Keruh! Laga Persipura vs Persela Diwarnai Protes dan Hentian Pertandingan

JAYAPURA, Infolamongan.com – Laga pekan ke-24 Championship antara Persipura Jayapura kontra Persela Lamongan di Stadion Lukas Enembe, Papua, Sabtu (11/4/2026) malam WIT, sempat terhenti di paruh waktu babak pertama. Pertandingan yang berlangsung sengit ini diwarnai dengan ketegangan tinggi setelah sejumlah keputusan wasit dinilai kontroversial dan tidak adil oleh kubu tuan rumah. Insiden tersebut nyaris mengganggu jalannya pertandingan jika tidak ada upaya pendinginan dari berbagai pihak.

Pertandingan yang dipimpin oleh wasit Muhammad Iqballuddin ini sejak awal berjalan dengan tempo tinggi. Kedua tim saling jual beli serangan dengan Persipura yang bertindak sebagai tuan rumah tampil lebih agresif di hadapan belasan ribu pendukungnya. Namun, tensi pertandingan mulai meningkat ketika wasit mengambil sejumlah keputusan yang dinilai merugikan tim Mutiara Hitam.

Drama diving tanpa sentuhan oleh pemain depan Persela Lamongan ditengarai menjadi penyebab utama kemarahan pemain dan ofisial Persipura. Dalam sebuah insiden di area pertahanan Persipura, pemain depan Persela dilaporkan jatuh setelah dihadang oleh bek Persipura, namun tayangan ulang menunjukkan tidak terjadi kontak fisik yang signifikan. Wasit lalu meniup peluit dan memberi tendangan bebas bagi tim besutan Bima Sakti, keputusan yang langsung memicu protes keras dari pemain Persipura.

Puncak protes terjadi pada menit ke-20. Berawal saat pemain sayap kiri Persipura menggiring bola ke arah titik tengah, lalu pemain tersebut ditarik oleh pemain lawan. Namun, alih-alih memberikan hadiah tendangan bebas untuk Persipura, wasit justru menjatuhi kartu kuning terhadap striker Persipura, Victor Mansaray, usai melancarkan protes keras terhadap keputusan wasit yang dinilai sebelumnya merugikan timnya. Kartu kuning ini semakin memicu kemarahan pemain dan suporter.

Situasi ini memantik emosi para pemain Persipura yang merasa terus-menerus dirugikan oleh keputusan wasit. Beberapa pemain terlihat mendekati wasit sambil mengacungkan tangan dan melontarkan keberatan. Ofisial tim juga ikut turun ke pinggir lapangan untuk menyampaikan protes. Kondisi ini membuat pertandingan sempat terhenti selama beberapa menit karena wasit kesulitan mengendalikan situasi.

Di tribun penonton, belasan ribu suporter Persipura yang sejak awal memadati Stadion Lukas Enembe ikut memanas. Mereka meneriakkan ‘ganti wasit’ secara serempak disertai dengan siulan dan sorakan keras. Tekanan dari suporter ini membuat suasana semakin tegang dan berpotensi memicu insiden yang lebih serius jika tidak segera diredakan.

Komentator pertandingan, Arifin Soleh, berusaha mendinginkan situasi dengan meneriakkan yel-yel bagi para suporter. Dengan nada yang tenang namun tegas, ia mengingatkan para pendukung Persipura untuk tetap menjaga sportivitas dan tidak terprovokasi. Para suporter pun secara perlahan diarahkan untuk kembali menjunjung tinggi nilai-nilai fair play lewat dukungan positif bagi tim junjungannya tanpa harus melakukan tindakan anarkis.

Pertandingan pun berjalan normal kembali setelah wasit berhasil menenangkan para pemain dan ofisial. Namun, official kubu Persipura masih terus mencurigai netralitas wasit Muhammad Iqballuddin. Beberapa kali asisten pelatih dan ofisial lainnya terlihat melambaikan tangan ke arah wasit sebagai bentuk ketidakpuasan, meskipun tidak sampai mengganggu jalannya pertandingan.

Pantauan dari tribun, tensi pertandingan kali ini cukup panas meskipun tidak ada insiden kekerasan fisik yang berarti. Skor kacamata (0-0) mengakhiri babak pertama tanpa gol dari kedua tim. Saat turun minum, Pelatih Persipura Rahmad Darmawan sempat mendekati tim wasit sembari melontarkan protes keras terkait sejumlah keputusan yang dinilai merugikan timnya. Ekspresi wajah Rahmad Darmawan terlihat kesal dan kecewa.

Sepanjang pertandingan babak pertama, Persipura lebih mendominasi penguasaan bola. Beberapa peluang tercipta melalui skema serangan sayap dan tendangan jarak jauh, meski belum membuahkan gol. Persela Lamongan sendiri lebih banyak bermain bertahan dan mengandalkan serangan balik cepat. Namun, dominasi Persipura belum mampu menembus rapatnya pertahanan Persela yang digalang dengan disiplin.

Kontroversi kepemimpinan wasit Muhammad Iqballuddin dalam laga ini dipastikan akan menjadi sorotan pascapertandingan. Pihak Persipura dikabarkan akan melaporkan kinerja wasit kepada Komite Wasit PSSI jika ditemukan bukti-bukti ketidaknetralan yang sistematis. Sementara itu, Persela Lamongan sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden-insiden yang terjadi selama pertandingan.

Laga ini sendiri memiliki arti penting bagi kedua tim dalam perburuan posisi di papan atas klasemen Championship. Persipura yang bermain di kandang sendiri tentu mengincar poin penuh untuk memperbaiki posisi, sementara Persela datang dengan tekad mencuri poin. Namun, drama kontroversial wasit justru menjadi sorotan utama yang mewarnai jalannya pertandingan hingga babak pertama usai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *