Gresik, Infolamongan.com – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pagar Nusa Universitas Sunan Gresik (USG) langsung menorehkan prestasi gemilang di ajang kompetisi perdana yang mereka ikuti. Dalam gelaran Polteksi Pencak Silat Championship 2026 yang berlangsung di GOR Wahana Ekspresi Poesponegoro Gresik pada Sabtu dan Mingability (18-19 April 2026), kontingen UKM Pagar Nusa USG berhasil menyabet medali emas dalam kategori Jurus Tunggal Dewasa Putri.
Prestasi ini menjadi sejarah tersendiri bagi UKM yang masih tergolong baru di Universitas Sunan Gresik. Medali emas yang diraih oleh Arini Dina Sofia, mahasiswi Program Studi Administrasi Rumah Sakit, menjadi bukti bahwa keseriusan dan kerja keras dapat mengalahkan keterbatasan persiapan. Keberhasilan ini sekaligus menjadi modal berharga bagi UKM Pagar Nusa USG untuk terus melangkah ke ajang-ajang yang lebih bergengsi di masa mendatang.
Ketua UKM Pagar Nusa USG, Imam Wahyu Nuruddin Hafidl yang akrab disapa Kang Hafid, mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian timnya. Menurutnya, medali emas ini bukan sekadar kemenangan, tetapi juga pembuktian bahwa UKM yang baru berdiri mampu bersaing dengan perguruan pencak silat lain yang sudah lebih mapan.
“Keberhasilan ini tidak lepas dari semangat dan kerja keras Saudari Arini Dina Sofia. Dia adalah mahasiswi Program Studi Administrasi Rumah Sakit yang luar biasa. Walaupun persiapannya terbilang sangat singkat, dia mampu menunjukkan performa terbaiknya di atas gelanggang,” ujar Hafid usai kompetisi.
Hafid membeberkan bahwa timnya hanya memiliki waktu persiapan selama satu minggu sebelum bertanding. Namun, tim pelatih memutuskan untuk memfokuskan latihan pada penguasaan teknik dasar, strategi untuk memantapkan gerakan, serta yang tidak kalah penting adalah menjaga kondisi kesehatan atlet agar tetap prima saat bertanding.
“Persiapan kami hanya satu minggu, tetapi latihan difokuskan pada penguasaan teknik dasar, strategi untuk memantapkan gerakan. Selain itu, kami sangat menjaga kondisi kesehatan atlet agar tetap prima saat bertanding. Tidak ada cedera yang menghambat,” jelasnya.
Ia juga membeberkan bahwa tantangan terbesar yang dihadapi selama persiapan hingga kompetisi sebenarnya bukanlah pada teknis di lapangan, melainkan masalah pendanaan. Biaya untuk memberangkatkan anggota mengikuti perlombaan menjadi kendala klasik yang sering dihadapi UKM. Namun berkat koordinasi yang baik dan upaya keras dari pengurus, masalah tersebut dapat diatasi dengan baik sehingga atlet bisa fokus bertanding.
Menurut Hafid, momen paling berkesan selama kompetisi bukan hanya saat medali emas dikalungkan, tetapi tepat pada saat wasit mengumumkan kemenangan Arini. Ia mengaku sempat overthinking karena persaingan di kategori Jurus Tunggal Dewasa Putri sangat ketat. Banyak peserta dari perguruan dan universitas lain yang sudah berpengalaman.
“Ketika medali emas pertama diraih, rasanya tidak percaya. Saat bertanding, kami sempat overthinking karena persaingan sangat ketat. Namun Alhamdulillah, usaha dan doa tidak mengkhianati hasil. Arini tampil luar biasa dan wasit pun memberikan nilai tertinggi untuknya,” kenang Hafid.
Kompetisi Polteksi Pencak Silat Championship 2026 ini sendiri diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai perguruan pencak silat dan universitas di Jawa Timur. GOR Wahana Ekspresi Poesponegoro Gresik menjadi saksi bisu bagaimana para pesilat muda menunjukkan kebolehannya.
Ke depan, UKM Pagar Nusa USG memiliki target besar. Hafid menyatakan bahwa pihaknya berharap dapat mempertahankan dan meningkatkan prestasi di berbagai ajan, baik tingkat regional, nasional, maupun internasional.
“Kami berharap tahun ini dan tahun depan bisa memberangkatkan anggota yang lebih banyak dan mampu menaklukkan lebih banyak kompetisi, terutama Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) dan Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV). Medali emas ini baru awal. Kami ingin mengharumkan nama Universitas Sunan Gresik di kancah yang lebih luas,” tutup Hafid dengan penuh semangat.
Keberhasilan ini disambut hangat oleh civitas academica Universitas Sunan Gresik. Rektorat berharap prestasi ini dapat memotivasi mahasiswa lain untuk aktif berorganisasi dan berprestasi di bidang olahraga serta seni bela diri.









