oli dalam melindungi komponen mesin menurun drastis. Kondisi ini dapat mempercepat keausan komponen dan menurunkan performa mesin.

Menurut Technical Specialist Pertamina Lubricants, Tri Purwanto, air yang masuk ke mesin bisa mengubah karakteristik pelumas sehingga tidak lagi mampu melindungi komponen mesin dari gesekan. Jika dibiarkan, hal tersebut dapat menyebabkan kerusakan serius hingga korosi.

Tips Mencegah Motor Rusak Setelah Menerjang Banjir

Sejumlah langkah perawatan perlu dilakukan agar sepeda motor tidak mengalami kerusakan parah usai menerjang genangan air. Berikut beberapa tips yang disarikan dari pakar otomotif dan sumber tepercaya:

1. Jangan Menyalakan Mesin Setelah Terendam

Kesalahan paling umum adalah langsung menyalakan mesin motor setelah terendam banjir. Hal ini justru berpotensi memperparah kerusakan karena air bisa masuk ke ruang pembakaran dan merusak komponen mesin.

2. Periksa dan Ganti Oli Mesin

Oli yang tercampur air biasanya berubah warna menjadi kecokelatan dan berbusa. Jika hal ini terjadi, oli harus segera dikuras dan diganti untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pada mesin.

3. Keringkan Sistem Kelistrikan

Air banjir dapat merusak sistem kelistrikan kendaraan. Pengeringan kabel, soket, dan komponen elektronik perlu dilakukan untuk mencegah korsleting.

4. Bersihkan Filter Udara dan Knalpot

Filter udara yang basah harus dikeringkan atau diganti. Knalpot juga perlu dikuras untuk memastikan tidak ada air tersisa yang bisa mengganggu pembakaran mesin.

5. Cek Sistem Rem dan Rantai

Lumpur banjir dapat menempel pada rem dan rantai motor sehingga mengurangi performa pengereman. Pembersihan menyeluruh sangat disarankan demi keselamatan berkendara.

Banjir Lamongan dan Dampaknya bagi Mobilitas Warga

Banjir yang melanda Lamongan bukan sekadar masalah musiman. Kondisi geografis wilayah yang dilalui sejumlah sungai besar membuat daerah ini rawan terendam saat curah hujan tinggi. Selain merendam permukiman, banjir juga mengganggu akses transportasi dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Dalam beberapa kejadian, warga bahkan membutuhkan layanan bengkel gratis untuk memperbaiki kendaraan yang mogok akibat banjir. Program bantuan tersebut digelar untuk membantu warga yang terdampak, mengingat sepeda motor merupakan alat transportasi vital bagi pelajar, pekerja, dan pelaku usaha.

Pentingnya Edukasi Keselamatan Berkendara di Musim Hujan

Pakar otomotif mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat berkendara di tengah banjir. Sebisa mungkin hindari menerjang genangan air yang terlalu tinggi karena dapat menyebabkan kerusakan mesin hingga risiko kecelakaan.

Selain itu, masyarakat di daerah rawan banjir seperti Lamongan perlu meningkatkan kewaspadaan, baik dalam memilih jalur perjalanan maupun dalam melakukan perawatan kendaraan secara berkala. Edukasi mengenai perawatan kendaraan pascabanjir menjadi kunci untuk mencegah kerugian ekonomi akibat kerusakan kendaraan.

Antisipasi Pemerintah dan Harapan Warga

Pemerintah daerah terus berupaya melakukan normalisasi sungai dan perbaikan drainase guna menekan risiko banjir. Namun, upaya tersebut harus dibarengi dengan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan.

Warga Lamongan berharap pemerintah dapat mempercepat pembangunan infrastruktur pengendalian banjir, mengingat dampaknya yang luas terhadap kehidupan sosial dan ekonomi. Kendaraan yang rusak akibat banjir bukan hanya soal kerugian materi, tetapi juga menghambat aktivitas sehari-hari masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *