Polres Lamongan Gelar Upacara Hari Pahlawan 2025, Wakapolres Ajak Teladani Nilai Perjuangan

Infolamongan.id – Suasana khidmat dan penuh renungan menyelimuti Lapangan Apel Mapolres Lamongan pada pagi hari, Senin (10/11/2025). Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Tahun 2025, Polres Lamongan menggelar upacara bendera yang diikuti dengan penuh hikmat oleh segenap jajaran. Upacara yang dipimpin langsung oleh Wakapolres Lamongan, KOMPOL I Made Prawira Wibawa S., S.T., S.I.K., M.I.K., ini bukan sekadar ritual seremonial tahunan, melainkan sebuah momen untuk meneguhkan kembali komitmen pengabdian pada negara dan bangsa, meneladani jiwa kepahlawanan dalam wujud tugas kepolisian modern.

Tampak hadir dalam kegiatan yang penuh makna ini seluruh Pejabat Utama (PJU) Polres Lamongan, Kapolsek jajaran, Perwira, Brigadir, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Polres Lamongan. Keseragaman mereka dalam pakaian dinas mencerminkan disiplin dan kesatuan komando, sementara raut wajah mereka yang tegas dan khidmat menunjukkan kesadaran akan arti penting hari bersejarah tersebut.

Rangkaian upacara berlangsung tertib dan lancar, dimulai dengan persiapan pasukan yang menunjukkan profesionalisme dan ketelitian. Detik-detik pengibaran bendera Merah Putih menjadi puncak sakralitas upacara, diiringi dengan lagu Indonesia Raya yang menggema membangkitkan semangat kebangsaan. Setiap gerakan penghormatan kepada Sang Saka Merah Putih dilakukan dengan penuh kehormatan, mengingatkan pada darah dan air mata yang telah ditumpahkan untuk merebutnya dari cengkeraman penjajah.

Momen hening yang menyusul terasa begitu dalam, seakan mengajak seluruh insan Polres Lamongan untuk menerawang jauh ke dalam lorong waktu, mengenang jasa dan pengorbanan para pahlawan yang telah gugur. Pembacaan teks Pancasila dan Pembukaan UUD 1945 bukan lagi sekadar ucapan, tetapi menjadi afirmasi ulang terhadap fondasi ideologi bangsa yang harus dipertahankan. Pesan-pesan perjuangan para pahlawan bangsa yang dibacakan kemudian semakin mengukuhkan bahwa kemerdekaan yang dinikmati hari ini adalah buah dari perjuangan yang tak kenal lelah.

Foto : Wakapolres Lamongan KOMPOL I Made Prawira Wibawa memimpin upacara Hari Pahlawan di Lapangan Apel Mapolres Lamongan
Foto : Wakapolres Lamongan KOMPOL I Made Prawira Wibawa memimpin upacara Hari Pahlawan di Lapangan Apel Mapolres Lamongan

Amanat Wakapolres: Kemerdekaan Bukan Pemberian, Tapi Hasil Perjuangan

Dalam amanatnya yang berapi-api namun penuh keteladanan, Wakapolres Lamongan, KOMPOL I Made Prawira Wibawa, menekankan hakikat sebenarnya dari kemerdekaan. Ia menegaskan bahwa kemerdekaan Indonesia bukanlah anugerah yang jatuh dari langit, melainkan hasil dari perjuangan yang penuh pengorbanan, kesabaran, dan nilai-nilai luhur.

“Para pahlawan mengajarkan kepada kita bahwa kemerdekaan tidak jatuh dari langit. Kemerdekaan lahir dari kesabaran, keberanian, kejujuran, kebersamaan, dan keikhlasan. Mereka sabar menempuh ilmu, sabar menyusun strategi, dan sabar membangun kebersamaan di tengah keterbatasan,” tegas KOMPOL I Made Prawira Wibawa di hadapan seluruh peserta upacara.

Pernyataan ini merupakan pesan yang sangat kontekstual, khususnya bagi aparat penegak hukum. Dalam menjalankan tugas sehari-hari, kesabaran dalam memproses hukum, keberanian dalam menindak pelanggaran, kejujuran dalam setiap tindakan, kebersamaan dalam satu komando, dan keikhlasan dalam berkorban untuk masyarakat, adalah cerminan nyata dari semangat kepahlawanan di era modern.

Wakapolres kemudian mengajak seluruh jajaran untuk tidak hanya berhenti pada pengenangan, tetapi untuk mentransformasi semangat tersebut ke dalam tindakan nyata. “Saya mengajak seluruh anggota Polres Lamongan untuk terus menumbuhkan semangat pengabdian dan nasionalisme, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas segalanya,” serunya. Ajakan ini menekankan pada esensi tugas Polri sebagai pelayan dan pengayom masyarakat, dimana pengabdian harus menjadi motivasi utama, melampaui kepentingan pribadi atau golongan.

Menjembatani Semangat Pahlawan dengan Visi Pembangunan Nasional

Sebuah poin penting yang disampaikan oleh Wakapolres adalah upaya menjembatani nilai-nilai kepahlawanan dengan agenda pembangunan nasional yang sedang digalakkan pemerintah. Beliau menegaskan bahwa semangat perjuangan para pahlawan tersebut sejalan dengan Asta Cita yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto.

“Semangat perjuangan para pahlawan sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, mulai dari memperkuat ketahanan pangan nasional, memajukan pendidikan, menegakkan keadilan sosial, hingga membangun manusia Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya,” paparnya.

Pernyataan ini memberikan perspektif yang lebih luas tentang peran Polri dalam konteks kenegaraan. Tugas Polri tidak hanya terbatas pada penegakan hukum (law enforcement) semata, tetapi juga berkontribusi aktif dalam menciptakan kondisi yang kondusif bagi tercapainya tujuan-tujuan nasional tersebut. Misalnya, dengan menciptakan kamtibmas yang stabil, Polri turut serta dalam memperkuat ketahanan pangan dengan menjamin keamanan rantai pasok dan lahan pertanian. Dengan memberantas narkoba dan tindak pidana lainnya yang merusak generasi muda, Polri berkontribusi pada terwujudnya manusia Indonesia yang sehat dan cerdas. Dan dengan menegakkan hukum secara adil, Polri menjadi pilar penting dalam mewujudkan keadilan sosial.

Dengan menghubungkan semangat Hari Pahlawan dengan visi pemerintahan saat ini, amanat ini membawa relevansi peringatan ini ke dalam konteks kekinian, menunjukkan bahwa jiwa kepahlawanan harus menjadi pendorong untuk aktif berkontribusi dalam pembangunan.

Penutup: Pahlawanku Teladanku, Terus Bergerak Wujudkan Indonesia Maju

Upacara ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh perwakilan, mengiringi harapan agar perjuangan dan pengorbanan para pahlawan diterima di sisi Tuhan YME, dan bahwa semangat mereka akan terus hidup dalam setiap langkah anak bangsa.

“Pahlawanku teladanku. Teruslah bergerak, lanjutkan perjuangan, dan wujudkan Indonesia yang kuat, maju, serta berdaulat,” tutup KOMPOL I Made Prawira Wibawa dengan penuh keyakinan, mengakhiri amanatnya yang menggugah.

Kalimat penutup ini menjadi sebuah seruan aksi yang powerful. “Terus bergerak” adalah esensi dari dinamisasi Polri dalam menghadapi tantangan zaman yang terus berubah. “Lanjutkan perjuangan” adalah pengingat bahwa perjuangan mempertahankan dan mengisi kemerdekaan belum usai, hanya bentuknya yang telah berubah. Dan “wujudkan Indonesia yang kuat, maju, serta berdaulat” adalah tujuan akhir yang harus diyakini dan diperjuangkan bersama.

Upacara Peringatan Hari Pahlawan di Polres Lamongan ini berakhir dengan tertib dan penuh khidmat. Namun, gema semangat yang dikobarkan di lapangan upacara diharapkan tidak berhenti di sana. Semangat itu harus terus dibawa oleh setiap insan Polri di Lamongan ke dalam setiap tindakan mereka: dalam melayani masyarakat, menegakkan hukum, dan menjaga keamanan. Dengan demikian, mereka bukan hanya mengenang pahlawan, tetapi juga menjadi pahlawan zaman now bagi masyarakat yang mereka lindungi dan layani. Dalam setiap langkah pengabdian mereka, jiwa Bung Tomo dan para pejuang lainnya akan tetap hidup dan berkobar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *