Infolamongan.com – Gelombang regenerasi dan semangat baru menerpa Gerakan Pemuda (GP) Ansor di Desa Wonokromo, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan, Rabu (11/02/2026). Melalui musyawarah ranting yang penuh antusiasme dan demokratis, Sahabat Muhajir Makruf resmi terpilih sebagai Ketua Ranting GP Ansor Desa Wonokromo untuk periode kepemimpinan 2026-2028. Pemilihan ini menandai dimulainya babak baru bagi organisasi sayap pemuda Nahdlatul Ulama (NU) tersebut, dengan komitmen untuk memperkuat peran nyata pemuda Islam dalam menjawab dinamika dan tantangan masyarakat desa yang semakin kompleks di era digital.
Proses musyawarah yang melibatkan kader dan perwakilan pemuda Ansor di Wonokromo berhasil melahirkan kepemimpinan baru yang diyakini mampu membawa angin segar. Muhajir Makruf terpilih sebagai sosok visioner yang dinilai memiliki integritas, kapasitas, dan visi yang jelas untuk memajukan organisasi serta memberdayakan pemuda desa. Dalam pidato pertamanya usai terpilih, Muhajir menegaskan posisi strategis Ansor bukan hanya sebagai badan otonom (Banom) NU, tetapi sebagai garda terdepan.
“Kita bukan sekadar Banom, tapi garda terdepan Nahdlatul Ulama yang siap mewujudkan Wonokromo yang mandiri dan berdaya. Mari bergabung, berkarya, dan berjuang bersama!” seru Muhajir Makruf dengan penuh semangat dan keyakinan. Pernyataan ini sekaligus menjadi deklarasi bahwa di bawah kepemimpinannya, GP Ansor Wonokromo akan lebih proaktif, tidak hanya dalam kegiatan keagamaan ritual, tetapi juga terjun dalam pembangunan sosial, ekonomi, dan penguatan karakter pemuda.
Dukungan dan Harapan dari Tokoh Masyarakat
Terpilihnya Muhajir Makruf mendapatkan apresiasi dan dukungan penuh dari berbagai tokoh masyarakat dan pembina Ansor setempat. Seorang tokoh masyarakat yang juga merupakan pembina Ansor di Wonokromo menyampaikan optimisme yang besar terhadap kepemimpinan baru ini.
“Muhajir adalah representasi pemuda Wonokromo yang tangguh, cerdas, dan berintegritas. Di bawah kepemimpinannya, kami yakin Ansor akan semakin relevan dalam menghadapi tantangan era digital dan globalisasi, tanpa kehilangan jati diri sebagai pemuda NU yang berbasis pada nilai Ahlussunnah wal Jama’ah,” ujar tokoh tersebut. Dukungan ini menjadi modal sosial yang penting bagi Muhajir untuk menjalankan program-programnya, mengingat keberhasilan organisasi masyarakat seperti Ansor sangat bergantung pada legitimasi dan dukungan dari lingkungan sekitarnya.
Visi dan Misi: Menjawab Tantangan Zaman dengan Program Konkret
Sebagai Ketua Ranting yang baru terpilih, Muhajir Makruf beserta pengurus yang akan dibentuknya dihadapkan pada tantangan multidimensi. Di satu sisi, ada tuntutan untuk menjaga dan melestarikan nilai-nilai keislaman dan keNUan. Di sisi lain, ada desakan untuk beradaptasi dengan perubahan zaman, khususnya dalam menyikapi pesatnya perkembangan teknologi digital dan perubahan struktur sosial ekonomi di pedesaan.
Dalam visi yang diusung, setidaknya ada empat pilar program utama yang akan digelorakan:
-
Penguatan Spiritual dan Keagamaan: Memperdalam pemahaman keagamaan yang moderat (wasathiyah) di kalangan pemuda, melalui pengajian rutin, diskusi kitab kuning kontemporer, dan pendampingan masalah keagamaan sehari-hari. Ini untuk memastikan pemuda memiliki fondasi akidah dan akhlak yang kokoh.
-
Pengembangan Kreativitas dan Kewirausahaan Pemuda: Menyadari tingginya angka pengangguran di kalangan pemuda desa, GP Ansor berencana menggelar pelatihan kewirausahaan, baik konvensional maupun digital. Pelatihan ini dapat mencakup budidaya pertanian terpadu, peternakan, kerajinan tangan, hingga pelatihan pemasaran digital (digital marketing) untuk produk UMKM lokal Wonokromo.
-
Pemberdayaan Sosial dan Gotong Royong: Menjadikan Ansor sebagai motor penggerak kegiatan bakti sosial, seperti kerja bakti membersihkan lingkungan, renovasi rumah tidak layak huni, dan santunan kepada warga yang kurang mampu. Program ini untuk memperkuat nilai kegotongroyongan yang menjadi ciri khas masyarakat NU.
-
Forum Dialog dan Advokasi Pemuda: Menciptakan ruang dialog antar-generasi dan antar-kelompok pemuda di Wonokromo. Forum ini bertujuan untuk menampung aspirasi pemuda, mendiskusikan masalah desa, dan bahkan melakukan advokasi kebijakan yang berpihak pada kepentingan pemuda dan masyarakat luas.
Ajakan Terbuka untuk Seluruh Pemuda Wonokromo
Menyadari bahwa kekuatan organisasi terletak pada partisipasi anggotanya, kepengurusan baru GP Ansor Ranting Wonokromo secara terbuka mengajak seluruh warga Lamongan, khususnya pemuda Desa Wonokromo dari berbagai latar belakang, untuk aktif terlibat.
“Kami membuka pintu selebar-lebarnya bagi pemuda yang ingin berkontribusi untuk desanya, baik melalui ide, tenaga, maupun keterampilan. Ansor adalah rumah bersama untuk berproses dan mengabdi,” demikian ajakan yang disampaikan oleh tim sukses Muhajir Makruf. Ajakan ini strategis untuk merekrut kader-kader baru yang segar dan penuh ide, sehingga organisasi tidak hanya diisi oleh wajah-wajah lama.
Tantangan dan Harapan ke Depan
Memimpin GP Ansor di tingkat ranting bukanlah tugas mudah. Tantangan seperti minimnya sumber daya keuangan, rendahnya minat sebagian pemuda terhadap organisasi, dan persaingan dengan gaya hidup individualistik di era digital harus dihadapi. Namun, terpilihnya sosok muda seperti Muhajir Makruf memberikan harapan. Dibutuhkan konsistensi, transparansi dalam pengelolaan organisasi, dan kemampuan membangun jaringan dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah desa, BUMDes, hingga lembaga pendidikan.
Jika komitmen untuk “bukan sekadar Banom” dapat diwujudkan dalam aksi nyata, GP Ansor Ranting Wonokromo berpotensi menjadi katalisator perubahan positif di desanya. Mereka tidak hanya akan melahirkan kader-kader agama, tetapi juga calon-calon pengusaha, aktivis sosial, dan pemimpin masyarakat masa depan yang berkarakter dan berdaya saing. Pemilihan ini bukan akhir, melainkan awal dari sebuah perjalanan panjang menggelorakan semangat pemuda Ansor untuk membangun Wonokromo yang lebih baik, dari desa untuk Indonesia.









