Prioritas Konektivitas: Bupati Lamongan Resmikan IJD Ruas Made-Plembon

Infolamongan.com – Sebuah babak baru dalam pembangunan konektivitas Kabupaten Lamongan ditorehkan hari ini. Jalan Raya Made dan Jalan Raya Plembon, ruas penghubung vital yang sempat menjadi momok bagi ribuan pengguna jalan, resmi dinyatakan selesai dan dioperasionalkan. Peresmian Inpres Jalan Daerah (IJD) sepanjang 2,45 kilometer ini digelar secara khidmat, Jumat (09/01/2025), dan menandai keberhasilan kolaborasi strategis antara pemerintah pusat, daerah, dan unsur keamanan.

Acara yang digelar di lokasi proyek tersebut dihadiri langsung oleh pimpinan daerah, termasuk Bupati Lamongan Dr. H. Yuhronur Efendi, MBA, dan Wakil Bupati Dirham Akbar Aksara, ST. Kehadiran Komandan Kodim 0812/Lamongan, Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo, S.I.P., menguatkan pesan bahwa pembangunan infrastruktur ini bukan hanya urusan sipil, tetapi juga merupakan bagian dari upaya menyeluruh untuk menciptakan stabilitas dan kesejahteraan.

Dalam laporan pertanggungjawabannya, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 4.5 Jawa Timur, Alfian, memaparkan bahwa proyek yang menelan anggaran dari kolaborasi APBN dan APBD ini diselesaikan dalam waktu 55 hari kerja. “Ini adalah bukti keseriusan pemerintah dalam merespons kebutuhan mendesak masyarakat. Namun, kami berharap infrastruktur yang sudah baik ini dapat dipelihara bersama oleh seluruh elemen masyarakat untuk keberlanjutan manfaatnya,” ujar Alfian di hadapan para undangan yang terdiri dari jajaran Forkopimda dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Prioritas pada Jalur Ekonomi Rakyat

Bupati Yuhronur Efendi, dalam pidato sambutannya, menekankan alasan strategis di balik pemilihan ruas Made-Plembon sebagai prioritas perbaikan. Jalan ini bukan sekadar akses biasa, melainkan urat nadi perekonomian warga. Ia menghubungkan sentra-sentra produksi pertanian, perkebunan, dan home industry di wilayah pedesaan dengan pasar-pasar utama di kota. Selama dalam kondisi rusak, jalan ini telah menjadi penghambat distribusi, menambah biaya logistik, dan berpotensi mengurangi nilai jual hasil bumi warga karena lamanya waktu tempuh.

“Pembangunan infrastruktur ini adalah bagian dari komitmen kami untuk mewujudkan Asta Cita Presiden, khususnya dalam membangun Indonesia dari pinggiran dan memperkuat konektivitas. Kami melihat apresiasi yang luar biasa dari masyarakat yang sangat merasakan dampak kerusakan jalan ini. Alhamdulillah, kini mereka bisa beraktivitas dengan lebih nyaman, aman, dan efisien,” tegas Bupati Yuhronur sebelum secara simbolis memotong tumpeng dan pita tanda peresmian.

Perbaikan jalan ini juga diharapkan dapat memicu multiplier effect. Dengan akses yang lebih baik, arus barang dan jasa akan semakin lancar. Hal ini berpotensi menarik minat investasi skala kecil dan menengah di sepanjang koridor jalan, membuka lapangan kerja baru, dan pada akhirnya menggerakkan roda perekonomian desa secara lebih signifikan.

Sinergi TNI-Pemda dalam Pengawasan Pembangunan

Kehadiran dan pernyataan Dandim 0812/Lamongan, Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo, menyisakan pesan penting tentang peran TNI dalam era pembangunan. Dandim Deni menegaskan bahwa dukungan TNI terhadap program-program strategis daerah adalah suatu keniscayaan. “Kami dari Kodim 0812/Lamongan senantiasa bersinergi dengan Pemerintah Daerah untuk mengawal setiap program pembangunan. Sinergi ini adalah kunci. Dalam konteks ini, TNI hadir untuk memastikan iklim yang kondusif, baik selama proses pengerjaan maupun pasca-peresmian,” ungkapnya.

Peran pengawalan yang dimaksud meliputi berbagai aspek. Mulai dari memastikan keamanan proyek dan material, membantu sosialisasi kepada masyarakat, hingga berpartisipasi dalam pemantauan kualitas hasil pembangunan. Dandim Deni juga melihat pembangunan infrastruktur seperti ini dari kacamata pertahanan dan keamanan (HanKam). “Akses jalan yang baik adalah prasarana dasar bagi mobilitas. Ini berdampak langsung pada kecepatan respons terhadap segala bentuk gangguan keamanan. Selain itu, jalan yang layak mengurangi potensi konflik sosial yang bisa timbul dari masalah transportasi dan ekonomi yang terhambat,” jelasnya lebih lanjut.

Dengan kata lain, perbaikan ruas Made-Plembon ini, di mata TNI, bukan hanya sekadar proyek fisik. Ia adalah investasi untuk menciptakan stabilitas wilayah yang lebih kokoh, yang pada akhirnya akan mendukung terciptanya ketahanan nasional dari level tapak akar rumput.

Harapan dan Tanggung Jawab Bersama

Meski proyek pembangunan telah rampung, tantangan sesungguhnya justru dimulai: pemeliharaan. Pejabat dan tokoh masyarakat yang hadir sepakat bahwa umur panjang infrastruktur ini sangat bergantung pada kesadaran kolektif. Penggunaan jalan yang melampaui batas muatan, vandalisme, atau kurangnya perawatan rutin dapat dengan cepat mengembalikan kondisi jalan pada titik awal.

Oleh karena itu, peresmian ini juga dimaknai sebagai momentum untuk membangun komitmen bersama. Pemerintah daerah, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), diharapkan dapat menjadwalkan pemeliharaan berkala dengan baik. Sementara itu, masyarakat dan pihak kepolisian diimbau untuk bersama-sama mengawasi dan mencegah praktik-praktik yang dapat merusak jalan, seperti pengoperasian truk gandengan dengan muatan berlebih yang tidak sesuai ketentuan.

Peresmian IJD Ruas Made-Plembon hari ini adalah sebuah simbol. Simbol bahwa dengan gotong royong dan sinergi antarlembaga, pembangunan yang dirasakan langsung oleh rakyat dapat diwujudkan. Lebih dari sekadar aspal dan cor beton, jalan ini adalah harapan baru bagi petani untuk sampai lebih cepat ke pasar, bagi anak sekolah untuk bersepeda dengan lebih aman, dan bagi seluruh warga Lamongan untuk merasakan bahwa pemerataan pembangunan bukanlah sekadar wacana, melainkan sebuah kenyataan yang terus diupayakan. Kolaborasi antara Bupati, Dandim, dan seluruh jajaran ini menjadi preseden baik bagi penyelesaian berbagai proyek strategis lainnya di masa mendatang, demi mewujudkan Lamongan yang lebih terhubung, maju, dan sejahtera.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *