Dua Inovasi Unggulan Lamongan, Megpreneur & Tas Mantri, Masuk Top 45 Pelayanan Publik Terbaik Jatim 2025

Infolamongan.com – Komitmen Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam melakukan terobosan pelayanan publik kembali diakui di tingkat provinsi. Dua program inovatif karya anak daerah berhasil menembus Top 45 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KOVABLIK) Provinsi Jawa Timur Tahun 2025. Penghargaan ini diterima langsung oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi dari Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, dalam acara penganugerahan di Hotel Mariott Surabaya, Jumat (12/12/2025).

Kedua inovasi yang meraih prestasi tersebut adalah Megilan Entrepreneur (Megpreneur) dari Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Lamongan, yang bersaing di kategori pemerataan ekonomi dan penguatan UMKM, dan Disabilitas Mandiri Terlindungi (Tas Mantri) dari Puskesmas Turi Lamongan, pada kategori penyediaan layanan kesehatan. Pencapaian ini bukan hanya sekadar piala, melainkan bukti bahwa inovasi di Lamongan dirancang untuk menjawab masalah riil masyarakat dengan dampak yang terukur.

Foto : 45 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KOVABLIK) Provinsi Jawa Timur Tahun 2025.
Foto : 45 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KOVABLIK) Provinsi Jawa Timur Tahun 2025.

Megpreneur: Cetak Wirausaha Tangguh dan Pacu Kenaikan Omzet UMKM

Inovasi Megilan Entrepreneur (Megpreneur) hadir sebagai jawaban atas tantangan klasik pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Lamongan: kesulitan akses permodalan, keterbatasan keterampilan manajemen, dan strategi pemasaran yang konvensional. Program ini tidak sekadar memberikan pelatihan, tetapi menyediakan ekosistem inkubasi yang komprehensif.

Megpreneur mengklasifikasikan dan membina usaha di berbagai sektor potensial, seperti agribisnis, kuliner (food), fashion, industri kreatif, pariwisata, hingga layanan jasa. Hingga saat ini, program telah melaksanakan inkubasi bersama 155 tim usaha. Kunci keberhasilannya terletak pada pendampingan yang intensif, mulai dari penyusunan proposal usaha, pelatihan digital marketing, pengelolaan keuangan, hingga fasilitasi akses permodalan dan jaringan pemasaran.

Dampaknya sungguh nyata dan terukur dalam angka. Rata-rata kenaikan omzet peserta usai mengikuti program Megpreneur menunjukkan tren positif yang konsisten:

  • Tahun 2022: Rata-rata omzet naik ke angka Rp 3,5 juta.

  • Tahun 2023: Meningkat menjadi Rp 4,5 juta.

  • Tahun 2024: Melonjak signifikan ke Rp 5,8 juta.

Angka ini membuktikan bahwa intervensi yang tepat melalui Megpreneur mampu meningkatkan daya saing bisnis lokal, memberdayakan ekonomi keluarga, dan menyiapkan UMKM Lamongan untuk bersaing di pasar yang lebih luas.

Tas Mantri: Revolusi Layanan Kesehatan bagi Disabilitas Berbasis Keluarga

Sementara Megpreneur mengurusi ekonomi, inovasi Tas Mantri (Disabilitas Mandiri Terlindungi) dari Puskesmas Turi fokus pada aspek kemanusiaan yang mendalam: meningkatkan kualitas hidup penyandang disabilitas. Inovasi ini memahami bahwa layanan kesehatan di fasilitas kesehatan (faskes) saja tidak cukup. Banyak penyandang disabilitas dengan mobilitas terbatas kesulitan mengakses Puskesmas.

Tas Mantri menjawabnya dengan mendekatkan layanan langsung ke rumah pasien melalui konsep pemberdayaan keluarga sebagai caregiver (pemberi asuhan utama). Program ini memiliki beberapa komponen inti:

  1. Layanan Home Care Service (HCS): Tenaga kesehatan Puskesmas Turi melakukan kunjungan rumah (home visit) sebanyak dua kali dalam seminggu untuk memantau kondisi kesehatan, memberikan pengobatan, dan terapi.

  2. Pelatihan Caregiver Keluarga: Keluarga diberdayakan dengan pelatihan khusus sebanyak dua kali dalam setahun. Mereka diajari teknik perawatan dasar, pencegahan luka tekan (decubitus), pemberian obat, serta stimulasi fisik dan mental sesuai kondisi disabilitas anggota keluarganya.

  3. Bantuan Alat Penunjang Kesehatan: Program ini juga memberikan bantuan peralatan medis sederhana seperti tensimeter, alat bantu mobilisasi (tongkat, kursi roda), dan alat laboratorium sederhana kepada 15 orang penyandang disabilitas per tahun.

Dengan model ini, Tas Mantri tidak hanya meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan, tetapi juga membangun kemandirian keluarga, mengurangi ketergantungan pada faskes, dan yang terpenting, memulihkan martabat serta kepercayaan diri penyandang disabilitas.

Inovasi yang Terintegrasi dengan Rencana Pembangunan Daerah

Keunggulan kedua inovasi ini, seperti diungkapkan Bupati Yuhronur Efendi, adalah keselarasannya dengan kerangka perencanaan pembangunan daerah yang solid. “Seluruh inovasi di Kabupaten Lamongan didukung oleh Peraturan Daerah dan tentu selaras dengan RPJMD Kabupaten Lamongan, lima belas program prioritas, Renstra, RIPJ-PID, dan RKPD,” jelas Pak Yes.

Artinya, Megpreneur dan Tas Mantri bukanlah program yang berdiri sendiri atau sekadar proyek percontohan. Mereka adalah turunan operasional dari visi besar RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) dan dianggarkan secara jelas dalam RKPD (Rencana Kerja Pemerintah Daerah). Integrasi ini memastikan keberlanjutan program, alokasi anggaran yang memadai, dan dukungan politik dari seluruh jajaran pemerintah daerah.

Visi Bupati: Pelayanan Maksimal dan Nilai Ekonomis untuk Masyarakat

Bupati Yuhronur menegaskan bahwa filosofi di balik segala inovasi di Lamongan adalah pelayanan yang berpihak pada rakyat. “Tujuan utamanya adalah memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, hingga memberikan tambahan nilai ekonomis untuk masyarakat,” tuturnya.

Pernyataan ini merangkum semangat kedua inovasi pemenang tersebut. Tas Mantri mewujudkan “pelayanan maksimal” dengan pendekatan manusiawi dan holistik kepada kelompok rentan. Sementara Megpreneur adalah perwujudan “nilai ekonomis” yang diberikan langsung kepada pelaku UMKM untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.

Pencapaian dua inovasi Lamongan di KOVABLIK Jatim 2025 ini adalah cambuk sekaligus inspirasi. Ia membuktikan bahwa birokrasi bisa kreatif, pelayanan publik bisa berwajah manusiawi, dan pembangunan ekonomi bisa inklusif. Megpreneur dan Tas Mantri kini tidak hanya menjadi kebanggaan Lamongan, tetapi juga menjadi model terbaik yang patut ditiru oleh daerah lain dalam membangun kesejahteraan dari tingkat tapak akar rumput yang paling dasar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *