Halaman Polres Lamongan Berubah Jadi Taman Bermain Bahagia

Infolamongan.com – Sebanyak 41 anak usia dini dari KB/RA Muslimat NU Sunan Giri, Desa Gondanglor, Kecamatan Sugio, tampak ceria dan antusias mengikuti kegiatan SASANA (Samapta Sahabat Anak) yang digelar oleh Sat Samapta Polres Lamongan. Kegiatan yang berlangsung di halaman Polres Lamongan pada Selasa (28/04/2026) pukul 09.00 hingga 10.00 WIB itu bertujuan menanamkan edukasi kepolisian serta membangun kedekatan emosional antara polisi dan anak sejak dini.

Suasana halaman Polres Lamongan yang biasa terasa kaku dan penuh dengan kendaraan dinas, pada Selasa pagi itu berubah menjadi lahan bermain dan belajar yang penuh keceriaan. Puluhan anak berusia 4 hingga 6 tahun duduk melingkar di atas tikar warna-warni sambil mendengarkan dengan saksama para personel Sat Samapta yang berpakaian seragam rapi namun tetap ramah dan bersahabat.

Kegiatan yang dikemas sebagai inovasi dari Sat Samapta Polres Lamongan ini langsung dipimpin oleh Kasat Samapta Polres Lamongan AKP Yossy Eka, S.H., bersama sejumlah anggota Samapta. Para guru pendamping yang berjumlah lima orang pun turut mendampingi siswa-siswinya dengan penuh semangat.

Mengubah Stigma Takut Menjadi Sayang

Selama ini, tidak sedikit anak-anak yang merasa takut atau cemas ketika melihat sosok polisi. Stigma negatif seperti “polisi galak” atau “polisi suka marah” kerap tertanam tanpa disadari. Melalui program SASANA, Sat Samapta Polres Lamongan berusaha menghilangkan anggapan tersebut. Anak-anak diperkenalkan pada tugas dan fungsi kepolisian secara menyenangkan sehingga mereka mulai memandang polisi sebagai sahabat, pelindung, dan tempat berlindung saat membutuhkan pertolongan.

Dalam pelaksanaannya, personel Sat Samapta memberikan berbagai materi yang dikemas secara menarik dan ramah anak. Mereka tidak hanya berdiri dan berbicara, tetapi juga bermain, bernyanyi, serta melakukan simulasi sederhana. Anak-anak diajak mengenal simbol-simbol dasar kepolisian, seperti seragam, topi polisi, dan nomor telepon darurat 110. Semua disampaikan dengan lagu-lagu ceria dan gerakan-gerakan lucu yang membuat anak-anak tertawa lepas.

“Kami ingin anak-anak tidak takut kepada polisi. Sebaliknya, mereka harus tahu bahwa polisi adalah teman yang siap melindungi mereka. Jika tersesat, jika ada bahaya, mereka bisa mencari polisi,” ujar salah satu anggota Sat Samapta yang terlibat langsung dalam kegiatan.

Pendidikan Karakter Sejak Dini

Tak hanya mengenalkan profesi kepolisian, program SASANA juga menitikberatkan pada pendidikan karakter. Nilai-nilai kedisiplinan, kepatuhan terhadap aturan, serta kesadaran hukum mulai ditanamkan melalui cara-cara sederhana yang mudah dipahami oleh anak usia dini.

Misalnya, para personel mengajak anak-anak berjalan lurus seperti baris-berbaris sambil menyanyikan lagu tentang tertib lalu lintas. Anak-anak juga diajari cara menyeberang jalan dengan benar, pentingnya menggunakan helm saat naik sepeda motor, serta makna rambu-rambu lalu lintas dasar. Semua materi disampaikan dengan alat peraga warna-warni dan gambar-gambar lucu.

Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana outing class bagi anak-anak. Mereka mendapatkan pengalaman belajar di luar kelas yang berbeda dari biasanya. Interaksi langsung dengan polisi di lingkungan kantor kepolisian memberikan stimulasi positif bagi perkembangan kognitif dan sosial anak. Anak-anak yang awalnya malu-malu, perlahan mulai berani mengangkat tangan, bertanya, bahkan memeluk para personel Samapta.

Hasil Positif Terlihat Nyata

Dari kegiatan yang berlangsung selama satu jam tersebut, diperoleh hasil yang sangat positif. Rasa percaya diri dan keberanian siswa saat berinteraksi dengan aparat kepolisian meningkat secara signifikan. Di awal kegiatan, beberapa anak tampak cemas dan hanya diam di tempat. Namun setelah beberapa menit berinteraksi, mereka mulai tersenyum, tertawa, bahkan berlarian kecil menghampiri para polisi.

Para siswa juga mulai memahami simbol-simbol dasar kepolisian serta pentingnya menjaga ketertiban dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa anak dengan polosnya berkata bahwa mereka kelak ingin menjadi polisi. Hal itu menunjukkan bahwa program ini berhasil menanamkan citra positif Polri di benak generasi penerus bangsa.

Selain itu, kegiatan ini turut mempererat hubungan dan silaturahmi antara lembaga pendidikan dengan institusi Polri. Para guru pendamping mengaku senang dan merasa terbantu dengan adanya program SASANA. Mereka berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara rutin, tidak hanya di Polres tetapi juga di sekolah-sekolah di seluruh Lamongan.

Polri Hadir sebagai Sahabat Anak

Kasihumas Polres Lamongan IPDA M. Hamzaid, ketika dikonfirmasi seusai kegiatan, menyampaikan bahwa SASANA merupakan bagian dari komitmen Polri untuk hadir di tengah masyarakat dalam berbagai bentuk, tidak hanya sebagai penegak hukum tetapi juga sebagai mitra edukasi.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap anak-anak dapat tumbuh dengan karakter yang baik, tidak takut kepada polisi, serta memiliki kesadaran untuk selalu tertib dan patuh terhadap aturan dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.

IPDA Hamzaid juga menambahkan bahwa program SASANA akan terus dikembangkan dan digelar secara berkala di berbagai sekolah, terutama tingkat PAUD, TK, dan RA. Pihaknya menyadari bahwa masa kanak-kanak adalah periode emas untuk menanamkan nilai-nilai positif. Jika sejak dini anak-anak sudah memahami pentingnya disiplin dan aturan, maka ketika dewasa mereka akan menjadi warga negara yang taat hukum.

Harapan untuk Masa Depan

Program SASANA (Samapta Sahabat Anak) yang digagas oleh Sat Samapta Polres Lamongan di bawah pimpinan AKP Yossy Eka ini patut diapresiasi. Di tengah berbagai tantangan tugas kepolisian yang berat, inovasi seperti ini menunjukkan bahwa Polri terus berpikir kreatif untuk membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat, dimulai dari generasi termuda.

Kegiatan yang hanya berlangsung satu jam itu meninggalkan kesan mendalam. Puluhan pasang mata kecil memandang polisi bukan lagi dengan rasa takut, melainkan dengan rasa kagum dan sayang. Senyuman polisi yang ramah, pelukan hangat, serta lagu-lugu ceria tentang ketertiban lalu lintas akan terus mereka ingat.

Ke depan, diharapkan program SASANA dapat menjadi program unggulan Polres Lamongan yang bahkan bisa dicontoh oleh daerah-daerah lain. Karena pada akhirnya, anak-anak yang merasa dekat dengan polisi akan tumbuh menjadi orang dewasa yang tidak hanya taat hukum, tetapi juga ikut menjaga keamanan lingkungannya. Polisi dan masyarakat benar-benar bersatu, dimulai dari kedekatan yang sederhana sejak usia dini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *