Permasalahan Tambak Liar di Rawa Sekaran Tak Kunjung Selesai, Masyarakat Tagih Janji Pemerintah

Infolamongan.id – Harapan masyarakat Lamongan untuk melihat penertiban tambak liar di Rawa Sekaran, Kecamatan Sekaran kembali menghadapi jalan buntu. Hingga pertengahan Mei 2025 ini, janji pembongkaran tambak liar yang sudah lama disuarakan belum juga terealisasi, meski rekomendasi dari Bupati Lamongan kepada Dinas SDA Provinsi Jawa Timur telah dikeluarkan sejak tahun lalu.

Persoalan ini kembali mencuat setelah Amin Santoso, Ketua Umum NGO JALAK (Jaring Pelaksana Antisipasi Keamanan), menyuarakan kekecewaannya saat dikonfirmasi oleh awak media pada Minggu, 18 Mei 2025.

“Ini sangat menyakitkan hati para pejuang rakyat yang sejak awal mengawal kasus pembongkaran tambak liar di Rawa Sekaran,” ungkap Amin dengan nada kecewa.

Rekomendasi Bupati dan Hasil Rapat Tak Direspons

Menurut Amin, rapat tindak lanjut terkait fungsi Rawa Sekaran yang tertuang dalam surat nomor 602.1/23224/104.1/2024 tertanggal 20 Agustus 2024, sudah jelas menyepakati penertiban tambak liar. Namun hingga kini, hasil rapat yang telah ditandatangani belum dijalankan.

Dalam rapat tersebut, disebutkan ada delapan poin pembahasan, dan poin pertama secara tegas menyebutkan penertiban tambak liar di area tampungan Rawa Sekaran, dimulai dengan pemasangan banner peringatan sebagai langkah awal. Namun, realisasinya masih nihil.

DPRD Diminta Turun Tangan

Sorotan tajam juga datang dari Ahmad Umar Buwang, anggota DPRD Lamongan, yang merespons keresahan masyarakat dengan meminta agar dilakukan langkah resmi melalui jalur kelembagaan.

“Mohon sampean berkirim surat dulu ke Ketua DPRD Lamongan. Nanti akan diutus ke komisi terkait untuk menindaklanjuti permasalahan tersebut,” ujar Umar kepada perwakilan masyarakat.

Masyarakat Desak Tindakan Tegas

Masyarakat mendesak agar Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur tidak mengabaikan rekomendasi yang telah disepakati bersama pemerintah daerah. Ketidakjelasan ini dinilai memperparah kondisi lingkungan di sekitar Rawa Sekaran, yang seharusnya berfungsi sebagai kawasan konservasi air dan pengendalian banjir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *