Benarkah Indonesia Dijajah Selama 350 Tahun? Sejarawan: Hanya 32 Tahun Wilayah Nusantara Dikuasai Sepenuhnya

Infolamongan.id – Ungkapan bahwa Indonesia dijajah Belanda selama 350 tahun telah begitu melekat dalam ingatan kolektif bangsa, terutama sejak diperkenalkan di bangku sekolah. Namun, dua sejarawan terkemuka, M.C. Ricklefs dan Adrian Vickers, menyebut bahwa klaim tersebut perlu ditinjau ulang berdasarkan fakta sejarah yang lebih akurat.

Menurut mereka, masa penjajahan Belanda terhadap Indonesia tidak berlangsung selama 3,5 abad secara penuh. Pasalnya, pihak yang pertama kali datang ke Nusantara pada tahun 1602 bukanlah pemerintah Belanda, melainkan Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) — sebuah perusahaan dagang swasta bersenjata.

VOC memang memiliki kekuasaan ekonomi dan militer di beberapa wilayah strategis seperti Batavia (sekarang Jakarta), Ambon, dan Banda. Namun, pengaruh VOC tidak meliputi seluruh Nusantara. Bahkan setelah VOC dinyatakan bangkrut pada tahun 1799, dan kekuasaan beralih ke tangan pemerintah kolonial Belanda, dominasi atas seluruh wilayah Indonesia masih belum terwujud.

Banyak wilayah seperti Aceh, Bali, Kalimantan (Borneo), hingga Papua, tetap menunjukkan perlawanan sengit terhadap kolonialisme Belanda. Baru sekitar tahun 1910, Belanda berhasil menaklukkan sebagian besar wilayah tersebut dan mengklaim kekuasaan penuh atas kepulauan Nusantara.

“Jika dihitung secara objektif, masa ketika Belanda benar-benar menguasai seluruh wilayah Indonesia hanya berlangsung sekitar 32 tahun, yakni dari 1910 hingga 1942,” tulis Adrian Vickers dalam salah satu publikasinya.

Setelah itu, penjajahan berpindah ke tangan Jepang selama 3,5 tahun sebelum Indonesia akhirnya memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.

Simbol Perlawanan, Bukan Hitungan Akurat

Lantas, dari mana asal klaim 350 tahun penjajahan itu? Sejarawan berpendapat, angka tersebut kemungkinan besar digunakan sebagai simbol perlawanan di masa perjuangan. Ia dimaksudkan untuk menggambarkan lamanya penderitaan rakyat di bawah kolonialisme, dan membangkitkan semangat kemerdekaan.

Namun, dengan semakin terbukanya akses informasi dan kajian sejarah yang lebih mendalam, generasi muda kini berhak mengetahui fakta sejarah yang lebih utuh dan jujur.

Peninjauan ini bukan untuk meremehkan penderitaan masa lalu, melainkan untuk menunjukkan bahwa sejarah Indonesia juga sarat dengan perjuangan, perlawanan, dan keteguhan. Bahwa bangsa ini tidak pernah sepenuhnya tunduk selama 350 tahun, melainkan terus berjuang untuk merdeka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *