Satgas Pangan Lamongan Sidak Pasar Sidoharjo Jelang Imlek-Ramadhan, Harga Cabai Rawit Masih Rp80 Ribu

Infolamongan.com – Menjelang dua momentum besar keagamaan dan nasional yang berdekatan, yakni Perayaan Tahun Baru Imlek dan bulan suci Ramadhan, Pemerintah Kabupaten Lamongan bersama instansi terkait bergerak cepat. Pada Jumat pagi (13/02/2026), Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan dan Mutu Pangan Kabupaten Lamongan menggelar inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Sidoharjo, pusat perbelanjaan tradisional terbesar di kota tersebut.

Sidak yang dimulai tepat pukul 08.00 WIB ini dipimpin langsung oleh Ketua Satgas yang juga menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Lamongan, AKP Rizky Akbar Kurniadi, S.Tr.K., S.I.K., M.Si. Langkah ini diambil untuk memastikan ketersediaan stok dan stabilitas harga bahan pokok tetap terjaga, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dan merayakan hari besar dengan tenang.

“Kegiatan ini adalah bentuk komitmen kami untuk hadir di tengah masyarakat. Menjelang hari besar keagamaan seperti Imlek dan Ramadhan, biasanya terjadi peningkatan permintaan. Kami ingin memastikan tidak ada pihak-pihak yang memanfaatkan situasi untuk bermain-main dengan harga atau menimbun barang,” tegas AKP Rizky Akbar Kurniadi di sela-sela pemantauan.

Sinergi Lintas Instansi di Lini Terdepan

Kehadiran Satgas tidak hanya diisi oleh unsur kepolisian. Tampak pula jajaran dari Dinas Perdagangan Kabupaten Lamongan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Perizinan, serta perwakilan dari Perum Bulog Cabang Bojonegoro yang turun langsung ke lapangan. Sinergi ini bertujuan untuk melakukan pemantauan secara holistik—tidak hanya dari sisi harga jual, tetapi juga kualitas barang, kelancaran distribusi, serta legalitas para pedagang.

Dengan membawa papan pantau dan catatan, para petugas menyusuri setiap lorong Pasar Sidoharjo. Mereka menyapa pedagang, menanyakan asal barang, memeriksa kondisi fisik komoditas, hingga mencatat harga jual terkini. Suasana pasar yang biasanya hiruk-pikuk, pagi itu terasa lebih semarak dengan kehadiran petugas berseragam dinas.

Hasil Sidak: Stok Aman, Harga Relatif Stabil

Berdasarkan pemantauan langsung di lapangan dan wawancara dengan sejumlah pedagang, Satgas menyimpulkan bahwa ketersediaan bahan pokok penting (bapokting) di Pasar Sidoharjo dalam kondisi aman dan mencukupi untuk kebutuhan masyarakat dalam beberapa pekan ke depan. Tidak ditemukan kekosongan stok yang berarti pada komoditas utama.

Berikut adalah rincian harga bahan pokok yang berhasil dihimpun oleh Satgas selama sidak berlangsung:

  • Beras: Premium Rp14.900/kg, Medium Rp13.000/kg, SPHP Rp12.500/kg

  • Gula Pasir: Rp16.000/kg

  • Minyak Goreng: MinyaKita Rp15.700/liter, Premium Rp20.000/liter

  • Daging: Sapi Rp120.000/kg, Ayam Ras Rp40.000/kg

  • Telur Ayam Ras: Rp30.000/kg

  • Bawang: Merah Rp35.000/kg, Putih Rp33.000/kg

  • Cabai: Rawit Merah Rp80.000/kg, Merah Keriting Rp28.000/kg, Merah Besar Rp25.000/kg

  • Kedelai: Rp10.000/kg

  • Jagung Pipilan: Rp10.000/kg

AKP Rizky Akbar menjelaskan bahwa secara umum, harga-harga tersebut masih dalam batas wajar dan relatif stabil jika dibandingkan dengan minggu-minggu sebelumnya. Meskipun ada beberapa komoditas seperti cabai rawit yang masih tinggi, hal itu dinilai lebih disebabkan oleh faktor musim dan produksi di tingkat petani, bukan karena ulah spekulan.

“Kenaikan tipis pada beberapa komoditas adalah hal yang lumrah menjelang hari besar. Namun yang terpenting, tidak ada lonjakan yang signifikan secara tiba-tiba. Kami juga memastikan tidak ada indikasi praktik penimbunan di tingkat pedagang atau distributor,” imbuh perwira pertama Polri tersebut.

Apresiasi Pedagang dan Imbauan untuk Konsumen

Sidak ini juga menjadi ajang dialog langsung antara pemerintah dan para pedagang. Salah seorang pedagang sembako di Pasar Sidoharjo, Ibu Sumarni, mengaku senang dengan kehadiran Satgas. Menurutnya, kegiatan ini tidak perlu ditakuti selama pedagang menjual barang dengan jujur dan harga yang pantas.

“Kami justru merasa lebih aman. Jadi ada kepastian, kami jual dengan harga yang sama dengan pedagang lain. Tidak ada yang bisa seenaknya menjual terlalu mahal. Persaingan jadi sehat,” ujar Ibu Sumarni sambil melayani pembeli.

Di sisi lain, Satgas juga mengimbau kepada para pedagang dan distributor untuk turut serta menjaga stabilitas pasar dengan tidak menaikkan harga di luar kewajaran dan memastikan kelancaran distribusi barang. Masyarakat sebagai konsumen juga diimbau untuk bijak dalam berbelanja, tidak melakukan aksi borong yang berlebihan yang justru dapat memicu kepanikan dan kenaikan harga.

“Kami harap masyarakat bisa berbelanja sesuai kebutuhan. Jangan sampai karena khawatir kehabisan, akhirnya membeli dalam jumlah banyak. Itu bisa mengganggu keseimbangan pasar,” pesan perwakilan dari Dinas Perdagangan Kabupaten Lamongan.

Komitmen Pengawasan Berkelanjutan

Sidak di Pasar Sidoharjo ini bukanlah kegiatan seremonial belaka. Satgas Pangan Kabupaten Lamongan menegaskan akan terus melakukan pengawasan secara berkala dan intensif di seluruh pasar tradisional maupun modern di wilayah Lamongan. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen bersama antara Pemerintah Daerah, Kepolisian, Bulog, dan instansi terkait untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pokok.

Keberadaan Satgas diharapkan mampu mencegah berbagai potensi gangguan, seperti praktik penimbunan, hambatan distribusi, hingga spekulasi harga yang dapat merugikan masyarakat. Dengan sinergi semua pihak, daya beli dan ketenangan masyarakat di Kabupaten Lamongan diharapkan tetap terjaga, baik selama perayaan Imlek maupun saat menjalani ibadah puasa dan menyambut Hari Raya Idul Fitri nanti.

Menjelang siang, kegiatan sidak pun berakhir. Hasilnya membawa kabar baik: pangan aman, harga stabil, dan masyarakat pun bisa bernapas lega. Pasar Sidoharjo kembali berdenyut, menjadi saksi bisu bahwa kolaborasi antara aparat dan rakyat mampu menciptakan ketenangan di tengah dinamika ekonomi yang ada.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *