SPPG Pucung Genjot Literasi Gizi di Sekolah Dasar, Perkenalkan Konsep “Isi Piringku” untuk Cegah Stunting dan Obesitas

Infolamongan.com – Dalam upaya mencetak generasi emas yang sehat dan berprestasi, Satuan Pelayanan Pengolahan Gizi (SPPG) Pucung kembali menunjukkan komitmen nyatanya. Kali ini, melalui sosialisasi dan edukasi gizi seimbang yang digelar di SDN 119 Balongpanggang, Kabupaten Gresik, pada Selasa (10/2/2026). Kegiatan yang bertujuan menanamkan pemahaman pola makan sehat sejak dini ini tidak hanya menyasar siswa, tetapi juga mendorong sinergi dengan orang tua dan pihak sekolah untuk menciptakan ekosistem gizi yang berkelanjutan.

Dipimpin langsung oleh Kepala SPPG Pucung, Moch Hendra Irawan, agenda ini merupakan bentuk dukungan konkret bagi kesehatan masyarakat, khususnya anak usia sekolah di wilayah Balongpanggang. “Pendidikan gizi sejak usia dini adalah investasi terbaik untuk masa depan bangsa. Anak-anak yang tercukupi gizinya akan memiliki daya tahan tubuh yang kuat, konsentrasi belajar yang optimal, dan potensi untuk tumbuh menjadi generasi yang unggul,” tegas Hendra Irawan dalam sambutannya.

Memahami Gizi Seimbang Melalui Konsep “Isi Piringku”

Dalam pemaparan yang interaktif, Ahli Gizi SPPG Pucung, Alvin Rahmalia El Hady, menjelaskan bahwa gizi seimbang bukan sekadar soal kenyang, melainkan tentang susunan makanan yang mengandung zat gizi lengkap sesuai kebutuhan tubuh dengan porsi yang tepat. Untuk memudahkan pemahaman anak-anak, Alvin memperkenalkan konsep “Isi Piringku” sebagai panduan praktis yang visual dan mudah diingat.

“Dalam satu piring makan ideal, kita bagi menjadi tiga bagian utama,” jelas Alvin di depan siswa yang antusias. “Separuh piring (50%) harus diisi oleh sayur dan buah-buahan. Lalu, seperempat piring (25%) untuk makanan pokok seperti nasi, jagung, atau kentang sebagai sumber karbohidrat. Dan seperempat piring sisanya (25%) diisi lauk-pauk seperti ikan, ayam, telur, tempe, atau tahu sebagai sumber protein,” paparnya dengan menggunakan alat peraga berwarna-warni.

Selain pemilihan porsi, Alvin juga mengajak siswa untuk menerapkan Empat Pilar Gizi Seimbang yang lebih holistik:

  1. Mengonsumsi aneka ragam makanan untuk memastikan kecukupan semua jenis zat gizi.

  2. Membiasakan perilaku hidup bersih untuk mencegah penyakit infeksi.

  3. Melakukan aktivitas fisik secara rutin dan menjaga berat badan ideal.

  4. Memantau berat dan tinggi badan secara berkala sebagai indikator status gizi.

Penyampaian materi dikemas dengan metode yang menarik, seperti ice breaking, tanya jawab interaktif, dan permainan edukatif, sehingga seluruh siswa terlibat aktif dan bersemangat mengikuti sesi belajar.

Apresiasi Sekolah dan Pentingnya Peran Orang Tua

Kepala UPT SDN 119 Gresik, Edy Sanusi, menyambut sangat positif inisiatif dari SPPG Pucung ini. Menurutnya, edukasi gizi di sekolah adalah hal yang krusial. “Kegiatan ini sangat bermanfaat. Anak-anak menjadi semakin paham bahwa apa yang mereka konsumsi hari ini sangat berpengaruh pada kesehatan dan masa depan mereka besok,” ujar Edy Sanusi.

Ia juga memuji metode penyampaian yang efektif. “Penyampaiannya dikemas sangat menarik dan menyenangkan dengan ice breaking, sehingga murid lebih bersemangat mengikuti sesi belajar, tidak merasa digurui,” tambahnya.

Lebih lanjut, Edy Sanusi menekankan pentingnya melibatkan orang tua dalam literasi gizi. Ia berharap program edukasi tidak berhenti pada siswa saja. “Harapan kami ke depan, edukasi gisi juga diberikan kepada orang tua atau wali murid agar ada pemahaman dan komitmen yang sama dalam menerapkan pola makan sehat di rumah,” ucapnya.

Sinergi antara sekolah dan orang tua dinilai vital, terutama dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digalakkan pemerintah. “Melalui dialog dan edukasi dengan orang tua, kita bisa menyamakan persepsi, menjawab kekhawatiran, dan meminimalisir potensi masalah yang mungkin muncul terkait pelaksanaan MBG di lapangan. Misalnya, pemahaman bahwa menu MBG sudah dirancang oleh ahli gizi untuk memenuhi kebutuhan anak,” jelas Edy.

Praktik Langsung: Makan Bersama Menu Bergizi Seimbang

Puncak dari kegiatan edukasi ini adalah sesi Makan Bersama (MBG). Para siswa mempraktikkan langsung teori yang baru saja mereka dapatkan. Mereka menyantap menu makanan yang telah disusun secara khusus oleh tim SPPG Pucung sesuai dengan prinsip gizi seimbang dan konsep “Isi Piringku”.

Menu tersebut umumnya terdiri dari nasi sebagai karbohidrat, lauk protein seperti ikan atau telur, disertai sayur dan buah. Momen makan bersama ini tidak hanya memperkuat pemahaman, tetapi juga menciptakan suasana kebersamaan yang akrab dan edukatif. Para siswa belajar untuk menghargai makanan bergizi dan memahami bahwa makan sehat itu menyenangkan.

Dampak Jangka Panjang dan Komitmen Berkelanjutan

Kegiatan sosialisasi di SDN 119 Balongpanggang ini diharapkan menjadi batu pertama dalam membangun budaya sadar gizi di lingkungan sekolah. Pemahaman yang ditanamkan hari ini diharapkan terbawa hingga dewasa, mendukung terwujudnya generasi yang bebas dari masalah gizi seperti stunting (pendek), wasting (kurus), atau obesitas.

Komitmen SPPG Pucung untuk terus aktif dalam promosi kesehatan masyarakat, khususnya di bidang gizi, menunjukkan peran strategis unit pelayanan kesehatan dasar dalam pencegahan masalah kesehatan. Edukasi yang berkelanjutan, tidak hanya di sekolah tetapi juga melalui posyandu dan pertemuan warga, akan memperkuat fondasi masyarakat yang sehat, dimulai dari piring makan setiap keluarga di Gresik. Langkah kecil di kelas sekolah dasar ini, jika direplikasi dan didukung semua pihak, akan menjadi lompatan besar menuju terwujudnya generasi emas Indonesia yang sehat, cerdas, dan produktif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *