Infolamongan.id – Film terbaru dari seri fenomenal Kimetsu no Yaiba berjudul Infinity Castle Arc Part 1 baru saja tayang perdana di Jepang pada 18 Juli 2025. Belum dirilis secara global, film ini langsung mencatatkan rekor baru dari segi jumlah penonton dan pendapatan dalam waktu kurang dari seminggu.
Menurut laporan dari media lokal Jepang, Infinity Castle Arc berhasil menjual lebih dari 3 juta tiket hanya dalam waktu 5 hari, dan meraup pendapatan lebih dari 4,2 miliar yen (sekitar Rp 470 miliar). Ini menempatkan film tersebut sebagai salah satu pembuka terkuat dalam sejarah anime layar lebar di Jepang, menyamai bahkan melampaui kesuksesan Mugen Train yang dirilis pada 2020 lalu.
Namun, di balik kesuksesan gemilang itu, muncul kabar yang cukup mengecewakan bagi para penggemar dan tim produksi. Media sosial, khususnya platform seperti X (Twitter), TikTok, dan Instagram, dibanjiri oleh cuplikan bajakan dari adegan-adegan krusial film ini.
Beberapa cuplikan yang paling banyak tersebar termasuk pertarungan epik antara Akaza vs Giyu dan Doma vs Shinobu, yang seharusnya menjadi kejutan emosional dan visual utama bagi penonton di bioskop.
Kemarahan Fans Pecah: ‘Tak Menghargai Kerja Keras Ufotable’
Para fans berat Kimetsu no Yaiba langsung bereaksi keras terhadap penyebaran konten ilegal ini. Banyak yang menyayangkan perilaku sebagian penonton yang merekam secara diam-diam dari dalam bioskop dan membagikannya ke internet.
Tagar #RespectUfotable dan #NoSpoilerKimetsu sempat menjadi trending di Jepang dan beberapa negara lain. Mereka menuntut agar para pelaku pembajakan segera ditindak, dan bioskop di Jepang menerapkan pengawasan yang lebih ketat terhadap aktivitas penonton selama pemutaran film.
“Ini bukan hanya masalah spoiler, tapi bentuk tidak menghargai kerja keras studio animasi Ufotable dan seluruh kru,” tulis akun penggemar @KNY_FanClub di X. “Mereka sudah mengorbankan waktu, tenaga, bahkan kesehatan demi memberikan karya terbaik, tapi malah dibajak begitu saja.”
Ufotable dan Produser Belum Beri Tanggapan Resmi
Hingga saat ini, pihak Ufotable selaku studio animasi yang memproduksi Infinity Castle Arc belum memberikan pernyataan resmi terkait kasus pembajakan ini. Namun, beberapa staf produksi melalui akun pribadi mengaku kecewa dan sedih atas beredarnya potongan film secara ilegal.
“Sebagai animator, kami ingin penonton menikmati karya ini di layar lebar, dengan kualitas audio-visual terbaik. Saat tahu kerja kami direkam secara ilegal dan dibagikan begitu saja, rasanya seperti dikhianati,” ujar salah satu animator senior melalui akun pribadinya (yang tidak ingin disebutkan namanya).
Desakan untuk Perketat Pengawasan Bioskop
Insiden ini memicu perdebatan publik di Jepang soal standar keamanan dan pengawasan di dalam bioskop. Banyak yang menyuarakan agar pihak bioskop lebih tegas terhadap penonton yang membawa perangkat perekam dan aktif di media sosial selama film berlangsung.
Beberapa bioskop di Tokyo dikabarkan mulai mengadakan inspeksi tambahan terhadap ponsel dan gadget penonton, meski masih dalam tahap uji coba.
Global Fans Diminta Bersabar
Sementara itu, penggemar internasional diminta bersabar menunggu jadwal tayang global Infinity Castle Arc Part 1, yang diperkirakan akan dirilis di luar Jepang pada akhir Agustus atau awal September 2025. Aniplex dan Crunchyroll sebagai distributor internasional belum mengumumkan tanggal resminya.









