Infolamongan.com – Suasana haru dan syukur mewarnai halaman Pendopo Lokatantra Lamongan pada Rabu pagi (29/04/2026). Pemerintah Kabupaten Lamongan secara resmi memberangkatkan lima kloter jamaah haji untuk tahun 2026. Bupati Lamongan Yuhronur Efendi yang akrab disapa Pak Yes langsung melepas keberangkatan kloter 30 dan kloter 31 dalam sebuah acara yang berlangsung khidmat sejak pukul 07.00 WIB.
Ratusan jamaah yang mengenakan pakaian ihberwarna putih tampak duduk rapi di atas kursi yang telah disediakan. Wajah-wajah mereka memancarkan kebahagiaan yang tak terbendung. Ada yang menangis haru, ada pula yang tersenyum lebar sambil menggenggam erat tangan pasangan atau anak cucu yang mengantar. Doa-doa dipanjatkan dari segala penjuru, menandai momen bersejarah bagi seluruh jamaah haji asal Lamongan tahun ini.
Dalam sambutannya di hadapan para jamaah, Bupati Yes menyampaikan bahwa keberangkatan ini adalah puncak dari penantian panjang yang akhirnya terwujud. Puluhan tahun bahkan puluhan bulan menunggu panggilan Allah SWT, kini sampai pada pelaksanaannya.
“Hari ini adalah hari yang dinantikan, panggilan Allah SWT akhirnya terlaksana. Semoga seluruh proses pemberangkatan berjalan lancar sebagaimana harapan kita bersama,” tutur Pak Yes dengan suara penuh haru.
Bupati Yes juga menegaskan harapannya agar seluruh jamaah diberikan keselamatan dan kelancaran dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci. Ia mengingatkan bahwa ibadah haji membutuhkan fisik yang kuat, kesabaran, serta kekhusyukan.
“Kami berharap seluruh jamaah haji Kabupaten Lamongan senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, serta mampu menjalankan ibadah dengan khusyuk hingga kembali ke tanah air,” tegasnya.
Lonjakan Signifikan Jumlah Jamaah
Salah satu kabar menggembirakan yang disampaikan Bupati Yes adalah peningkatan jumlah jamaah haji asal Lamongan tahun ini. Dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, angka 2026 mencatat lonjakan yang sangat signifikan.
“Alhamdulillah, tahun ini jamaah haji Lamongan meningkat hampir seribu jamaah. Ini menjadi tanda kemakmuran masyarakat Lamongan yang patut kita syukuri bersama,” jelasnya dengan nada bangga.
Menurut Bupati Yes, peningkatan jumlah jamaah haji merupakan indikator nyata dari meningkatnya kesejahteraan ekonomi masyarakat. Semakin banyak warga yang mampu membayar biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) menunjukkan bahwa taraf hidup masyarakat Lamongan terus membaik.
Rincian Jamaah Delapan Kloter
Sementara itu, berdasarkan laporan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lamongan, Abdul Ghofur, total jamaah haji Lamongan tahun ini berjumlah 2.758 orang. Mereka terdiri dari 1.247 jamaah laki-laki dan 1.511 jamaah perempuan. Seluruhnya terbagi dalam delapan kloter, yakni kloter 30 hingga kloter 37.
Berikut rincian jamaah per kloter:
-
Kloter 30: 222 jamaah
-
Kloter 31: 376 jamaah
-
Kloter 32: 375 jamaah
-
Kloter 33: 375 jamaah
-
Kloter 34: 374 jamaah
-
Kloter 35: 376 jamaah
-
Kloter 36: 375 jamaah
-
Kloter 37: 285 jamaah
Keberangkatan pada hari Rabu (29/4) ini mencakup lima kloter pertama, yaitu kloter 30 hingga kloter 34. Proses pemberangkatan dilakukan secara bertahap mulai pagi hingga malam hari. Selanjutnya, dua kloter (35 dan 36) akan diberangkatkan pada Kamis (30/4), dan satu kloter terakhir (37) pada Jumat (1/5).
Kebijakan Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan
Abdul Ghofur juga menerangkan bahwa pada penyelenggaraan haji tahun ini, pemerintah mengusung tagline “Haji Ramah Lansia, Haji Ramah Disabilitas, dan Haji Ramah Perempuan”. Kebijakan ini diambil untuk memberikan pelayanan yang lebih manusiawi dan memperhatikan kelompok-kelompok rentan di antara jamaah.
Dua skema utama yang diterapkan adalah:
-
Skema Murur – Jamaah tidak bermalam di Muzdalifah dan langsung menuju Mina. Skema ini mengurangi kelelahan fisik bagi jamaah lansia dan disabilitas.
-
Skema Tanazul – Jamaah tidak menginap di Mina dan diperbolehkan kembali ke hotel di Mekkah. Hal ini memberikan kenyamanan ekstra bagi mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.
Kedua skema tersebut diharapkan mampu mencegah kelelahan berlebihan, sakit, bahkan risiko kematian yang kerap terjadi karena kepadatan dan aktivitas fisik yang berat di puncak haji.
Petugas Haji Disiapkan Secara Profesional
Dalam mendukung pelayanan jamaah, Kemenag Lamongan turut menyiapkan puluhan petugas haji yang tersebar dalam berbagai peran. Mereka terdiri dari:
-
PPIH (Petugas Penyelenggara Ibadah Haji) sebanyak 13 orang
-
TKHK (Tenaga Kesehatan Haji Kloter) sebanyak 13 orang
-
PHD (Petugas Haji Daerah) sebanyak 8 orang
-
PIH KBIHU (Pembimbing Ibadah Haji Kelompok Bimbingan Ibadah Haji) sebanyak 10 orang
Seluruh petugas telah mengikuti pembekalan intensif selama berbulan-bulan, termasuk pelatihan penanganan kegawatdaruratan medis, bimbingan ibadah, serta pelayanan psikologis bagi jamaah yang mengalami stres atau rindu kampung.
Penghargaan Jamaah Tertua dan Termuda
Pada kesempatan yang sama, Bupati Lamongan juga memberikan penghargaan istimewa kepada dua jamaah yang mendapat predikat tertua dan termuda. Jamaah tertua adalah Mujiono bin Purwo, usia 90 tahun, asal Kecamatan Kedungpring. Sementara jamaah termuda adalah Najwa Amelia binti Nur Huda, usia 17 tahun, asal Kecamatan Solokuro.
Mujiono yang datang dengan kursi roda tampak haru menerima cenderamata dari Bupati Yes. Dengan suara lirih namun penuh syukur, ia berucap, “Alhamdulillah, saya masih diberi kesempatan oleh Allah untuk pergi ke Baitullah. Tidak ada yang lebih membahagiakan di usia saya yang sudah 90 tahun selain bisa berangkat haji.”
Sementara Najwa Amelia, yang masih duduk di bangku sekolah, mengaku bersyukur bisa berangkat bersama orang tuanya. “Saya tidak menyangka bisa menjadi jamaah termuda. Semoga saya bisa menjalankan ibadah dengan lancar dan menjadi anak yang berbakti kepada orang tua,” ujarnya malu-malu.
Penutup: Doa dan Harapan untuk Seluruh Jamaah
Acara pelepasan di Pendopo Lokatantra ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh seorang ulama setempat. Seluruh keluarga dan kerabat yang hadir menangis haru sekaligus bangga. Lambaian tangan dan takbir membahana saat bus-bus rombongan mulai bergerak menuju bandara keberangkatan.
Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui Bupati Yes berharap seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah haji dengan mabrur, kembali ke tanah air dengan selamat, dan membawa perubahan positif bagi diri, keluarga, serta masyarakat Lamongan. Peningkatan jumlah jamaah menjadi bukti kemakmuran daerah. Semoga tahun depan, lebih banyak lagi warga Lamongan yang terpanggil untuk memenuhi panggilan suci ke Baitullah.









